RADARBONANG.ID - John Cena, salah satu ikon terbesar dalam sejarah gulat profesional, resmi menutup kiprahnya di WWE RAW setelah lebih dari dua dekade berkarier.
Keputusan ini disampaikan bertepatan dengan penampilan terakhirnya pada Senin waktu setempat (17/11/2025), yang sekaligus menjadi pertandingan ke-545 di brand merah tersebut.
Dengan demikian, Cena menorehkan rekor baru sebagai pegulat dengan jumlah pertandingan terbanyak di WWE RAW, menandai akhir perjalanan luar biasanya di program yang membesarkan namanya.
Baca Juga: Jamur Hitam Mengintai Rumah Lembap: Ancaman Serius bagi Kesehatan Keluarga
Dalam laga perpisahan itu, Cena tampil bersama Sheamus dan Rey Mysterio dalam pertandingan tim melawan kelompok heel The Judgment Day.
Pertandingan berlangsung intens, namun chemistry dan pengalaman ketiga legenda WWE tersebut membawa mereka pada kemenangan yang penuh emosi.
Sorak-sorai penonton bergemuruh saat Cena mengeksekusi aksi khasnya, termasuk gerakan Five Knuckle Shuffle dan Attitude Adjustment.
Kemenangan itu terasa simbolis, menjadi penutup manis sebuah perjalanan panjang di panggung RAW.
Karier Cena di WWE RAW tidak hanya ditandai oleh jumlah pertandingan, tetapi juga kontribusinya dalam mengangkat brand tersebut ke puncak popularitas.
Sejak debutnya pada awal 2000-an, Cena telah menjadi wajah utama WWE selama bertahun-tahun, menyandang julukan “The Face of the Company.”
Persona “Never Give Up” yang ia bangun menjadikannya sosok inspiratif bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.
Pencapaiannya di RAW mencakup lebih dari sekadar momen-momen ikonik di atas ring.
Cena terlibat dalam berbagai storyline besar, rivalitas legendaris, serta sederet gelar kejuaraan yang ikut mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pegulat terbaik yang pernah ada.
Dengan mundurnya Cena dari RAW, banyak penggemar menganggap ini sebagai akhir dari sebuah era yang tidak akan terulang lagi.
Meski telah mengakhiri kariernya di RAW, perjalanan Cena sebagai pegulat belum sepenuhnya selesai.
WWE telah mengumumkan rangkaian pertandingan menuju laga pensiun resminya, yang akan digelar dalam acara Saturday Night’s Main Event pada 13 Desember mendatang di Washington, DC. Laga tersebut akan menjadi pertandingan terakhirnya di atas ring sebagai pegulat aktif.
Untuk menentukan siapa yang akan menjadi lawan terakhir Cena, WWE saat ini tengah menggelar turnamen bertajuk The Last Time is Now Tournament.
Turnamen ini diikuti oleh sejumlah bintang ternama WWE, menciptakan spekulasi dan antusiasme tinggi dari para penggemar.
Banyak yang berharap lawan terakhir Cena adalah nama besar yang memiliki sejarah panjang bersamanya, seperti Randy Orton atau AJ Styles, sementara sebagian lainnya ingin melihat bintang muda sebagai simbol pewarisan tongkat estafet.
WWE menyebut laga terakhir Cena sebagai momen bersejarah, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi dunia gulat profesional.
Cena dianggap sebagai salah satu pilar utama yang membawa WWE melewati berbagai era, dari era Ruthless Aggression hingga masa modern. Pengaruhnya melampaui ring, menjangkau dunia film, hiburan, hingga kegiatan sosial yang memperkuat citra positif WWE.
Keputusan Cena untuk pensiun juga dianggap tepat mengingat jadwalnya di luar WWE yang semakin padat.
Baca Juga: Pelunasan Haji Tinggal Sehari, Regulasi Belum Terbit Jemaah Kian Gelisah
Namun, ia menegaskan bahwa meski tidak lagi aktif sebagai pegulat, hubungannya dengan WWE tidak akan berakhir.
Cena menyebut dirinya akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar WWE, baik sebagai mentor generasi baru maupun sebagai wajah yang tetap hadir dalam momen-momen penting perusahaan.
Dengan berakhirnya petualangan Cena di RAW dan mendekatnya laga pensiun di Washington, para penggemar di seluruh dunia kini menantikan siapa yang akan menjadi lawan terakhir yang layak menghadapi salah satu legenda terbesar dalam sejarah WWE.
Apa pun hasilnya, perjalanan John Cena akan selalu dikenang sebagai kisah dedikasi, kerja keras, dan pengaruh besar yang membentuk wajah industri gulat profesional modern.(*)