RADARBONANG.ID – Dunia teknologi kembali dikejutkan dengan inovasi terbaru dari para ilmuwan China yang berhasil mengembangkan metode penyimpanan data menggunakan materi genetik atau DNA.
Teknologi ini memungkinkan data digital seperti lagu dan foto disimpan dalam untaian DNA yang dikemas dalam bentuk pita panjang, yang dikenal sebagai DNA Cassette Tape.
Kapasitas Penyimpanan Super Besar
Dalam pengembangannya, para peneliti menciptakan pita DNA sepanjang 100 meter yang mampu menyimpan data setara dengan sekitar 3 miliar lagu.
Baca Juga: Saat Pikiran Terlalu Penuh, 4 Langkah Sederhana Ini Bisa Membuat Hidup Lebih Tenang
Jika panjang pita diperluas hingga 1 kilometer, kapasitasnya diperkirakan dapat mencapai 362 ribu terabyte atau setara dengan sekitar 60 miliar foto.
Angka ini jauh melampaui kemampuan perangkat penyimpanan konvensional seperti laptop maupun ponsel pintar yang rata-rata hanya memiliki kapasitas antara 0,5 hingga 2 TB.
Temuan ini menunjukkan potensi besar DNA sebagai media penyimpanan data masa depan dengan kepadatan informasi yang sangat tinggi.
Desain Inovatif dan Efisien
Dalam studi yang dipublikasikan melalui Live Science, para peneliti menjelaskan bahwa desain pita DNA ini memungkinkan optimalisasi ruang fisik secara maksimal.
Semakin panjang pita yang digunakan, semakin besar pula kapasitas penyimpanan yang dapat dicapai.
Pendekatan ini membuka peluang baru dalam pengelolaan data skala besar di masa depan.
Ketahanan Data hingga Ribuan Tahun
Selain kapasitas yang luar biasa, teknologi ini juga menawarkan daya tahan tinggi.
Molekul DNA disimpan dalam kerangka pelindung berbasis Metal-Organic Framework (MOF) yang berfungsi menjaga stabilitas data.
Dengan sistem ini, data diperkirakan dapat bertahan lebih dari 345 tahun pada suhu ruangan, bahkan hingga 20 ribu tahun jika disimpan pada suhu nol derajat Celsius.
Keunggulan ini menjadikan DNA sebagai salah satu kandidat kuat untuk penyimpanan arsip jangka panjang.
Bisa Diperbaiki Secara Sederhana
Keunikan lain dari teknologi ini adalah daya tahan fisik pita yang cukup fleksibel.
Jika terjadi kerusakan, pita DNA bahkan dapat diperbaiki menggunakan perekat sederhana seperti selotip transparan.
Hal ini menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan media penyimpanan konvensional yang cenderung sulit diperbaiki jika mengalami kerusakan fisik.
Cara Kerja Mirip Kaset Klasik
Proses penyimpanan dan pembacaan data dilakukan dengan sistem yang cukup unik. Setiap segmen pita dilengkapi kode batang sebagai penanda lokasi file.
Untuk membaca data, digunakan perangkat yang bekerja mirip pemutar kaset, di mana kamera akan memindai pita yang bergerak untuk menemukan file yang diinginkan.
Setelah ditemukan, bagian pita tersebut direndam dalam larutan basa khusus untuk melepaskan molekul DNA dari strukturnya.
Tahap akhir adalah proses sequencing, yaitu membaca urutan basa DNA dan menerjemahkannya kembali menjadi data digital utuh.
Baca Juga: Alasan Kenapa Project Based Learning Semakin Banyak Diterapkan di Sekolah
Masa Depan Penyimpanan Data
Inovasi ini membuka peluang besar bagi perkembangan teknologi penyimpanan data di masa depan.
Dengan kapasitas besar, daya tahan tinggi, serta efisiensi ruang, DNA berpotensi menggantikan media penyimpanan konvensional.
Meski masih dalam tahap pengembangan, teknologi ini menjadi langkah awal menuju sistem penyimpanan yang lebih canggih dan berkelanjutan.
Jika terus dikembangkan, bukan tidak mungkin di masa depan seluruh arsip digital manusia—mulai dari musik hingga dokumentasi visual—dapat disimpan dalam untaian DNA yang nyaris abadi. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah