Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Masa Depan Raheem Sterling di Feyenoord Terancam, Kritik Tajam Bermunculan

Bihan Mokodompit • Rabu, 15 April 2026 | 11:35 WIB
Performa minim membuat masa depan Raheem Sterling di Feyenoord kini dipertanyakan. (Instagram/sterling7)
Performa minim membuat masa depan Raheem Sterling di Feyenoord kini dipertanyakan. (Instagram/sterling7)

 

RADARBONANG.ID – Masa depan Raheem Sterling bersama Feyenoord kini menjadi sorotan publik sepak bola Eropa.

Performa yang belum maksimal sejak kedatangannya pada Februari lalu memicu berbagai kritik dan spekulasi terkait kelanjutan kariernya di klub Eredivisie tersebut.

Di tengah ekspektasi besar sebagai pemain berpengalaman, Sterling justru menghadapi tekanan yang tidak ringan.

Adaptasi yang tidak berjalan mulus membuat posisinya di dalam tim mulai dipertanyakan.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 17.100 per Dolar AS, Wamenkeu Sebut Kondisi APBN Masih Aman Terkendali

Adaptasi Sulit di Awal Perjalanan

Kedatangan Sterling ke Feyenoord terjadi setelah ia berpisah dengan Chelsea FC dalam kondisi yang kurang ideal.

Ia sempat menjalani periode tanpa klub sebelum akhirnya menerima kontrak jangka pendek hingga akhir musim.

Namun, perjalanan awalnya di Belanda tidak berjalan lancar.

Proses adaptasi Sterling sempat terganggu oleh persoalan administratif, termasuk izin kerja yang belum sepenuhnya rampung.

Bahkan, Feyenoord harus mengalihkan lokasi latihan ke Belgia agar Sterling tetap bisa berlatih bersama tim.

Kondisi ini tentu tidak ideal bagi seorang pemain yang sedang mencoba membangun kembali ritme permainan.

Sterling akhirnya menjalani debut saat menghadapi Telstar, namun performanya masih jauh dari harapan.

Statistik Minim, Tekanan Meningkat

Dalam enam pertandingan awalnya bersama Feyenoord, Sterling baru mencatatkan satu assist, yang terjadi saat timnya meraih kemenangan atas Excelsior.

Hingga saat ini, ia belum berhasil mencetak gol. Catatan tersebut menjadi sorotan, mengingat reputasinya sebagai pemain dengan kemampuan ofensif tinggi.

Minimnya kontribusi ini membuat posisinya mulai terancam. Bahkan, dalam laga melawan NEC Nijmegen, Sterling tidak dimainkan sama sekali dan hanya menghangatkan bangku cadangan.

Situasi ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadapnya mulai menurun, setidaknya untuk saat ini.

Kritik Tajam dari Pengamat Belanda

Sejumlah pengamat sepak bola Belanda mulai angkat bicara. Jurnalis NOS, Arno Vermeulen, menilai bahwa Sterling sudah melewati masa terbaiknya.

Menurutnya, pemain asal Inggris itu kesulitan mengikuti intensitas permainan di level kompetitif saat ini.

Ia bahkan menyebut keputusan untuk tidak memasukkan Sterling ke starting eleven sebagai langkah realistis demi kepentingan tim.

Pandangan serupa disampaikan oleh mantan pemain Ajax Amsterdam, Kenneth Perez

Ia menilai Sterling tidak cocok dengan gaya bermain yang diinginkan pelatih.

Menurut Perez, Sterling kini dinilai kehilangan kecepatan serta kekuatan dalam duel, dua aspek yang menjadi kunci dalam sepak bola modern.

Kritik paling tajam datang dari Jeroen Elshoff dalam podcast NOS. Ia menyebut kontribusi Sterling sangat minim dan meragukan peluangnya untuk kembali ke starting line-up dalam waktu dekat.

Dinilai Tidak Sesuai Taktik

Masalah lain yang dihadapi Sterling adalah ketidaksesuaian dengan sistem permainan tim.

Pelatih Robin van Persie menginginkan permainan yang cepat, disiplin, dan penuh tekanan.

Namun, kondisi fisik dan performa Sterling saat ini dinilai belum mampu memenuhi tuntutan tersebut.

Ia lebih sering terlihat kesulitan dalam mengikuti tempo permainan, terutama saat tim kehilangan bola dan harus segera melakukan pressing.

Hal ini membuat perannya di lapangan menjadi kurang efektif dibandingkan pemain lain yang lebih siap secara fisik dan taktik.

Pembelaan dari Pelatih

Di tengah derasnya kritik, Robin van Persie memberikan pembelaan terhadap Sterling. Ia menilai banyak pihak tidak memahami konteks yang dihadapi pemain tersebut.

Menurutnya, Sterling baru kembali bermain setelah lama absen dari kompetisi.

Selain itu, ia juga tidak menjalani latihan tim secara penuh selama beberapa bulan sebelumnya.

Van Persie menegaskan bahwa ekspektasi terhadap pemain kelas dunia memang tinggi, tetapi penilaian harus dilakukan secara adil dan mempertimbangkan kondisi yang ada.

Ia masih membuka peluang bagi Sterling untuk membuktikan diri, asalkan diberi waktu dan kesempatan yang cukup.

Masa Depan Masih Tanda Tanya

Kontrak Sterling bersama Feyenoord hanya berlaku hingga akhir musim ini.

Hal ini membuat masa depannya semakin tidak pasti, terutama jika performanya tidak segera membaik.

Di sisi lain, Feyenoord masih berada dalam persaingan papan atas Eredivisie dan membutuhkan pemain yang siap memberikan kontribusi maksimal di setiap pertandingan.

Baca Juga: PLN Pastikan Cadangan Batu Bara Aman, Mampu Topang Operasi Listrik Hingga 15 Hari

Laga selanjutnya melawan FC Groningen bisa menjadi momen penting bagi Sterling. Penampilannya dalam pertandingan tersebut berpotensi menentukan apakah ia masih memiliki tempat di tim atau tidak.

Situasi yang dihadapi Raheem Sterling di Feyenoord menjadi gambaran betapa kerasnya persaingan di level tertinggi sepak bola.

Nama besar dan pengalaman tidak selalu menjamin kesuksesan jika tidak diimbangi dengan performa yang konsisten.

Kini, Sterling berada di persimpangan karier. Ia harus segera bangkit dan membuktikan kualitasnya jika ingin mempertahankan tempat di tim.

Jika tidak, masa singkatnya di Feyenoord bisa berakhir tanpa kesan berarti—sebuah kemungkinan yang tentu tidak diharapkan oleh pemain maupun klub.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Raheem Sterling Feyenoord #performa Sterling #kritik Sterling #Feyenoord Eredivisie #masa depan Sterling