RADARBONANG.ID - Dengan regulasi baru mesin yang akan mulai diberlakukan pada musim 2026, sejumlah pembalap mulai memberikan prediksi mengenai dampak besar yang akan terjadi pada karakter balapan.
Lando Norris menjadi salah satu yang menyampaikan kekhawatirannya, terutama soal proses start yang dinilai bakal jauh lebih rumit dibanding era sebelumnya.
Regulasi mesin baru mengharuskan porsi energi listrik yang lebih besar.
Sementara jumlah tenaga dari mesin pembakaran internal akan berkurang.
Rasio tenaga baru ini membuat mobil akan lebih mengandalkan baterai dalam fase akselerasi awal, termasuk saat lampu start padam.
Perubahan inilah yang menurut Norris berpotensi menciptakan ketidakpastian.
Norris menjelaskan bahwa tantangan bukan hanya terletak pada pembagian tenaga, tetapi juga bagaimana pembalap harus mengatur suhu baterai, level energi, hingga waktu pelepasan daya listrik yang tepat.
Pada era sebelumnya, kendala terbesar di start biasanya hanya terkait temperatur ban dan respons pedal gas.
Namun pada 2026, pembalap harus mengingat banyak variabel sekaligus sambil menjaga fokus terhadap kondisi sekitar.
Para insinyur memperkirakan bahwa potensi selisih performa antara baterai yang optimal dan yang tidak dapat mencapai beberapa meter dalam hitungan detik pertama.
Ini berarti, kesalahan kecil dalam manajemen energi bisa menyebabkan start buruk meski mobil memiliki keunggulan di trek.
Baca Juga: Petualangan Baru Ivar Jenner: Bekal Eropa untuk Dewa United di Sisa Musim Super League
Norris memprediksi akan ada lebih banyak variasi posisi setelah start, terutama pada tim yang masih mencari setelan ideal.
Tidak hanya pembalap, tim juga harus melakukan adaptasi besar-besaran.
Simulasi start akan menjadi salah satu aspek terpenting selama tes pramusim.
Mengingat setiap tim harus menyusun manajemen energi khusus untuk menghadapi berbagai kondisi: cuaca dingin, panas, ban baru, maupun saat mobil penuh bahan bakar.
Regulasi baru juga meminimalisasi bantuan mekanis yang sebelumnya turut membantu pembalap dalam pengelolaan tenaga.
Meski terlihat menantang, Norris menilai sisi positifnya adalah peningkatan kompetisi.
Baca Juga: Biliar Lepas dari Stigma Negatif, Pemerintah Dorong Jadi Olahraga Prestasi Anak Muda
Start yang tidak mudah diprediksi dapat memberikan peluang bagi tim menengah untuk meraih posisi lebih baik di awal balapan.
“Akan ada momen-momen chaos, mungkin beberapa start terlihat kacau, tapi ini sekaligus membuka peluang bagi banyak tim,” ujar Norris dalam wawancara terbarunya.
FIA sendiri mengklaim bahwa regulasi 2026 dibuat untuk mendorong efisiensi energi dan meningkatkan relevansi teknologi terhadap mobil jalan raya.
Namun adaptasi teknis yang rumit tidak bisa dihindari, setidaknya dalam satu atau dua musim pertama.
Beberapa analis bahkan memprediksi akan terjadi lebih banyak insiden di tikungan pertama akibat mobil yang kehilangan output tenaga pada momen tertentu.
Pada akhirnya, apa yang disampaikan Norris bukan sekadar kekhawatiran, melainkan gambaran realistis tentang transisi ke era baru Formula 1.
Pembalap, tim, dan penggemar harus siap menyaksikan dinamika berbeda yang mungkin belum pernah terlihat sebelumnya.
Dan jika prediksi Norris benar, musim 2026 bisa menjadi salah satu musim paling tak terduga dalam sejarah modern F1.
Editor : Adib Turmudzi