RADARBONANG.ID – Timnas Inggris dikabarkan akan melakukan perubahan penting di sektor pertahanan saat menghadapi Ghana dalam lanjutan Grup L Piala Dunia 2026.
Pelatih Thomas Tuchel disebut tengah mempertimbangkan untuk memasukkan Marc Guehi ke dalam susunan pemain utama demi memperkuat lini belakang The Three Lions.
Keputusan tersebut muncul setelah penampilan pertahanan Inggris mendapat sorotan meskipun berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 pada pertandingan sebelumnya.
Sejumlah pengamat menilai lini belakang Inggris masih menunjukkan kelemahan yang perlu segera diperbaiki jika ingin melangkah jauh di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Di tengah evaluasi yang dilakukan tim pelatih, nama Marc Guehi muncul sebagai kandidat terkuat untuk mendapatkan kesempatan bermain sejak menit pertama saat menghadapi Ghana.
Marc Guehi Kembali Masuk Perhitungan
Bek berusia 26 tahun itu memang bukan sosok asing dalam skuad Inggris.
Selama beberapa tahun terakhir, Marc Guehi terus menunjukkan perkembangan positif bersama klub maupun tim nasional. Kemampuannya membaca permainan, melakukan duel satu lawan satu, dan menjaga organisasi pertahanan membuatnya menjadi salah satu bek yang cukup diandalkan.
Menjelang pertandingan melawan Ghana, banyak pihak menilai Guehi memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan Inggris saat ini.
Ia dikenal sebagai pemain yang tenang ketika menguasai bola dan mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Kualitas tersebut dinilai dapat membantu Inggris membangun pertahanan yang lebih solid dibandingkan laga sebelumnya.
Karena itu, peluang Guehi untuk kembali tampil sebagai starter kini semakin terbuka.
John Stones Jadi Korban Rotasi?
Masuknya Marc Guehi ke tim utama berpotensi membuat salah satu bek senior Inggris harus mengalah.
Nama yang paling sering disebut adalah John Stones.
Bek milik Manchester City tersebut menjadi sorotan setelah performa pertahanan Inggris dinilai belum sepenuhnya meyakinkan saat menghadapi Kroasia.
Meski Inggris berhasil mencetak empat gol, mereka juga kebobolan dua kali yang memperlihatkan masih adanya celah di lini belakang.
Sebagai pemain berpengalaman, Stones tentu masih memiliki peran penting dalam skuad. Namun persaingan yang ketat membuat tidak ada posisi yang benar-benar aman.
Thomas Tuchel disebut ingin melihat kombinasi terbaik yang mampu memberikan keseimbangan antara pengalaman, kecepatan, dan disiplin bertahan.
Jika perubahan benar-benar dilakukan, maka laga melawan Ghana bisa menjadi pertama kalinya Stones harus memulai pertandingan dari bangku cadangan pada turnamen ini.
Thomas Tuchel Fokus Benahi Pertahanan
Sejak menangani Inggris, Thomas Tuchel dikenal sebagai pelatih yang sangat memperhatikan organisasi pertahanan.
Pelatih asal Jerman itu memahami bahwa keberhasilan di turnamen besar tidak hanya ditentukan oleh ketajaman lini depan, tetapi juga kemampuan menjaga gawang tetap aman dari kebobolan.
Karena itulah evaluasi terhadap performa lini belakang menjadi salah satu prioritas utama setelah kemenangan atas Kroasia.
Meski hasil akhir berpihak kepada Inggris, Tuchel diyakini belum sepenuhnya puas dengan performa tim secara keseluruhan.
Ia ingin memastikan bahwa setiap pemain tampil pada level terbaik sebelum memasuki fase gugur yang memiliki tekanan jauh lebih besar.
Rotasi pemain dan perubahan komposisi pertahanan menjadi salah satu cara yang sedang dipertimbangkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Inggris Ingin Segera Amankan Tiket ke Babak Gugur
Kemenangan atas Kroasia membuat posisi Inggris di Grup L cukup menguntungkan.
Tambahan tiga poin saat menghadapi Ghana akan semakin mendekatkan langkah mereka menuju babak gugur Piala Dunia 2026.
Namun Tuchel tidak ingin timnya terlena oleh hasil positif di pertandingan pertama.
Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus dan terus meningkatkan kualitas permainan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Inggris memang memiliki banyak pemain bintang di lini serang yang mampu mengubah jalannya laga kapan saja. Namun dalam turnamen besar, keseimbangan antara menyerang dan bertahan sering menjadi faktor penentu keberhasilan.
Karena itu, pembenahan sektor pertahanan dianggap sama pentingnya dengan menjaga produktivitas lini depan.
Ghana Diprediksi Jadi Lawan yang Menyulitkan
Meski di atas kertas Inggris lebih diunggulkan, Ghana diperkirakan tidak akan menjadi lawan yang mudah ditaklukkan.
Tim asal Afrika tersebut dikenal memiliki pemain-pemain yang cepat, kuat secara fisik, dan berani bermain agresif dalam duel satu lawan satu.
Karakter permainan seperti itu membuat lini belakang Inggris harus tampil dalam kondisi terbaik.
Kesalahan kecil bisa berakibat fatal ketika menghadapi tim yang memiliki kemampuan memanfaatkan ruang dan melakukan serangan balik dengan cepat.
Hal inilah yang membuat keputusan mengenai susunan pemain bertahan menjadi sangat krusial bagi Thomas Tuchel.
Kesempatan Besar bagi Marc Guehi
Bagi Marc Guehi, laga melawan Ghana bisa menjadi momen penting dalam karier internasionalnya.
Jika benar dipercaya tampil sejak menit pertama dan mampu menunjukkan performa solid, peluangnya untuk mempertahankan posisi di tim utama akan semakin besar.
Tidak menutup kemungkinan ia akan menjadi pilihan utama Inggris hingga fase-fase akhir turnamen.
Sebaliknya, bagi John Stones, persaingan ini menjadi pengingat bahwa setiap pemain harus terus menunjukkan performa terbaik untuk mempertahankan tempat di tim.
Dengan persaingan yang semakin ketat dan target besar yang diusung Inggris di Piala Dunia 2026, keputusan Thomas Tuchel mengenai komposisi lini belakang akan menjadi salah satu hal yang paling dinantikan menjelang laga penting melawan Ghana.
Apakah Marc Guehi benar-benar akan mendapatkan kesempatan sebagai starter atau justru John Stones tetap dipercaya mengawal pertahanan The Three Lions, jawabannya akan terungkap saat susunan pemain resmi diumumkan menjelang kick-off.
Editor : Muhammad Azlan Syah