Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bojan Hodak Ukir Sejarah Bersama PERSIB, Maung Bandung Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Musim Beruntun

Bihan Mokodompit • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:02 WIB
PERSIB resmi mencetak sejarah baru sepak bola Indonesia! Bojan Hodak sukses membawa Maung Bandung meraih tiga gelar juara Liga Indonesia secara beruntun. (Sumber foto: Persib)
PERSIB resmi mencetak sejarah baru sepak bola Indonesia! Bojan Hodak sukses membawa Maung Bandung meraih tiga gelar juara Liga Indonesia secara beruntun. (Sumber foto: Persib)

RADARBONANG.ID — PERSIB Bandung resmi mencatat sejarah baru di kompetisi sepak bola nasional setelah sukses meraih tiga gelar juara Liga Indonesia secara beruntun.

Pencapaian luar biasa tersebut lahir di bawah kepemimpinan pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, yang berhasil membawa Maung Bandung mempertahankan dominasi mereka selama tiga musim berturut-turut.

Keberhasilan ini menjadikan PERSIB sebagai klub pertama di era Liga Indonesia yang mampu meraih hattrick gelar juara secara beruntun.

Catatan tersebut sekaligus mempertegas posisi PERSIB sebagai salah satu klub terbesar dan paling konsisten dalam sejarah sepak bola nasional.

Nama Bojan Hodak pun langsung menjadi sorotan besar publik sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Wabah Ebola di Afrika Tengah Makin Mengkhawatirkan, Thailand Terapkan Karantina Ketat untuk Pelancong dari Kongo dan Uganda

Pelatih yang dikenal tenang di pinggir lapangan itu dianggap berhasil membangun mental juara sekaligus menjaga stabilitas performa tim di tengah persaingan yang semakin ketat setiap musimnya.

Awal Sulit yang Berbuah Sejarah

Bojan Hodak mengaku perjalanan bersama PERSIB tidak selalu berjalan mudah.

Saat pertama kali datang ke Bandung, ia harus menghadapi tekanan besar dari publik dan ekspektasi tinggi bobotoh yang selalu menginginkan gelar juara.

Namun perlahan, pelatih berusia 55 tahun tersebut mampu membangun chemistry kuat bersama pemain dan manajemen klub.

Menurutnya, kekompakan seluruh elemen tim menjadi kunci utama lahirnya era emas PERSIB saat ini.

“Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua,” ujar Bojan Hodak.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa keberhasilan PERSIB bukan hanya soal kualitas pemain di lapangan, melainkan juga hasil kerja kolektif seluruh pihak di dalam klub.

Perombakan Besar Jadi Tantangan Terberat

Musim ketiga Bojan Hodak bersama PERSIB justru menjadi periode paling menantang.

Klub melakukan perubahan besar dalam komposisi skuad sehingga tim harus memulai proses adaptasi kembali sejak awal kompetisi.

Tercatat, sebanyak 23 pemain dari total 31 anggota skuad mengalami pergantian.

Situasi tersebut membuat banyak pihak sempat meragukan kemampuan PERSIB mempertahankan performa juara.

Namun di tangan Bojan Hodak, PERSIB justru kembali tampil konsisten. Maung Bandung mampu melewati tekanan demi tekanan hingga akhirnya kembali berdiri di posisi tertinggi klasemen Liga Indonesia.

“Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis. Saya sangat senang kami bisa mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun ini,” katanya.

Keberhasilan itu semakin memperkuat reputasi Bojan Hodak sebagai salah satu pelatih asing paling sukses dalam sejarah Liga Indonesia.

Bobotoh Jadi Kekuatan Utama PERSIB

Dalam berbagai kesempatan, Bojan Hodak juga tidak pernah lupa memberikan pujian kepada bobotoh.

Menurutnya, loyalitas suporter menjadi energi besar yang membuat PERSIB selalu memiliki mental berbeda dibanding klub lain.

Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api dinilai menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.

Dukungan ribuan bobotoh disebut mampu memberikan semangat tambahan bagi pemain di setiap pertandingan.

Bojan Hodak bahkan menegaskan bahwa kekuatan utama klub bukan hanya terletak pada pelatih maupun pemain bintang.

Ia percaya identitas PERSIB akan terus hidup karena besarnya cinta suporter terhadap klub kebanggaan Bandung tersebut.

“Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap sikap dewasa bobotoh pada laga terakhir musim ini.

Menurutnya, pertandingan berjalan aman dan tertib tanpa adanya kericuhan, petasan, maupun aksi masuk lapangan.

Bojan menilai atmosfer positif seperti itu sangat penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia agar semakin ramah untuk keluarga dan penonton umum.

Bojan Hodak Siap Bantu dari Balik Layar

Meski sukses mencetak sejarah, Bojan Hodak dipastikan tidak lagi menjadi pelatih kepala PERSIB pada musim depan.

Posisi tersebut akan diteruskan oleh Igor Tolic yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih.

Sementara itu, Bojan akan menjalani peran baru sebagai penasihat teknik klub. Ia mengaku membutuhkan waktu istirahat dari tekanan kompetisi karena alasan pribadi.

Meski demikian, dirinya memastikan tetap siap membantu PERSIB kapan pun dibutuhkan manajemen klub.

Baca Juga: Jangan Asal Makan Daging Kurban! Dokter Gizi Beberkan Cara Sehat Konsumsi Daging Sapi dan Kambing Saat Idul Adha

“Saya masih butuh sedikit istirahat karena alasan pribadi. Tapi, saya akan tetap berada di sekitar sini dan siap membantu memberikan saran atau masukan kapan pun manajemen membutuhkan sesuatu,” ujarnya.

Menurut Bojan, tantangan PERSIB musim depan justru akan semakin berat.

Status sebagai juara bertahan tiga musim membuat semua lawan memiliki motivasi ekstra untuk menjatuhkan Maung Bandung.

Namun ia optimistis PERSIB tetap mampu menjaga mental juara dan melanjutkan dominasi mereka di Liga Indonesia.

Keberhasilan Bojan Hodak mempersembahkan tiga gelar juara beruntun pun kini resmi menjadi bagian penting dalam sejarah panjang sepak bola nasional.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#PERSIB juara Liga Indonesia #PERSIB tiga gelar beruntun #Bobotoh PERSIB #sejarah Liga Indonesia #bojan hodak