RADARBONANG.ID - Media sepak bola Inggris, Planet Football, secara blak-blakan mengkritik terpilihnya gol Ridho sebagai kandidat Puskas Award 2025.
Mereka menilai gol jarak jauh yang dicetak Ridho tidak cukup istimewa untuk berada dalam daftar 11 gol terbaik dunia tahun ini.
Kritik tersebut dilontarkan dalam sebuah ulasan yang menyoroti seluruh nominasi Puskas Award, di mana beberapa gol dinilai tidak memenuhi standar keistimewaan yang seharusnya menjadi kriteria penghargaan gol terbaik FIFA tersebut.
Baca Juga: Tren Makanan Pedas Ekstrem Makin Menggila: Benarkah Lidah Kita Semakin Kebal?
Dikutip dari bolasport.com, Planet Football menuliskan bahwa gol jarak jauh seperti yang dilakukan Ridho sudah sangat sering terjadi di pertandingan sepak bola modern, sehingga tidak lagi memiliki nilai keunikan yang cukup kuat.
“Ya, bagus. Tapi apakah ini salah satu dari 11 gol terbaik tahun ini? Benarkah?” tulis mereka dalam ulasan tersebut.
Media itu bahkan menambahkan komentar yang lebih tajam dengan menyebut gol jarak jauh tersebut sebagai hal yang membosankan.
“Anggap saja kami manja, tapi kami sudah agak kebal terhadap tendangan jarak jauh yang mengecoh kiper yang terlantar. Membosankan,” lanjut mereka.
Kalimat ini menggambarkan bahwa menurut Planet Football, gol seperti yang dicetak Ridho bukanlah sesuatu yang baru atau revolusioner dalam dunia sepak bola.
Ulasan itu juga memberi kesan bahwa pemilihan gol Ridho sebagai kandidat Puskas lebih karena dramatisasi momen ketimbang kualitas teknis dari gol itu sendiri.
Orrantia Diklaim Paling Layak Menang Puskas
Di sisi lain, Planet Football memberikan pujian setinggi langit kepada gol Carlos Orrantia dari klub Atlas.
Gol tersebut mereka jadikan sebagai kandidat nomor satu yang paling layak memenangkan Puskas Award 2025. Ulasan mereka menyebut bahwa kualitas gol Orrantia jauh melampaui gol-gol lain dalam nominasi tahun ini.
“Keadilan untuk Tony. Gol Orrantia mungkin adalah gol paling mendekati yang pernah kita lihat dalam 30 tahun terakhir,” tulis Planet Football.
Pernyataan itu menunjukkan betapa kuatnya keyakinan mereka bahwa Orrantia memiliki kualitas gol terbaik dibandingkan seluruh kandidat lainnya.
Gol Orrantia memang menjadi perbincangan dunia karena proses terjadinya yang sangat teknis.
Menurut Planet Football, keindahan gol itu bukan hanya dari cara bola bersarang ke gawang, melainkan dari seluruh rangkaian aksi sebelum tendangan dilakukan.
“Sedikit lebih terukur, dan tidak memiliki sifat keras kepala dan tidak berperasaan, tetapi keterampilan kurang ajar dalam menggiring bola sebelum menendangnya ke gawang adalah sesuatu yang indah,” tulis media tersebut.
Pujian itu menekankan bahwa gol Orrantia memiliki unsur seni dalam sepak bola—perpaduan teknik tinggi, kontrol bola matang, dan penyelesaian yang spektakuler.
Unsur-unsur tersebut dianggap lebih layak menjadi tolok ukur Puskas Award daripada gol jarak jauh sederhana tanpa banyak rangkaian aksi teknik yang kompleks.
Perbandingan Dua Kandidat
Perbandingan antara gol Ridho dan gol Orrantia menegaskan perbedaan pandangan publik sepak bola mengenai apa yang layak dianggap sebagai “gol terbaik.”
Gol Ridho mungkin memiliki momentum besar dan efek kejutan, tetapi menurut media Inggris tersebut, kualitas teknis Orrantia berada di level yang jauh berbeda.
Baca Juga: Patung Soekarno di Alun-Alun Indramayu Rusak, Pemkab Jelaskan Penyebabnya
Pandangan Planet Football memicu diskusi di kalangan penggemar. Sebagian menganggap pendapat itu terlalu keras, sementara sebagian lainnya menilai bahwa Puskas memang harus memberikan penghargaan pada gol dengan kualitas teknis lebih tinggi, bukan sekadar gol spektakuler yang viral.
Dengan semakin dekatnya waktu pengumuman Puskas Award 2025, komentar-komentar seperti ini hanya menambah panas persaingan.
Siapa pun pemenangnya nanti, kritik dari Planet Football menunjukkan bahwa penilaian terhadap gol terbaik dunia tidak semata soal jarak tembakan, melainkan soal seni, teknik, dan kreativitas dalam permainan.(*)