Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ronaldo Akui Gaya Rambut 2002 “Kesalahan Besar”: Minta Maaf kepada Seluruh Ibu di Dunia

Muhammad Azlan Syah • Senin, 8 Desember 2025 | 17:05 WIB

Baca Juga: Film “Agak Laen” Makin Dilirik: Kenapa Penonton Mulai Bosan dengan Cerita Klise?

Selebrasi penuh percaya diri ala Ronaldo. Gol tercipta, sorotan kembali ke sang Fenomena—termasuk gaya rambutnya yang ikonik di Piala Dunia 2002 yang sempat bikin seluruh dunia heboh.
Selebrasi penuh percaya diri ala Ronaldo. Gol tercipta, sorotan kembali ke sang Fenomena—termasuk gaya rambutnya yang ikonik di Piala Dunia 2002 yang sempat bikin seluruh dunia heboh.

RADARBONANG.ID - Cristiano Ronaldo? Bukan. Kali ini yang dimaksud adalah Ronaldo Luís Nazário de Lima, legenda Brasil yang terkenal bukan hanya karena dribelnya yang mematikan, tetapi juga satu momen yang sampai sekarang masih dikenang: gaya rambut “setengah botak” di Piala Dunia 2002.

Dua dekade berlalu, Ronaldo mengaku baru benar-benar menyadari efek samping dari potongan rambut itu.

Dalam sebuah wawancara, ia menyampaikan permintaan maaf yang cukup unik: permintaan maaf kepada seluruh ibu di dunia.

Baca Juga: Menikmati Senja Sambil Memandang Pantai dari Atas Rest Area Abhirama: Momen Aesthetic yang Jadi Favorit Gen Z Tuban

Alasannya sederhana—gara-gara gayanya, jutaan anak laki-laki ikut menirukan “model rambut aneh” tersebut, membuat banyak orang tua kewalahan.

Lahir dari Strategi untuk Mengalihkan Sorotan

Ronaldo bercerita bahwa gaya rambut unik itu sebenarnya bukan sekadar pilihan iseng.

Pada semifinal Piala Dunia 2002, ia mengalami cedera kecil yang membuat media terus menyoroti kondisi fisiknya.

Merasa terganggu dan tidak ingin membuat tim kehilangan fokus, Ronaldo mencari cara untuk mengalihkan perhatian publik.

Pilihan itu jatuh pada potongan rambut yang hingga kini dianggap salah satu gaya paling kontroversial dalam sejarah sepak bola: mencukur hampir seluruh kepala dan menyisakan satu bagian tebal berbentuk setengah lingkaran di depan.

Strategi itu berhasil. Media dan publik langsung terpaku pada rambutnya, bukan pada cedera yang ia alami. Namun dampaknya meluas hingga ke luar lapangan.

Anak-anak Meniru, Para Ibu Mengeluh

Potongan rambut tersebut menjadi tren mendadak. Anak-anak di berbagai negara, termasuk Brasil, Eropa, bahkan Asia, mulai mengantre di barbershop untuk meniru gaya sang bintang.

Ronaldo kemudian baru sadar bahwa ia “tanpa sengaja” telah menyebabkan kekacauan kecil di banyak rumah.

Dalam penuturannya, Ronaldo berkata bahwa ia menerima banyak cerita dari orang tua yang kebingungan karena anak-anak mereka pulang dari tukang cukur dengan gaya rambut yang sama.

Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka: bukan kepada fans, bukan kepada pelatih, tetapi kepada para ibu yang harus menghadapi tren mendadak itu.

 

Ikonik dan Tak Terlupakan

Meskipun terlihat aneh, gaya rambut itu kini dianggap sebagai bagian dari folklore Piala Dunia.

Apalagi Ronaldo tampil gemilang, mencetak delapan gol dan membawa Brasil menjadi juara dunia untuk kelima kalinya. Gaya rambut tersebut akhirnya menjadi simbol yang melekat pada perjalanan kariernya.

Ronaldo mengakui bahwa ia tidak akan pernah mengulang gaya rambut tersebut.

Meski begitu, potongan unik itu tetap menjadi bagian dari sejarah—baik sejarah sepak bola maupun sejarah para orang tua yang harus menghadapi anak-anak yang ingin tampil seperti idolanya.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Ronaldo minta maaf #Tren rambut sepak bola #Piala Dunia 2002 Brasil #Gaya rambut Ronaldo #Ronaldo Nazario de lima #Timnas Brasil