Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

FIA Selidiki Ketebalan Skid Block McLaren di GP Las Vegas 2025

Adib Turmudzi • Senin, 24 November 2025 | 02:50 WIB

Photo
Photo

RADARBONANG.ID - Federasi Automobile Internasional (FIA) resmi membuka penyelidikan teknis terhadap McLaren menyusul temuan keausan berlebih pada skid block mobil tim itu setelah Grand Prix Las Vegas 2025.

Keputusan ini muncul usai dua mobil McLaren, milik Lando Norris dan Oscar Piastri, didiskualifikasi karena ketebalan plank/skid block yang dianggap melewati batas( batas minimal 9 mm) dalam pemeriksaan pasca-balapan. 

Penyelidikan ini menjadi titik krusial dalam persaingan gelar yang kini semakin panas menjelang akhir musim.

Sebelum keputusan diskualifikasi diumumkan, McLaren sudah menyatakan keberatan.

Tim menilai bahwa fenomena porpoising — pantulan tak terduga pada mobil selama balapan — turut berkontribusi pada keausan plank yang lebih cepat. 

Kondisi tersebut menurut McLaren dipicu oleh sesi latihan yang terganggu cuaca dan red-flag, sehingga waktu pengujian mobil menjadi sangat terbatas. 

Selain itu, McLaren mengklaim bahwa kerusakan tertentu pada bagian lantai mobil baru terdeteksi setelah lomba selesai, yang menyebabkan gerakan berlebih pada landasan dan mempercepat keausan skid block. 

FIA sendiri dalam laporan resmi menyatakan bahwa meskipun McLaren mengajukan alasan tersebut, regulasi teknis adalah regulasi keras dan ketebalan minimum 9 mm untuk skid block merupakan ambang yang wajib dipatuhi. 

Meski menyatakan “keyakinan kuat” bahwa pelanggaran tidak disengaja, FIA menegaskan tidak ada ruang bagi penalti selain diskualifikasi ketika batas teknis dilanggar. 

Pemeriksaan ketebalan dilakukan dengan mikrometer berkualitas tinggi dan hasil awal menunjukkan ketebalan yang jauh di bawah ambang batas aturan. 

Para steward mengukur skid block dari kedua mobil McLaren dan menemukan angka di kisaran 8,88 mm hingga 8,93 mm — jauh di bawah batas 9 mm yang diizinkan. 

Pengulangan pengukuran dilakukan di depan perwakilan McLaren dan steward, dan hasilnya tetap sama: melanggar regulasi teknis. 

Meskipun McLaren berargumen adanya faktor mitigasi, FIA menyatakan bahwa regulasi ini sangat jelas dan tidak memberi ruang toleransi lebih untuk pelanggaran jenis ini. 

 

Penyelidikan FIA tidak hanya membidik tim McLaren saat ini, tetapi juga menimbulkan pertanyaan lebih luas tentang bagaimana tim-tim besar mengelola risiko keausan teknis pada komponen lantai mobil mereka.

Apalagi dengan batas ambang yang sangat ketat, kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal — seperti yang dialami McLaren di Las Vegas.

Bagi McLaren, skandal ini menjadi momen penuh tekanan.

Mereka harus menjelaskan kepada FIA, penggemar, dan pemangku kepentingan bahwa ini murni kesalahan teknis dan tidak ada niat untuk melanggar aturan demi keuntungan unfair.

Sementara itu, bagi pesaingnya — khususnya Max Verstappen dari Red Bull — kejadian ini memberikan keuntungan strategis besar dalam perburuan gelar juara dunia.

Jika penyelidikan FIA menemukan adanya kesalahan prosedural atau desain, konsekuensinya bisa lebih dari sekadar diskualifikasi: denda, revisi desain, atau bahkan penalti berat di seri berikutnya bisa jadi opsi.

Namun jika dianggap sebagai insiden tak disengaja, McLaren berharap hanya menghadapi konsekuensi lomba saja dan bisa segera kembali fokus pada performa di dua seri terakhir musim.

Publik F1 pun menunggu hasil investigasi dengan seksama.

Bagi banyak pihak, ini bukan sekadar perseteruan di lintasan, melainkan pertaruhan kredibilitas teknis dan sportivitas di ajang paling prestisius balap dunia.

Editor : Adib Turmudzi
#f1 #mclaren f1 #Formul 1 #mclaren