Kylian Mbappe Masuk Daftar Elite La Liga, Jadi Pemain Pertama Setelah Messi dan Ronaldo yang Menangi Trofi Pichichi Beruntun

Bihan Mokodompit • Dipublikasikan Selasa, 26 Mei 2026 | 15:57 WIB
Kylian Mbappe kembali mengguncang La Liga! Bintang Real Madrid itu sukses meraih Trofi Pichichi dua musim berturut-turut dan kini sejajar dengan Messi serta Ronaldo dalam sejarah sepak bola Spanyol. (Sumber foto: Instagram/k.mbappe)
Kylian Mbappe kembali mengguncang La Liga! Bintang Real Madrid itu sukses meraih Trofi Pichichi dua musim berturut-turut dan kini sejajar dengan Messi serta Ronaldo dalam sejarah sepak bola Spanyol. (Sumber foto: Instagram/k.mbappe)

RADARBONAG.ID - Kylian Mbappe kembali mencatatkan sejarah baru di kompetisi La Liga setelah sukses meraih Trofi Pichichi dua musim berturut-turut bersama Real Madrid pada musim 2025-2026.

Pencapaian tersebut membuat Mbappe masuk ke dalam daftar elite pemain yang mampu mendominasi penghargaan pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol secara beruntun.

Lebih spesial lagi, Mbappe menjadi pemain pertama setelah era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang mampu memenangkan Trofi Pichichi dalam dua musim berturut-turut.

Catatan itu terasa begitu istimewa karena dalam hampir dua dekade terakhir, penghargaan pencetak gol terbanyak La Liga memang nyaris selalu didominasi dua legenda sepak bola dunia tersebut.

Musim ini, Kylian Mbappe berhasil menutup kompetisi dengan torehan 25 gol hanya dari 31 pertandingan bersama Real Madrid.

Baca Juga: Pesawat EasyJet Dialihkan ke Roma Setelah Ditemukan Power Bank Mengisi Daya di Bagasi Penumpang

Jumlah itu cukup untuk mengantarkannya menjadi top skor La Liga sekaligus mempertahankan Trofi Pichichi yang sebelumnya juga ia menangkan pada musim lalu.

Mbappe unggul atas penyerang RCD Mallorca, Vedat Muriqi, yang mengoleksi 23 gol dari 37 pertandingan.

Cedera Tak Mampu Hentikan Ketajaman Mbappe

Perjalanan Mbappe musim ini sebenarnya tidak berjalan sepenuhnya mulus.

Penyerang asal Prancis tersebut sempat mengalami masalah cedera lutut yang membuatnya harus menepi dalam beberapa pertandingan penting.

Cedera itu bahkan sempat memengaruhi performa dan ritme permainannya di awal musim.

Namun kualitas seorang Mbappe kembali terlihat ketika ia mampu bangkit dan tetap tampil konsisten sebagai mesin gol utama Real Madrid.

Produktivitasnya di lini depan menjadi alasan utama mengapa dirinya kembali berhasil mengangkat Trofi Pichichi musim ini.

Ketajaman tersebut semakin menegaskan bahwa Mbappe masih menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia saat ini.

Dalam daftar akhir pencetak gol La Liga, posisi ketiga ditempati Ante Budimir dari CA Osasuna dengan koleksi 17 gol.

Sementara Vinicius Junior, Ferran Torres, dan Lamine Yamal sama-sama mencetak 16 gol sepanjang musim.

Dominasi Mbappe atas para pesaingnya memperlihatkan level konsistensi tinggi di tengah ketatnya persaingan La Liga musim ini.

Mbappe Ikuti Jejak Messi, Ronaldo, dan Hugo Sanchez

Trofi Pichichi selama ini memang identik dengan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Messi tercatat sebagai pemilik gelar terbanyak dengan delapan Trofi Pichichi sepanjang kariernya di La Liga bersama FC Barcelona.

Sementara Cristiano Ronaldo berhasil meraih tiga gelar selama memperkuat Real Madrid.

Kini, Kylian Mbappe berhasil menempatkan namanya sejajar dengan dua ikon sepak bola dunia tersebut.

Fakta menarik lainnya, sebelum Mbappe, pemain terakhir yang mampu memenangkan Trofi Pichichi dua musim beruntun selain Messi dan Ronaldo adalah Hugo Sanchez pada periode 1984 hingga 1988.

Catatan itu menunjukkan betapa langkanya prestasi yang berhasil diraih Mbappe di kompetisi sekelas La Liga.

Bagi Real Madrid, keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa investasi besar mereka terhadap Mbappe mulai membuahkan hasil, setidaknya secara individu.

Trofi Individu Belum Membawa Real Madrid Kuasai Eropa

Meski tampil luar biasa secara personal, perjalanan Mbappe bersama Real Madrid masih menyisakan pekerjaan besar.

Selama dua musim terakhir, Real Madrid memang baru mampu meraih gelar UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup.

Namun di kompetisi utama seperti La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions, Los Blancos masih belum mampu kembali mendominasi.

Pada musim debut Mbappe, Real Madrid gagal menjuarai La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana. Mereka juga harus tersingkir di babak perempat final Liga Champions.

Musim 2025-2026 menghadirkan cerita yang hampir serupa.

Real Madrid kembali harus puas finis di posisi runner-up La Liga dan gagal melangkah jauh di Copa del Rey.

Perjalanan mereka di Liga Champions juga kembali terhenti di babak delapan besar.

Baca Juga: Haru dan Bangga, Peternak asal Magetan Tidur di Kandang Setelah Sapinya Dibeli Presiden Prabowo

Ambisi Besar Mbappe Bersama Real Madrid Belum Selesai

Sejauh ini, Kylian Mbappe telah mencetak 86 gol dari 103 pertandingan bersama Real Madrid di berbagai kompetisi.

Statistik tersebut menegaskan statusnya sebagai predator tajam di lini depan Los Blancos.

Namun bagi Mbappe, pencapaian individu seperti Trofi Pichichi tampaknya belum cukup memuaskan.

Ambisi terbesar sang pemain tetap membawa Real Madrid kembali berjaya di level tertinggi sepak bola Eropa.

Raihan Trofi Pichichi dua musim berturut-turut memang telah menempatkan namanya dalam sejarah besar La Liga.

Akan tetapi, Mbappe masih memiliki tantangan besar untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi sosok utama yang mengantar Real Madrid kembali meraih gelar mayor dan mendominasi Eropa seperti era kejayaan sebelumnya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : www.si.com
La Liga 2026 Trofi Pichichi Lionel Messi Cristiano Ronaldo Real Madrid Kylian Mbappe