RADARBONANG.ID – Kabar mengenai Joachim Löw yang akan menangani Timnas Ghana semakin menguat.
Pelatih asal Jerman tersebut dilaporkan tengah menjalani tahap negosiasi lanjutan dengan federasi sepak bola Ghana.
Isu ini langsung menjadi sorotan publik sepak bola dunia, mengingat Löw sudah cukup lama tidak aktif melatih sejak meninggalkan Timnas Jerman pada tahun 2021.
Baca Juga: Unik! Bunga Hias Seperti Tulip dan Lily Dijual dalam Bentuk Umbi di Belanda
Peluang Kembali ke Panggung Internasional
Munculnya kabar ini tak lepas dari persiapan menuju Piala Dunia FIFA 2026. Pengalaman panjang Löw di turnamen besar menjadi daya tarik utama bagi Ghana.
Selama melatih Jerman, ia sukses mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2014 dan dikenal sebagai pelatih yang mampu menjaga konsistensi tim di level tertinggi.
Jika kesepakatan tercapai, Löw dikabarkan akan menerima gaji sekitar 150.000 euro per bulan atau setara Rp2,6 miliar.
Nilai tersebut dinilai sepadan dengan pengalaman dan reputasinya.
Pemecatan Otto Addo Jadi Titik Awal
Peluang ini terbuka setelah Otto Addo resmi diberhentikan dari posisi pelatih kepala. Keputusan tersebut diambil oleh Asosiasi Sepak Bola Ghana setelah tim mengalami empat kekalahan beruntun.
Pemecatan yang terjadi hanya 72 hari sebelum turnamen menjadi sinyal kuat bahwa Ghana ingin melakukan perubahan besar dalam strategi tim.
Federasi menyatakan akan segera menentukan arah teknis baru bagi skuad Black Stars, membuka peluang bagi pelatih berpengalaman seperti Löw.
Tantangan Berat di Fase Grup
Jika resmi ditunjuk, Löw akan langsung menghadapi tantangan berat. Ghana tergabung dalam grup sulit bersama Timnas Inggris, Timnas Kroasia, dan Timnas Panama.
Laga pembuka melawan Panama menjadi krusial sebelum menghadapi dua tim kuat Eropa. Situasi ini membuat keputusan pemilihan pelatih menjadi sangat penting bagi peluang Ghana.
Sinyal Positif dari Joachim Löw
Dalam wawancara sebelumnya, Löw mengakui mulai membuka diri untuk kembali melatih tim nasional.
Ia menyebut bahwa kini dirinya siap mempertimbangkan tawaran yang menarik dan sesuai dengan pengalamannya dalam menangani turnamen besar.
Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi bahwa peluangnya menangani Ghana bukan sekadar rumor.
Refleksi Usai Tinggalkan Jerman
Löw juga sempat mengungkapkan bahwa dirinya mungkin terlalu lama bertahan di kursi pelatih Jerman.
Ia menilai seharusnya mundur lebih cepat, tepatnya setelah Piala Dunia 2018, untuk memberi ruang bagi generasi baru.
Pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran berharga jika ia kembali ke dunia kepelatihan bersama Ghana.
Baca Juga: Netizen Indonesia Sulit Dinasehati? Ini 5 Penyebab Utamanya Menurut Perspektif Sosial
Penentu Arah Ghana di 2026
Kehadiran pelatih sekelas Joachim Löw diyakini dapat membawa perubahan signifikan bagi performa Ghana.
Dengan pengalaman, strategi, serta rekam jejaknya di level tertinggi, ia berpotensi meningkatkan daya saing tim di panggung dunia.
Kini, publik sepak bola hanya tinggal menunggu keputusan resmi dari federasi terkait siapa yang akan memimpin Ghana di Piala Dunia 2026.
Editor : Muhammad Azlan Syah