Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

KONI Jatim Pasang Standar Tinggi untuk PON Bela Diri 2026, Hanya Atlet Peraih Emas dan Perak yang Diprioritaskan

Bihan Mokodompit • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:37 WIB
KONI Jawa Timur mulai bergerak serius menghadapi PON Bela Diri 2026. Hanya atlet dengan rekam jejak prestasi terbaik yang berpeluang memperkuat kontingen Jatim di Manado. (Sumber foto: Instagram/konijatim)
KONI Jawa Timur mulai bergerak serius menghadapi PON Bela Diri 2026. Hanya atlet dengan rekam jejak prestasi terbaik yang berpeluang memperkuat kontingen Jatim di Manado. (Sumber foto: Instagram/konijatim)

RADARBONAG.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara.

Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 tersebut dipandang sebagai salah satu kompetisi nasional paling bergengsi bagi para atlet cabang olahraga bela diri dari seluruh Indonesia.

Karena itu, KONI Jatim tidak ingin mengambil risiko dengan mengirim atlet yang belum memiliki rekam jejak prestasi yang memadai.

Sebagai langkah awal, KONI Jatim menggelar rapat koordinasi bersama delapan cabang olahraga yang akan tampil pada PON Bela Diri 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 2 hingga 3 Juni 2026, di Kantor KONI Jawa Timur.

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek persiapan dibahas secara rinci.

Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S. Deyang Resmi Ditunjuk sebagai Pengganti

Mulai dari pemetaan kekuatan lawan, penentuan atlet dan pelatih, program latihan, jumlah nomor pertandingan yang akan diikuti, hingga target medali yang dibebankan kepada masing-masing cabang olahraga.

Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa proses seleksi menuju PON Bela Diri 2026 akan dilakukan dengan standar yang lebih tinggi dibandingkan ajang-ajang sebelumnya.

Hanya Atlet Berprestasi yang Akan Dikirim

Menurut Nabil, Jawa Timur harus mengirimkan atlet-atlet terbaik yang memiliki peluang nyata untuk meraih medali.

Karena itu, atlet yang diprioritaskan adalah mereka yang telah membuktikan kualitasnya melalui raihan medali emas atau minimal medali perak pada kejuaraan tingkat nasional.

Kebijakan tersebut bukan hanya berkaitan dengan target prestasi, tetapi juga bagian dari upaya efisiensi penggunaan anggaran yang tersedia.

KONI Jatim menilai bahwa setiap atlet yang dikirim ke PON Bela Diri harus benar-benar siap bersaing dan mampu memberikan kontribusi bagi perolehan medali provinsi.

“Kalau standarnya hanya perunggu, tidak akan kami kirim untuk mengikuti PON Bela Diri. Targetnya adalah emas dan minimal perak,” tegas Nabil.

Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan KONI Jatim dalam membangun kontingen yang benar-benar kompetitif.

PON Bukan Ajang Menambah Pengalaman

KONI Jatim juga menegaskan bahwa PON Bela Diri 2026 bukanlah tempat bagi atlet untuk mencari pengalaman bertanding.

Menurut Nabil, proses pembinaan dan pencarian jam terbang seharusnya sudah dilakukan melalui berbagai kejuaraan daerah, nasional, maupun internasional sebelum seorang atlet tampil di PON.

Karena itu, rekam jejak menjadi faktor utama dalam proses seleksi.

Atlet yang ingin masuk ke dalam kontingen Jawa Timur harus mampu menunjukkan konsistensi prestasi dalam periode yang cukup panjang, bukan hanya tampil baik dalam satu kompetisi tertentu.

Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan tim yang lebih matang secara teknik, fisik, maupun mental ketika menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Delapan Cabang Olahraga Mulai Digenjot

Pada PON Bela Diri 2026 nanti, terdapat delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

Kedelapan cabang tersebut adalah:

Seluruh cabang olahraga tersebut kini mulai meningkatkan intensitas latihan sebagai bagian dari persiapan menuju Manado.

KONI Jatim meminta setiap pelatih menyusun program latihan yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan teknik bertanding, program latihan juga diarahkan untuk memperkuat kondisi fisik, daya tahan, serta kesiapan mental atlet menghadapi kompetisi besar.

Evaluasi Berkala Jadi Kunci

Untuk memastikan perkembangan atlet berjalan sesuai target, KONI Jatim akan melakukan evaluasi secara berkala.

Tes fisik, simulasi pertandingan, hingga pemantauan performa dalam berbagai kejuaraan akan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Melalui evaluasi rutin, pelatih dapat mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki sehingga program latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan atlet.

Selain itu, evaluasi juga berfungsi sebagai alat ukur untuk menentukan siapa saja yang benar-benar layak masuk dalam daftar akhir kontingen Jawa Timur.

Dengan sistem pemantauan yang lebih ketat, KONI Jatim berharap dapat meminimalkan kesalahan dalam proses seleksi.

Optimistis Jadi Kekuatan Utama

Sebagai salah satu provinsi dengan tradisi olahraga yang kuat, Jawa Timur memiliki optimisme tinggi untuk tampil kompetitif di PON Bela Diri 2026.

Sejumlah cabang olahraga bahkan diproyeksikan menjadi lumbung medali yang dapat membantu Jawa Timur bersaing di papan atas klasemen.

Menurut Nabil, beberapa cabor telah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dan memiliki atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional.

Pengalaman bertanding yang dimiliki para atlet juga menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan kompetisi yang diperkirakan berlangsung ketat.

Baca Juga: Hakim Perintahkan Polda Metro Jaya Tindak Lanjuti Laporan Andrie Yunus, Gugatan Praperadilan Dikabulkan Sebagian

Bidik Hasil Maksimal di Manado

Pelaksanaan PON Bela Diri 2026 di Manado diperkirakan akan menghadirkan persaingan sengit antarprovinsi.

Banyak daerah kini mulai berinvestasi besar dalam pembinaan olahraga bela diri demi meningkatkan prestasi.

Namun Jawa Timur tetap percaya diri menghadapi tantangan tersebut.

Dengan seleksi yang ketat, program latihan yang terstruktur, serta dukungan penuh dari KONI Jatim, kontingen provinsi ini menargetkan hasil maksimal di setiap cabang olahraga yang diikuti.

Persiapan yang dimulai sejak jauh hari diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang tidak hanya membawa nama Jawa Timur, tetapi juga mengharumkan olahraga Indonesia melalui prestasi yang membanggakan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#KONI Jatim #PON Bela Diri 2026 #atlet Jawa Timur #Manado 2026 #olahraga bela diri