RADARBONANG.ID - Drama besar terjadi setelah berakhirnya Grand Prix Las Vegas 2025.
Lando Norris dan rekan setimnya Oscar Piastri dari McLaren didiskualifikasi oleh FIA setelah inspeksi pasca-balapan menemukan bahwa skid block di bagian bawah mobil mereka aus melewati batas minimal yang diizinkan.
Keputusan ini tidak hanya mengguncang hasil lomba, tetapi juga mengubah peta perebutan gelar juara dunia F1 musim ini.
Norris sebelumnya finis di posisi kedua dan Piastri di urutan keempat, hasil yang sangat krusial untuk keduanya di klasemen.
Namun, pemeriksaan teknis setelah balapan menunjukkan bahwa ketebalan skid block mereka berada di bawah 9 mm, melanggar Artikel 3.5.9 dari regulasi teknis FIA.
Tim steward kemudian mengambil keputusan keras: mendiskualifikasi kedua pembalap McLaren itu.
McLaren langsung memberikan klarifikasi usai keputusan diumumkan.
Mereka menyatakan bahwa desgaste (aus) pada skid block terjadi karena fenomena porpoising yang tidak terduga sepanjang akhir pekan balapan.
Selain itu, tim juga mengungkap bahwa kedua mobil mengalami kerusakan “tidak disengaja” yang baru diketahui setelah lomba usai, yang menyebabkan lantai mobil bergerak lebih banyak dan mempercepat keausan komponen tersebut.
Andrea Stella, Team Principal McLaren, menyampaikan permohonan maaf kepada kedua pembalap dan para penggemar atas hasil yang sangat mengecewakan ini.
FIA dalam pernyataannya mengakui bahwa McLaren mengajukan argumen pembelaan terkait faktor-faktor yang tidak terduga, seperti keterbatasan waktu uji coba dan sesi praktik yang dipersingkat karena cuaca.
Namun, steward menegaskan bahwa regulasi teknis sangat jelas dan aturan ketebalan minimum skid block tidak memberikan toleransi lain selain diskualifikasi jika dilanggar.
Meskipun pihak FIA percaya bahwa pelanggaran tersebut bersifat tidak sengaja, tidak ada hukuman alternatif yang dapat diterapkan selain pencoretan hasil lomba.
Dampak dari diskualifikasi ini sangat besar.
Kedua pembalap McLaren kehilangan poin berharga yang semula diharapkan memperkuat posisi mereka di klasemen juara dunia.
Sementara itu, kemenangan Verstappen kini menjadi lebih “berat” artinya karena ia tak hanya menang di lintasan — namun juga di meja pemeriksaan teknis.
Posisi klasemen pembalap pun kembali berubah, dengan Verstappen mendapatkan dorongan besar dalam persaingan akhir musim.
Publik penggemar F1 pun ramai menanggapi.
Banyak yang menyayangkan hasil kerja keras McLaren di lintasan yang “dihapus” oleh keputusan teknis.
Sebagian menilai ini adalah bukti bahwa margin dalam dunia Formula 1 sangat tipis — tak hanya soal kecepatan, tetapi juga kecermatan teknis.
Bagi McLaren, ini adalah pukulan keras, tetapi mereka menegaskan akan belajar dari insiden ini.
Tim menyatakan akan menyelidiki akar masalah dan melakukan perbaikan agar tak terulang di dua seri terakhir musim 2025.
Sementara itu, perhatian kini beralih ke pertandingan berikutnya, di mana McLaren harus bangkit kembali di tengah tekanan juara.
Editor : Adib Turmudzi