Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Piala Dunia 2026 Terapkan Drinks Break di Setiap Pertandingan, FIFA Justru Dihujani Kritik dari Fans dan Pengamat

Muhammad Azlan Syah • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:31 WIB
FIFA mewajibkan drinks break di setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Tujuannya demi kesehatan pemain, tetapi banyak pihak menilai ada kepentingan lain di balik kebijakan tersebut. (Fabrice COFFRINI/AFP)
FIFA mewajibkan drinks break di setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Tujuannya demi kesehatan pemain, tetapi banyak pihak menilai ada kepentingan lain di balik kebijakan tersebut. (Fabrice COFFRINI/AFP)

RADARBONANG.ID – Federasi sepak bola dunia FIFA kembali menjadi sorotan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kali ini perhatian publik tertuju pada kebijakan baru yang mewajibkan adanya drinks break atau jeda hidrasi selama tiga menit pada setiap babak pertandingan, tanpa melihat kondisi cuaca maupun suhu di stadion. Kebijakan tersebut akan berlaku di seluruh pertandingan sepanjang turnamen berlangsung.

FIFA menyebut aturan tersebut dibuat demi melindungi kesehatan pemain yang akan bertanding pada musim panas di Amerika Utara.

Beberapa kota tuan rumah memang diperkirakan mengalami suhu tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan akibat panas.

Baca Juga: Tambah Jalan, Tambah Macet? Fenomena yang Membuat Kota-Kota Besar Sulit Lepas dari Kemacetan

Namun, di balik alasan kesehatan tersebut, kebijakan ini justru memicu kritik dari berbagai kalangan.

FIFA Sebut Demi Kesehatan Pemain

Dalam aturan baru tersebut, pertandingan akan dihentikan sekitar menit ke-22 pada masing-masing babak untuk memberikan kesempatan pemain minum dan memulihkan kondisi fisik.

FIFA menilai langkah ini penting karena Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada periode musim panas dengan risiko cuaca panas yang cukup tinggi di sejumlah kota penyelenggara.

Bahkan beberapa organisasi pemain sepak bola sebelumnya telah meminta FIFA memperhatikan faktor cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu performa dan keselamatan pemain.

Drinks break sebenarnya bukan hal baru dalam sepak bola. Aturan serupa pernah diterapkan pada pertandingan dengan suhu ekstrem, termasuk di beberapa turnamen internasional sebelumnya.

Namun untuk pertama kalinya, FIFA akan menerapkannya secara wajib pada seluruh pertandingan Piala Dunia tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca.

Kritik Muncul karena Dinilai Terlalu Komersial

Meski alasan kesehatan terdengar masuk akal, sejumlah pengamat dan kelompok suporter menilai keputusan FIFA tidak sepenuhnya didorong oleh faktor keselamatan pemain.

Salah satu kritik terbesar adalah kemungkinan hadirnya slot iklan tambahan selama jeda pertandingan berlangsung.

Dengan adanya drinks break di setiap babak, siaran televisi memperoleh waktu khusus yang dapat dimanfaatkan untuk penayangan iklan atau promosi sponsor.

Beberapa media internasional bahkan menyebut aturan ini sebagai bentuk "americanisasi" sepak bola karena membuat ritme pertandingan semakin mirip dengan olahraga populer di Amerika Serikat seperti NBA atau NFL yang memiliki banyak jeda komersial.

Kritikus menilai sepak bola selama ini memiliki daya tarik karena alurnya yang mengalir tanpa banyak interupsi. Kehadiran jeda tambahan dikhawatirkan mengurangi esensi tersebut.

Dikhawatirkan Mengubah Ritme Permainan

Selain aspek komersial, sebagian pelatih dan pengamat juga menilai aturan baru itu berpotensi mengubah dinamika pertandingan.

Drinks break memungkinkan pelatih memberikan instruksi tambahan kepada pemain saat laga berlangsung. Hal ini bisa memengaruhi strategi pertandingan dan mengubah ritme permainan yang selama ini berjalan alami.

Banyak pihak berpendapat bahwa sepak bola berbeda dengan olahraga lain karena mengandalkan momentum yang terus mengalir selama 45 menit setiap babak. Ketika momentum tersebut terputus, karakter pertandingan bisa berubah secara signifikan.

Piala Dunia 2026 Memang Dibayangi Isu Cuaca

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap cuaca panas memang bukan tanpa alasan.

Sejumlah penelitian dan laporan sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa kota tuan rumah Piala Dunia 2026 memiliki tingkat risiko panas yang cukup tinggi, terutama untuk pertandingan siang hari. Bahkan isu cuaca ekstrem sudah menjadi pembahasan sejak jauh sebelum turnamen dimulai.

Baca Juga: Tidak Miskin, Tapi Tak Benar-Benar Sejahtera: Dilema Kelas Menengah di Tengah Biaya Hidup yang Terus Naik

Karena itu, sebagian pihak tetap mendukung keputusan FIFA dengan alasan keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dibanding aspek lainnya.

Perdebatan Belum Berakhir

Hingga kini, kebijakan drinks break masih menjadi salah satu aturan paling kontroversial menjelang Piala Dunia 2026.

Pendukung aturan tersebut melihatnya sebagai langkah progresif untuk melindungi kesehatan pemain di tengah ancaman suhu tinggi.

Namun para pengkritik menilai kebijakan itu berpotensi mengubah identitas sepak bola dan membuka ruang komersialisasi yang lebih besar dalam pertandingan.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, satu hal yang pasti: Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan format baru dengan 48 peserta, tetapi juga membawa perubahan besar dalam cara pertandingan sepak bola dinikmati oleh pemain, pelatih, maupun jutaan penonton di seluruh dunia. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#drinks break #aturan baru FIFA #kontroversi Piala Dunia #piala dunia 2026 #fifa