Piala Dunia 2026 Berubah Total, FIFA Tambah Hadiah di Tengah Polemik Pajak Peserta

Bihan Mokodompit • Dipublikasikan Selasa, 28 April 2026 | 16:56 WIB
Hadiah naik, tapi masalah pajak belum selesai! Piala Dunia 2026 jadi turnamen paling kompleks dalam sejarah. (Ilustrasi trofi piala dunia: Instagram/fifa)
Hadiah naik, tapi masalah pajak belum selesai! Piala Dunia 2026 jadi turnamen paling kompleks dalam sejarah. (Ilustrasi trofi piala dunia: Instagram/fifa)

 

RADARBONANG.ID – Perubahan besar terjadi pada Piala Dunia FIFA 2026 setelah FIFA mengambil sejumlah keputusan strategis yang berdampak luas bagi seluruh peserta.

Turnamen edisi 2026 akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, dengan melibatkan 48 negara.

Format baru ini tidak hanya mengubah struktur kompetisi, tetapi juga membawa konsekuensi signifikan dari sisi finansial.

Format Baru Picu Tantangan Baru

Penambahan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim membuat skala turnamen meningkat drastis.

Baca Juga: Sering Overthinking? Ilmuwan Ungkap Alasan Biologis Tubuh Mudah Lelah dan Cema

Hal ini berdampak pada kebutuhan logistik yang lebih besar, termasuk perjalanan, akomodasi, hingga operasional tim selama turnamen berlangsung.

Dengan wilayah penyelenggaraan yang mencakup beberapa negara, kompleksitas distribusi tim juga meningkat.

Situasi ini membuat banyak asosiasi sepak bola mulai menghitung ulang kesiapan finansial mereka.

Polemik Pajak Jadi Sorotan

Salah satu isu utama yang mencuat adalah persoalan pajak yang harus ditanggung oleh negara peserta.

Tidak semua negara memiliki perjanjian penghindaran pajak berganda atau Double Taxation Agreement (DTA) dengan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah utama.

Dari total 48 peserta, hanya sekitar 18 negara yang memiliki perjanjian tersebut.

Artinya, sebagian besar tim berpotensi dikenakan pajak federal atas pendapatan yang diperoleh selama turnamen.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa negara tertentu bisa mengalami kerugian finansial, bahkan jika mereka berhasil melaju jauh di kompetisi.

FIFA Tambah Hadiah sebagai Solusi

Menanggapi kekhawatiran tersebut, FIFA mengambil langkah dengan meningkatkan total hadiah turnamen.

Sebelumnya, total hadiah telah ditetapkan sebesar 727 juta dolar AS. Setiap tim peserta dipastikan menerima minimal 10,5 juta dolar AS.

Sementara itu, tim juara berpotensi mendapatkan hingga 50 juta dolar AS, menjadikannya salah satu hadiah terbesar dalam sejarah sepak bola.

Kini, FIFA kembali membuka kemungkinan untuk menambah nilai hadiah dan kontribusi finansial bagi peserta sebagai bentuk dukungan tambahan.

Langkah ini diharapkan mampu menyeimbangkan beban biaya yang harus ditanggung oleh masing-masing negara.

Dukungan Dana untuk Pengembangan Sepak Bola

Selain peningkatan hadiah, FIFA juga memperkuat komitmennya melalui program pengembangan global.

Melalui FIFA Forward, sebanyak 211 asosiasi anggota akan menerima dukungan pendanaan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, pembinaan pemain, serta pengembangan sepak bola di berbagai negara.

Dengan adanya dukungan ini, FIFA berharap pertumbuhan sepak bola dapat terjadi secara merata di seluruh dunia.

Posisi Keuangan FIFA yang Kuat

Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa mereka berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat.

Hal ini memungkinkan organisasi tersebut untuk meningkatkan kontribusi finansial kepada peserta sekaligus memperluas program pengembangan.

FIFA juga menyebut bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi titik penting dalam sejarah kontribusi finansial terhadap komunitas sepak bola global.

Tantangan yang Belum Terselesaikan

Meski langkah peningkatan hadiah dinilai positif, persoalan pajak belum sepenuhnya teratasi.

Upaya FIFA untuk mendapatkan pembebasan pajak seperti pada edisi-edisi sebelumnya tidak membuahkan hasil untuk turnamen kali ini.

Hal ini membuat beberapa negara, terutama yang tidak memiliki perjanjian pajak dengan Amerika Serikat, tetap menghadapi risiko beban finansial yang tinggi.

Sebaliknya, negara tuan rumah seperti Kanada dan Meksiko tidak mengalami kendala serupa karena telah memiliki sistem perjanjian pajak yang mendukung.

Kompleksitas Turnamen Modern

Perubahan yang terjadi pada Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa turnamen sepak bola modern tidak hanya berkutat pada aspek olahraga semata.

Faktor ekonomi, regulasi, hingga kebijakan internasional kini menjadi bagian penting yang menentukan jalannya kompetisi.

Keputusan FIFA untuk menambah hadiah menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan, namun belum sepenuhnya menyelesaikan seluruh persoalan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Buah Segar, Nanas Ternyata Ampuh Bantu Turunkan Berat Badan

Masa Depan Piala Dunia

Dengan segala perubahan yang ada, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling kompleks dalam sejarah.

Di satu sisi, turnamen ini membuka peluang lebih besar bagi banyak negara untuk berpartisipasi. Namun di sisi lain, tantangan finansial menjadi isu yang tidak bisa diabaikan.

Langkah FIFA dalam menyesuaikan kebijakan menunjukkan upaya untuk menjaga keberlanjutan kompetisi.

Ke depan, keseimbangan antara aspek olahraga dan ekonomi akan menjadi kunci dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan turnamen global seperti Piala Dunia. 

 
Editor : Muhammad Azlan Syah
Piala Dunia 2026 hadiah FIFA pajak peserta Piala Dunia format 48 tim FIFA FIFA Forward program kontroversi Piala Dunia 2026