RADARBONANG.ID – Southampton F.C. resmi didiskualifikasi dari play-off promosi menuju Premier League setelah terseret skandal “spygate” yang mengguncang sepak bola Inggris.
Keputusan tersebut diumumkan setelah otoritas English Football League (EFL) menyatakan Southampton terbukti melakukan pengintaian ilegal terhadap sesi latihan lawan sebelum pertandingan penting.
Tak hanya dicoret dari play-off, Southampton juga dijatuhi hukuman pengurangan empat poin untuk musim Championship 2026/27 mendatang.
Baca Juga: Pengguna X Gratis Kini Dibatasi, Elon Musk Diduga Dorong Langganan Premium Lewat Aturan Baru
Kasus ini langsung menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sepak bola Inggris musim ini.
Southampton Ketahuan Rekam Latihan Lawan
Kasus bermula ketika seorang staf Southampton diduga tertangkap merekam sesi latihan Middlesbrough F.C. menjelang semifinal play-off Championship.
Investigasi EFL kemudian menemukan bahwa tindakan serupa juga dilakukan terhadap sesi latihan Oxford United F.C. dan Ipswich Town F.C. selama musim berjalan.
Peraturan EFL sendiri secara tegas melarang klub mengamati atau merekam sesi latihan lawan dalam waktu 72 jam sebelum pertandingan resmi.
Setelah proses sidang disiplin berlangsung, Southampton dinyatakan bersalah atas pelanggaran tersebut.
Kemenangan Southampton Dibatalkan
Sebelum hukuman dijatuhkan, Southampton sebenarnya berhasil menyingkirkan Middlesbrough di semifinal play-off dengan agregat 2-1.
Namun hasil itu akhirnya dianulir setelah keputusan disiplin diumumkan secara resmi.
Posisi Southampton di final play-off kini digantikan Middlesbrough yang akan menghadapi Hull City A.F.C. di Wembley.
Keputusan ini menjadi pukulan besar bagi Southampton yang sebelumnya berharap bisa kembali promosi ke Premier League musim depan.
Pelatih Tonda Eckert Ikut Jadi Sorotan
Pelatih Southampton, Tonda Eckert, kini ikut berada di bawah tekanan besar akibat kasus tersebut.
Namanya terus menjadi sorotan dalam berbagai konferensi pers sejak isu “spygate” mencuat.
Bahkan dalam salah satu sesi wawancara, Eckert sempat meninggalkan konferensi pers setelah terus dicecar pertanyaan terkait dugaan mata-mata latihan lawan.
Laporan media Inggris juga menyebut masa depan Eckert bersama Southampton kini mulai dipenuhi tanda tanya besar.
EFL Beri Hukuman yang Sangat Berat
Selain dikeluarkan dari play-off, Southampton juga akan memulai musim depan dengan pengurangan empat poin.
Hukuman ini disebut sebagai salah satu sanksi paling berat dalam sejarah modern EFL terkait pelanggaran integritas kompetisi.
Kasus Southampton bahkan langsung dibandingkan dengan skandal mata-mata yang pernah melibatkan Marcelo Bielsa saat menangani Leeds United pada 2019.
Namun kali ini, otoritas liga mengambil tindakan yang jauh lebih tegas.
Fans Southampton Kecewa Berat
Keputusan EFL memicu reaksi keras dari para pendukung Southampton.
Banyak fans merasa perjuangan tim sepanjang musim hancur hanya karena tindakan segelintir staf klub.
Promosi ke Premier League sendiri memiliki nilai finansial yang sangat besar bagi klub Championship, mulai dari hak siar hingga sponsor.
Karena itu, kegagalan promosi akibat hukuman disiplin dinilai menjadi kerugian besar bagi Southampton.
Southampton Kini Hadapi Krisis Besar
Skandal “spygate” ini tidak hanya membuat Southampton kehilangan peluang promosi.
Klub juga kini menghadapi kerusakan reputasi yang cukup serius di sepak bola Inggris.
Di tengah tekanan yang terus meningkat, Southampton harus segera memulihkan kondisi internal klub sebelum memasuki musim baru Championship.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelanggaran integritas dalam sepak bola modern kini mendapat perhatian dan hukuman yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya. (*)