RADARBONANG.ID – Kabar duka menyelimuti kubu Timnas Prancis di tengah perjalanan mereka pada ajang Piala Dunia 2026.
Pelatih kepala Les Bleus, Didier Deschamps, dipastikan tidak akan mendampingi timnya dalam pertandingan terakhir fase grup setelah menerima kabar meninggalnya sang ibu.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Deschamps telah meninggalkan skuad sementara waktu dan kembali ke Prancis untuk menghadiri prosesi pemakaman keluarganya.
Keputusan tersebut membuat pelatih berusia 57 tahun itu harus absen dari aktivitas tim menjelang laga melawan Norwegia.
Kehilangan sosok ibu tercinta menjadi pukulan emosional bagi Deschamps yang selama ini dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis.
Absen pada Laga Terakhir Fase Grup
FFF menjelaskan bahwa Deschamps tidak akan memimpin sesi latihan maupun berada di bangku cadangan saat Prancis menghadapi Norwegia dalam pertandingan terakhir Grup I.
Sebagai langkah sementara, tugas kepelatihan akan diambil alih oleh asisten pelatih Guy Stéphan yang selama ini menjadi tangan kanan Deschamps di tim nasional.
Stéphan bukan sosok asing bagi skuad Les Bleus. Ia telah bekerja bersama Deschamps selama bertahun-tahun dan memiliki peran penting dalam berbagai kesuksesan Prancis, termasuk saat menjuarai Piala Dunia 2018.
Karena itu, federasi meyakini transisi sementara tersebut tidak akan mengganggu persiapan tim menghadapi laga penutup fase grup.
Federasi dan Pemain Beri Dukungan Penuh
Federasi Sepak Bola Prancis turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian ibunda Deschamps.
Dalam pernyataan resminya, FFF menegaskan bahwa seluruh elemen tim memberikan dukungan penuh kepada sang pelatih di tengah masa sulit yang sedang dihadapinya.
Dukungan juga datang dari para pemain yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan Deschamps.
Sejak menangani Timnas Prancis pada 2012, mantan kapten Les Bleus tersebut berhasil membangun ikatan kuat dengan para pemain lintas generasi.
Kehadirannya tidak hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai sosok pemimpin yang dihormati di ruang ganti.
Prancis Sudah Amankan Tiket ke Babak Gugur
Di tengah situasi emosional yang sedang terjadi, Timnas Prancis setidaknya memiliki sedikit ketenangan karena telah memastikan tempat di fase gugur Piala Dunia 2026.
Les Bleus sukses meraih kemenangan pada dua pertandingan pertama Grup I, sehingga mengamankan tiket ke babak berikutnya sebelum laga terakhir dimainkan.
Meski demikian, pertandingan melawan Norwegia tetap memiliki arti penting karena akan menentukan posisi akhir Prancis di klasemen grup.
Menjadi juara grup tentu menjadi target utama karena dapat memberikan keuntungan dalam jalur pertandingan fase gugur.
Deschamps Diharapkan Kembali untuk Babak Knockout
Sejumlah laporan menyebut Deschamps hanya akan meninggalkan skuad untuk menghadiri prosesi pemakaman dan menyelesaikan urusan keluarga di Prancis.
Setelah itu, ia diharapkan segera kembali bergabung dengan tim untuk mempersiapkan pertandingan fase gugur.
Kehadiran Deschamps dinilai sangat penting bagi peluang Prancis dalam upaya meraih gelar juara dunia berikutnya.
Pengalamannya sebagai pelatih yang pernah membawa Prancis menjuarai Piala Dunia dan UEFA Nations League menjadi aset berharga dalam menghadapi tekanan kompetisi besar.
Sosok Penting dalam Sejarah Les Bleus
Didier Deschamps bukan hanya pelatih biasa bagi sepak bola Prancis. Ia merupakan salah satu figur paling sukses dalam sejarah negara tersebut.
Sebagai pemain, Deschamps pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Prancis. Sementara sebagai pelatih, ia mengantar Les Bleus menjadi juara Piala Dunia 2018 serta mencapai final Piala Dunia 2022.
Prestasi tersebut membuatnya menjadi salah satu tokoh paling dihormati dalam sepak bola internasional.
Karena itu, kabar duka yang menimpa Deschamps turut menyentuh banyak kalangan, termasuk para penggemar sepak bola dari berbagai negara.
Fokus pada Keluarga di Tengah Ambisi Piala Dunia
Di tengah hiruk-pikuk persaingan Piala Dunia 2026, momen ini menjadi pengingat bahwa para pelatih dan pemain juga menghadapi berbagai ujian kehidupan di luar lapangan.
Untuk sementara waktu, fokus Deschamps bukanlah strategi pertandingan atau target juara dunia, melainkan mendampingi keluarga dan mengantar kepergian ibunda tercintanya.
Sementara itu, seluruh skuad Prancis bertekad memberikan penampilan terbaik saat menghadapi Norwegia sebagai bentuk penghormatan dan dukungan kepada pelatih mereka yang sedang berduka.
Kini perhatian publik Prancis tidak hanya tertuju pada perjalanan Les Bleus menuju babak gugur, tetapi juga pada sosok Didier Deschamps yang tengah menghadapi salah satu momen paling berat dalam kehidupannya.
Editor : Muhammad Azlan Syah