Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Usai Dua Kekalahan di Derby Jawa Timur, Arema FC Dituntut Bangkit dan Sapu Bersih Sisa Pertandingan

Bihan Mokodompit • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:15 WIB
Tim Arema FC di pertandingan BRI Super League 2025/2026. (Sumber foto: Instagram/aremafcoffofficial)
Tim Arema FC di pertandingan BRI Super League 2025/2026. (Sumber foto: Instagram/aremafcoffofficial)

RADARBONANG.ID – Kekecewaan besar tengah dirasakan publik Malang setelah Arema FC kembali menelan hasil buruk dalam dua laga beruntun di ajang Derby Jawa Timur.

Rentetan kekalahan tersebut membuat performa tim berjuluk Singo Edan menjadi sorotan tajam dari para pendukungnya.

Banyak suporter menilai hasil tersebut tidak sebanding dengan ekspektasi besar yang selama ini diberikan kepada tim kebanggaan Malang itu.

Situasi memanas setelah ribuan pendukung yang tergabung dalam Aremania menggelar aksi damai di depan kantor Arema FC di Jalan Mayjen Panjaitan, Malang, pada Minggu lalu.

Baca Juga: Bukan Cedera, Plester di Telinga Pemain Bayern Munchen Ternyata Bagian dari Teknologi Modern Sepak Bola

Meski berlangsung tertib, aksi tersebut sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Aremania Luapkan Kekecewaan

Gelombang protes dari Aremania muncul setelah Singo Edan gagal meraih hasil positif dalam dua pertandingan Derby Jawa Timur yang dianggap sangat penting bagi harga diri klub.

Bagi para pendukung, laga derby bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan duel penuh gengsi yang selalu menjadi perhatian besar publik sepak bola Jawa Timur.

Karena itu, dua kekalahan beruntun membuat banyak suporter merasa kecewa dan mendesak manajemen segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan pihak manajemen memahami reaksi yang ditunjukkan Aremania.

Menurutnya, kritik yang disampaikan suporter merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi klub.

“Apapun bentuk reaksi Aremania, pihaknya sangat menghargai. Yang terpenting, kita tetap menjaga kondusivitas dan dijauhkan dari tindakan destruktif,” ujar Yusrinal.

Aksi Damai Diapresiasi Manajemen

Pihak manajemen Arema FC juga mengapresiasi aksi yang berlangsung secara damai dan tertib.

Sebelumnya, sejumlah perwakilan klub menemui massa aksi untuk mendengarkan langsung tuntutan dan aspirasi para suporter.

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Bagaskara Wakid, menyebut pihaknya menerima semua masukan yang diberikan Aremania terkait performa tim.

“Intinya kami mendengar aspirasi dari teman-teman, menyampaikan keluh kesahnya, kecewanya Aremania,” kata Munif.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Malang, terutama pengguna jalan yang aktivitasnya sempat terganggu akibat aksi tersebut.

“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Malang terutama para pengguna jalan yang sempat terganggu aktivitasnya akibat aksi tersebut,” lanjutnya.

Arema FC Diminta Segera Bangkit

Meski posisi Arema FC saat ini dinilai relatif aman dari ancaman degradasi, manajemen klub menegaskan tim tidak boleh terlena.

Dua hasil buruk dalam Derby Jawa Timur justru dijadikan momentum evaluasi besar-besaran untuk memperbaiki performa tim pada sisa kompetisi musim ini.

Manajemen disebut telah meminta jajaran pelatih dan pemain segera melakukan pembenahan di berbagai lini agar Singo Edan mampu kembali tampil kompetitif.

Menurut Yusrinal, evaluasi saja tidak cukup jika tidak dibarengi hasil nyata di lapangan.

Karena itu, manajemen memberikan target tegas kepada tim untuk meraih poin maksimal pada empat pertandingan tersisa.

Target Sapu Bersih Empat Laga

Arema FC kini memasang target menyapu bersih empat pertandingan sisa musim ini, baik saat bermain di kandang maupun tandang.

“Kami instruksikan dengan jelas, empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal,” tegas Yusrinal.

Target tersebut menjadi bentuk tanggung jawab profesional seluruh elemen tim setelah rentetan hasil mengecewakan dalam Derby Jawa Timur.

Manajemen berharap seluruh pemain mampu menjadikan tekanan dan kritik suporter sebagai motivasi untuk bangkit.

Harapan Besar dari Aremania

Di tengah situasi sulit yang dihadapi tim, Arema FC tetap berharap dukungan dari Aremania terus mengalir hingga kompetisi berakhir.

Baca Juga: Seni Menolak Tawaran di Dunia Kerja, Skill Penting yang Sering Diabaikan tapi Berdampak Besar

Manajemen menilai loyalitas dan kecintaan suporter menjadi salah satu kekuatan terbesar Singo Edan dalam menghadapi tekanan musim ini.

“Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respek dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Mari kita hadapi sisa musim ini bersama dan tunjukkan bahwa Arema adalah tim yang besar,” pungkas Yusrinal.

Kini, publik Malang menunggu bagaimana respons para pemain Arema FC di lapangan.

Empat laga tersisa akan menjadi penentu apakah Singo Edan mampu bangkit dan mengembalikan kepercayaan Aremania setelah dua hasil buruk di Derby Jawa Timur. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Derby Jawa Timur #Aremania #Arema target sapu bersih #singo edan #arema fc