Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Florentino Pérez Terancam Sanksi dari RFEF Usai Tuduh Wasit Liga Spanyol Korupsi, Situasi Real Madrid Memanas

Bihan Mokodompit • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:16 WIB
Florentino Pérez kembali bikin geger sepak bola Spanyol. Tuduhan keras soal wasit kini berujung ancaman sanksi dari RFEF. Akankah kekuasaan sang bos Real Madrid mulai goyah? (foto: Instagram/total_foot_)
Florentino Pérez kembali bikin geger sepak bola Spanyol. Tuduhan keras soal wasit kini berujung ancaman sanksi dari RFEF. Akankah kekuasaan sang bos Real Madrid mulai goyah? (foto: Instagram/total_foot_)

RADARBONANG.ID – Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola Spanyol setelah pernyataan kontroversialnya memicu polemik besar.

Bos Los Blancos tersebut kini menghadapi ancaman sanksi resmi setelah asosiasi wasit nasional Spanyol melaporkannya kepada Royal Spanish Football Federation atau RFEF.

Situasi memanas ini bermula dari konferensi pers darurat yang digelar Florentino Pérez beberapa hari setelah Real Madrid dipastikan gagal meraih gelar juara La Liga musim ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pérez secara terbuka mengkritik sistem perwasitan Spanyol dan menuding adanya ketidakadilan yang merugikan Real Madrid selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Fadli Zon Ungkap Strategi Indonesia Jadi Country of Honor di Cannes, Produksi Film Lokal Disebut Makin Berkembang

Tuduhan Florentino Pérez Picu Kontroversi Besar

Dalam konferensi pers yang langsung menyita perhatian media internasional itu, Florentino Pérez melontarkan pernyataan tajam mengenai kondisi sepak bola Spanyol.

Ia bahkan menyebut bahwa Real Madrid telah kehilangan banyak gelar akibat keputusan wasit yang dinilai tidak adil.

“Tujuh gelar liga telah dicuri,” ujar Pérez dalam pernyataan yang kemudian menjadi viral di berbagai media olahraga Eropa.

Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras karena dianggap menyerang integritas kompetisi nasional Spanyol.

Tidak berhenti sampai di situ, Pérez juga menyinggung dugaan korupsi sistemik dalam tubuh perwasitan Spanyol.

Pernyataan itu dikaitkan dengan kasus Negreira yang hingga kini masih menjadi perhatian publik sepak bola Eropa.

Kasus tersebut menyeret nama mantan pejabat Komite Teknis Wasit Federasi Sepak Bola Spanyol yang diduga menerima pembayaran dari pihak tertentu.

Namun hingga saat ini, belum ada keputusan hukum final yang menyatakan adanya praktik pengaturan pertandingan.

Meski demikian, komentar Florentino Pérez dinilai terlalu jauh karena dianggap menuduh seluruh sistem perwasitan Spanyol telah korup selama bertahun-tahun.

Asosiasi Wasit Spanyol Ambil Langkah Tegas

Asosiasi wasit nasional Spanyol atau AESAF akhirnya mengambil tindakan resmi dengan mengajukan pengaduan kepada RFEF.

Mereka menilai ucapan Florentino Pérez bukan lagi sekadar kritik terhadap keputusan pertandingan, melainkan tuduhan serius yang merusak reputasi lembaga perwasitan nasional.

Dalam pernyataan resminya, AESAF menyebut komentar sang presiden Real Madrid tidak bisa dibenarkan atas nama kebebasan berekspresi.

Menurut mereka, Pérez telah menuduh badan perwasitan melakukan tindak pidana korupsi secara sistematis selama lebih dari dua dekade.

Laporan tersebut kini sedang dipelajari oleh komite disiplin RFEF dan membuka kemungkinan adanya hukuman formal terhadap Florentino Pérez.

Kasus ini langsung menjadi topik panas di media Spanyol karena melibatkan salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia sepak bola Eropa.

Florentino Pérez Terancam Denda hingga Larangan Berkegiatan

Sejumlah media Spanyol melaporkan bahwa terdapat dua kemungkinan sanksi yang dapat dijatuhkan kepada Florentino Pérez.

Skenario pertama adalah hukuman berat berupa larangan berkegiatan dalam dunia sepak bola selama satu bulan hingga dua tahun.

Selain itu, Pérez juga berpotensi menerima denda tambahan jika terbukti melanggar kode etik federasi.

Sanksi tersebut mengacu pada aturan disiplin yang mengatur tindakan yang dianggap mencoreng martabat olahraga dan integritas kompetisi.

Namun, banyak pengamat menilai skenario yang paling realistis adalah hukuman administratif berupa denda finansial.

Jumlah denda yang disebut-sebut mencapai 3.005,06 euro atau setara sekitar Rp55 juta.

Bagi figur sekelas Florentino Pérez, nominal tersebut mungkin tidak terlalu signifikan.

Akan tetapi, dampak terhadap citra pribadi dan reputasi Real Madrid dinilai jauh lebih besar.

Apalagi situasi ini terjadi ketika tekanan terhadap manajemen klub sedang meningkat usai kegagalan meraih gelar liga musim ini.

Situasi Politik Internal Real Madrid Mulai Memanas

Di tengah polemik dengan wasit Spanyol dan RFEF, Florentino Pérez justru membuat keputusan mengejutkan dengan mengumumkan pemilihan presiden klub lebih awal.

Padahal masa jabatannya sebagai presiden Real Madrid sebenarnya masih tersisa beberapa tahun lagi.

Keputusan tersebut memicu spekulasi bahwa Pérez tengah berusaha memperkuat posisinya di tengah tekanan publik dan kontroversi yang berkembang.

Selama bertahun-tahun, Florentino Pérez memang dikenal sebagai sosok dominan di Santiago Bernabeu dan hampir tidak pernah memiliki penantang serius dalam pemilihan presiden klub.

Namun kali ini situasinya berbeda.

Nama pengusaha Spanyol, Enrique Riquelme, mulai disebut sebagai calon kuat yang siap menantang Pérez dalam perebutan kursi presiden Real Madrid.

Riquelme bahkan memberi sinyal serius terkait kemungkinan pencalonannya.

“Saya akan memutuskan dalam beberapa hari ke depan apakah akan menerima tantangan tersebut,” ujarnya kepada media lokal.

Pernyataan itu membuat dinamika politik internal Real Madrid semakin menarik untuk disorot.

Masa Depan Florentino Pérez Jadi Sorotan

Kini perhatian publik tertuju pada keputusan RFEF terkait laporan yang diajukan AESAF terhadap Florentino Pérez.

Baca Juga: Leeds United Dapat Kabar Buruk, Cedera Serius Anton Stach Ancam Peluangnya ke Piala Dunia 2026

Jika tekanan terus meningkat dan sanksi resmi benar-benar dijatuhkan, posisi sang presiden Real Madrid bisa mulai terguncang setelah bertahun-tahun mendominasi klub raksasa Spanyol tersebut.

Di sisi lain, kasus ini juga memperlihatkan betapa panasnya tensi sepak bola Spanyol, terutama setelah berbagai kontroversi perwasitan terus menjadi bahan perdebatan dalam beberapa musim terakhir.

Publik kini menunggu apakah badai kritik dan polemik ini akan benar-benar menggoyang kekuasaan panjang Florentino Pérez di Santiago Bernabeu atau justru memperkuat posisinya sebagai sosok paling berpengaruh di Real Madrid.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Florentino Perez #RFEF #wasit Liga Spanyol #kontroversi La Liga #Real Madrid