RADARBOANANG.ID - Menjelang Qatar Grand Prix 2025 (GP Qatar 2025), isu team-order kembali mencuat — terutama di tim besar seperti McLaren.
Namun, tim dan pembalap muda mereka, Oscar Piastri, secara tegas menolak skenario tersebut.
Mereka menegaskan bahwa setiap pembalap akan bersaing secara adil demi gelar musim ini.
Pernyataan ini penting, mengingat persaingan musim 2025 berjalan sangat ketat.
Dengan posisi di klasemen yang masih terbuka, team-order bisa saja menjadi godaan: memprioritaskan satu pembalap untuk optimalisasi peluang.
Namun McLaren memilih jalan berbeda — memberi ruang bagi semua pembalap untuk berjuang maksimal, tanpa intervensi internal.
Piastri, yang musim ini menunjukkan perfoma konsisten dan meningkat, mengaku tidak akan menerima jika diminta mendahulukan rekan satu tim demi strategi tim.
Baginya, persaingan adil adalah esensi olahraga — dan tim harus menghormati itu.
Keputusan McLaren ini mendapat perhatian banyak pihak.
Di tengah tekanan klasemen dan persaingan sengit, menolak team-order bisa berisiko — terutama jika salah satu pembalap gagal maksimal.
Namun McLaren nampaknya siap menerima risiko, demi menjaga integritas dan persaingan sehat.
GP Qatar 2025 pun diprediksi akan menjadi panggung penilaian — bukan hanya bagi pembalap, tetapi juga bagi budaya tim.
Apakah strategi adil dan persaingan penuh bisa berbuah hasil maksimal?
Ataukah tekanan klasemen membuat tim tergoda intervensi?
Bagi penikmat F1, ini membuat Qatar semakin menarik — bukan hanya soal kecepatan dan strategi balapan, tetapi juga dinamika internal tim.
Editor : Adib Turmudzi