RADARBONANG.ID – Polemik mengenai penggunaan sporran oleh pendukung Skotlandia di ajang Piala Dunia FIFA 2026 akhirnya terjawab.
FIFA memastikan aksesori tradisional tersebut tetap diizinkan masuk stadion selama melalui prosedur pemeriksaan keamanan standar.
Keputusan ini menjadi kabar baik bagi para suporter Skotlandia yang berencana hadir langsung di Amerika Serikat untuk mendukung tim kesayangan mereka.
Lolos ke Putaran Final Setelah 28 Tahun
Tim nasional Skotlandia memastikan tiket ke putaran final setelah menorehkan kemenangan 4-2 atas Denmark national football team dalam laga penentuan.
Hasil tersebut mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1998.
Di fase grup Piala Dunia 2026, Skotlandia tergabung bersama Haiti national football team, Brazil national football team, dan Morocco national football team.
Dua laga awal dijadwalkan berlangsung di Gillette Stadium sebelum menghadapi Brasil di Miami.
Antusiasme pendukung Skotlandia diprediksi sangat besar. Kelompok suporter yang dikenal sebagai Tartan Army disebut siap memadati stadion di berbagai kota tuan rumah.
Aturan Stadion dan Kekhawatiran Soal Sporran
Sebelumnya, muncul kekhawatiran terkait aturan tas yang diterapkan di stadion-stadion Amerika Serikat.
Regulasi setempat mengatur bahwa tas besar harus berbahan plastik transparan dengan ukuran maksimal 30 cm x 30 cm x 15 cm. Sementara tas kecil yang tidak transparan dibatasi hanya 11 cm x 16,5 cm.
Aturan tersebut memicu pertanyaan karena sporran—aksesori khas yang dikenakan di bagian depan kilt—berfungsi sebagai dompet dan biasanya terbuat dari kulit, terkadang dihiasi bulu hewan atau rumbai.
Sebagai bagian penting dari budaya Skotlandia, sporran tidak hanya sekadar pelengkap busana, tetapi simbol identitas nasional.
Karena itu, muncul kekhawatiran bahwa petugas keamanan akan menyitanya saat pemeriksaan masuk stadion.
FIFA Beri Kepastian Resmi
Setelah melakukan dialog dengan FIFA, Asosiasi Sepak Bola Skotlandia memastikan bahwa sporran tetap diizinkan masuk stadion.
Mengutip laporan BBC, juru bicara asosiasi menyampaikan bahwa FIFA telah mengonfirmasi sporran dapat dibawa masuk setelah melalui prosedur pemeriksaan dan penggeledahan standar.
FIFA juga disebut akan bekerja sama dengan pihak Skotlandia untuk memberikan pemahaman kepada petugas pertandingan di kota-kota seperti Boston dan Miami, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman saat pemeriksaan keamanan.
Dengan kepastian ini, sporran tidak akan otomatis dianggap melanggar aturan, melainkan diperlakukan sebagai bagian dari atribut budaya yang sah.
Identitas Budaya Tetap Terjaga
Kepastian bahwa sporran diizinkan semakin menambah semangat jelang laga pembuka.
Pertandingan pertama Skotlandia dijadwalkan berlangsung pukul 02.00 dini hari waktu Inggris, sementara dua laga berikutnya dimainkan pukul 23.00 waktu Inggris.
Meski jam pertandingan kurang bersahabat bagi penonton di tanah air, para pendukung dipastikan tetap memberikan dukungan penuh.
Baca Juga: TECNO Camon 50 Resmi Masuk Indonesia: Layar AMOLED 144 Hz & Kamera Sony 50 MP
Keikutsertaan Skotlandia di Piala Dunia 2026 bukan sekadar partisipasi, tetapi juga simbol kebangkitan generasi baru sepak bola mereka.
Lebih dari itu, keputusan FIFA menunjukkan bahwa sepak bola internasional tetap memberi ruang bagi ekspresi budaya suporter.
Sporran mungkin hanya aksesori kecil, tetapi bagi pendukung Skotlandia, ia merepresentasikan sejarah, tradisi, dan kebanggaan nasional.
Dengan diizinkannya sporran di stadion, identitas budaya mereka tetap dapat tampil di panggung sepak bola dunia.
Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa turnamen sebesar Piala Dunia bukan hanya tentang pertandingan di lapangan, melainkan juga tentang keberagaman budaya yang menyatukan para penggemar dari berbagai penjuru dunia.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah