RADARBONANG.ID – Perjalanan PERSIB Bandung di ASEAN Club Championship 2026/2027 dipastikan tidak akan berjalan mudah.
Hasil undian fase grup yang diumumkan di Jakarta akhir pekan lalu menempatkan Maung Bandung dalam grup yang dipenuhi klub-klub kuat dari kawasan Asia Tenggara.
Tim asuhan Bojan Hodak tergabung di Grup B bersama wakil-wakil terbaik dari berbagai negara.
Di antaranya adalah Johor Darul Ta'zim dari Malaysia, Port FC dari Thailand, Lion City Sailors asal Singapura, Cong An Ha Noi FC dari Vietnam, dan Preah Khan Reach Svay Rieng FC dari Kamboja.
Satu tempat tersisa di grup tersebut masih akan diperebutkan melalui laga play-off antara Ezra FC dari Laos dan Shan United dari Myanmar.
Komposisi grup yang cukup berat membuat banyak pihak menyebut Grup B sebagai salah satu grup paling kompetitif dalam turnamen tersebut. Namun bagi bek senior PERSIB, Achmad Jufriyanto, situasi tersebut bukan alasan untuk merasa gentar.
Baca Juga: Mourinho Bawa Orang Kepercayaannya ke Real Madrid, Sosok Mantan ‘Tukang Pukul’ Ini Jadi Sorotan
Jupe Pilih Fokus pada Persiapan Tim
Pemain yang akrab disapa Jupe itu menegaskan bahwa fokus utama PERSIB saat ini bukanlah memikirkan kekuatan lawan, melainkan memastikan kesiapan tim menghadapi kompetisi yang akan datang.
Menurutnya, siapa pun lawan yang dihadapi, peluang untuk meraih hasil positif tetap terbuka jika tim melakukan persiapan dengan baik.
"Ada Johor Darul Ta'zim. Tapi, siapa pun lawannya yang penting kami harus siap," ujar Jupe saat menanggapi hasil undian fase grup.
Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas yang ingin dibangun di dalam skuad Maung Bandung. Alih-alih terfokus pada reputasi lawan, pemain berusia senior itu menilai kesiapan teknis, fisik, dan mental tim jauh lebih menentukan hasil di lapangan.
Johor Darul Ta'zim Jadi Ancaman Utama
Di antara seluruh lawan yang akan dihadapi PERSIB, nama Johor Darul Ta'zim atau JDT menjadi yang paling banyak mendapat sorotan.
Klub asal Malaysia tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Dominasi mereka di kompetisi domestik dan pengalaman tampil di berbagai ajang Asia menjadikan JDT sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Kualitas pemain, kedalaman skuad, serta pengalaman internasional yang dimiliki membuat Johor Darul Ta'zim sering menjadi lawan yang sulit dikalahkan.
Meski demikian, PERSIB tidak ingin menjadikan reputasi tersebut sebagai beban.
Bagi Jupe dan rekan-rekannya, pertandingan melawan JDT justru menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan tim di level regional.
Port FC dan Lion City Sailors Bukan Lawan Asing
Selain JDT, PERSIB juga akan kembali bertemu dua lawan yang sudah cukup familiar, yakni Port FC dan Lion City Sailors.
Khusus Port FC, kedua tim pernah saling berhadapan dalam kompetisi AFC Champions League Two. Pengalaman tersebut dinilai memberikan keuntungan tersendiri karena kedua tim sudah memahami karakter permainan masing-masing.
Jupe menilai hubungan yang saling mengenal itu berlaku bagi kedua kubu.
"Kami sudah sama-sama tahu. Saya rasa mereka begitu tahu satu grup sama kita pasti berpikir yang sama," katanya.
Sementara Lion City Sailors juga merupakan klub yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Wakil Singapura tersebut dikenal memiliki ambisi besar dan sering mendatangkan pemain berkualitas untuk meningkatkan daya saing mereka di level regional.
Tantangan dari Vietnam dan Kamboja
Selain klub-klub yang sudah lebih dikenal publik Indonesia, Grup B juga menghadirkan tantangan dari Vietnam dan Kamboja.
Cong An Ha Noi FC menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai. Klub asal Vietnam tersebut memiliki kualitas permainan yang terus meningkat seiring berkembangnya kompetisi sepak bola Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, Preah Khan Reach Svay Rieng FC dari Kamboja juga tidak bisa dianggap sebagai lawan pelengkap.
Perkembangan sepak bola Kamboja membuat klub-klub mereka semakin kompetitif dan mampu memberikan kejutan saat menghadapi tim-tim unggulan kawasan.
Dengan komposisi seperti itu, setiap pertandingan di Grup B diprediksi berlangsung ketat dan memiliki tingkat persaingan yang tinggi.
Ajang Pembuktian Maung Bandung di Level Regional
Keikutsertaan PERSIB dalam ASEAN Club Championship 2026/2027 tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi salah satu klub terbesar di Indonesia tersebut.
Selama ini, PERSIB dikenal memiliki basis suporter yang sangat besar serta sejarah panjang di sepak bola nasional. Namun, kompetisi regional memberikan tantangan berbeda karena mempertemukan mereka dengan klub-klub terbaik dari berbagai negara.
Turnamen ini menjadi kesempatan bagi Marc Klok dan rekan-rekannya untuk menunjukkan bahwa PERSIB mampu bersaing tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat Asia Tenggara.
Dukungan Bobotoh Jadi Kekuatan Tambahan
Dalam menghadapi persaingan yang ketat, dukungan Bobotoh diyakini akan menjadi salah satu faktor penting bagi PERSIB.
Atmosfer yang tercipta setiap kali Maung Bandung bermain sering kali menjadi kekuatan tambahan yang mampu meningkatkan motivasi para pemain.
Tidak sedikit lawan yang mengakui bahwa bermain menghadapi PERSIB dengan dukungan penuh Bobotoh merupakan pengalaman yang berbeda dibanding pertandingan biasa.
Kehadiran suporter setia diharapkan dapat membantu tim menjaga semangat dan konsistensi sepanjang turnamen berlangsung.
Mental dan Konsistensi Jadi Kunci
Dengan lawan-lawan yang memiliki kualitas merata, perjalanan PERSIB di ASEAN Club Championship 2026/2027 dipastikan tidak akan mudah.
Namun pengalaman para pemain senior, kualitas skuad yang dimiliki, serta tangan dingin Bojan Hodak menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan tersebut.
Achmad Jufriyanto menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin dan menjaga konsistensi permainan.
Karena pada akhirnya, keberhasilan di turnamen seperti ASEAN Club Championship tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga kesiapan tim secara keseluruhan.
Jika mampu menjaga performa dan mental bertanding sepanjang kompetisi, PERSIB memiliki peluang untuk menjadi salah satu tim yang berbicara banyak di panggung sepak bola Asia Tenggara musim ini. (*)