RADARBONANG.ID – Keputusan Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC) untuk menarik diri dari delapan cabang olahraga pada SEA Games 2025 di Thailand menjadi sorotan besar di kawasan Asia Tenggara.
Langkah ini dinilai mendadak, mengingat sebelumnya Kamboja telah mendaftar untuk mengikuti lebih dari 20 cabang.
Namun, perubahan besar tersebut ternyata dilandasi alasan serius, terutama menyangkut keamanan dan kondisi geopolitik yang sedang tidak stabil.
Baca Juga: Ronaldo Akui Gaya Rambut 2002 “Kesalahan Besar”: Minta Maaf kepada Seluruh Ibu di Dunia
Kekhawatiran Keamanan Jadi Alasan Utama
NOCC dalam pernyataan resminya menyebut bahwa keputusan mundur ini diambil karena adanya kekhawatiran serius terkait keselamatan atlet dan ofisial.
Sejumlah faktor memperkuat keputusan tersebut, termasuk ketegangan perbatasan antara Kamboja dan Thailand yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Meskipun tidak disebutkan secara terbuka sebagai alasan utama, sejumlah analis menilai bahwa situasi politik dan militer di perbatasan memengaruhi rasa aman bagi delegasi Kamboja jika tetap bertanding penuh di Thailand.
Selain itu, kondisi cuaca buruk di beberapa provinsi tuan rumah—mulai dari banjir hingga relokasi venue—membuat persiapan dan mobilitas atlet dianggap terlalu berisiko.
Delapan Cabang yang Ditinggalkan Kamboja
Ada delapan cabang olahraga yang secara resmi dibatalkan keikutsertaannya oleh Kamboja, yaitu judo, karate, pencak silat, gulat, wushu, petanque, sepak bola, dan sepak takraw.
Beberapa di antaranya merupakan cabang populer di Asia Tenggara yang biasanya menjadi ajang kompetitif bagi banyak negara.
Dengan pengurangan ini, Kamboja kini hanya akan mengirimkan atlet untuk 13 cabang olahraga.
Cabang yang tetap diikuti antara lain renang, atletik, e-sports, taekwondo, senam, jujitsu, anggar, serta beberapa olahraga individu lainnya. Jumlah atlet dan ofisial yang dikirim juga dipangkas drastis dari rencana awal.
Situasi Banjir dan Relokasi Venue Ikut Menambah Risiko
Selain alasan geopolitik, faktor cuaca turut menjadi penyokong keputusan NOCC. Beberapa area penyelenggaraan SEA Games di Thailand mengalami cuaca ekstrem menjelang persiapan akhir. Banjir di kawasan selatan menyebabkan sejumlah venue harus dipindahkan ke daerah lain.
Tentu saja, relokasi mendadak membuat logistik kontingen peserta semakin rumit. Kamboja menilai bahwa perubahan-perubahan tersebut dapat berdampak pada keselamatan dan kenyamanan delegasi, terutama karena transportasi dan akomodasi menjadi lebih tidak stabil.
Dampak Bagi SEA Games dan Negara Peserta Lain
Mundurnya Kamboja dari delapan cabang olahraga tidak hanya berdampak pada negara tersebut, tetapi juga pada penyelenggara.
Absennya tim Kamboja di cabang beregu seperti sepak bola, sepak takraw, atau pencak silat berpotensi mengubah komposisi grup dan jadwal pertandingan yang sudah disusun sebelumnya.
Bagi kompetisi, hilangnya satu negara peserta dalam beberapa nomor berarti perubahan dinamika persaingan dan peluang medali.
Sementara bagi Kamboja, keputusan ini bisa mengurangi peluang mereka menambah koleksi medali, terutama di cabor yang sebelumnya pernah mereka ungguli.
Meskipun begitu, sejumlah pihak memahami bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama.
Kamboja menegaskan bahwa keputusan ini, meski berat, dibuat untuk melindungi delegasi yang akan dikirim.
Baca Juga: Prediksi Tren Pernikahan 2026: Era Baru Sajian Elegansi dan Kedekatan Emosional
Keputusan Berat, tetapi Dinilai Bijak
Banyak warga Kamboja dan pemerhati olahraga melihat keputusan NOCC sebagai langkah realistis.
Mengirim ratusan atlet di tengah kondisi tidak stabil dinilai terlalu berisiko.
Dalam pernyataannya, NOCC berharap seluruh negara peserta dapat memahami keputusan tersebut dan tetap menjaga semangat kebersamaan dalam ajang regional ini.
Bagi atlet Kamboja, kesempatan mereka untuk tampil di panggung internasional memang harus berkurang tahun ini.
Namun, pihak federasi memastikan bahwa pembinaan atlet tidak akan berhenti dan mereka akan kembali untuk kompetisi berikutnya dengan persiapan yang lebih baik.
Editor : Muhammad Azlan Syah