RADARBONANG.ID -Drama besar terjadi di awal Grand Prix Brasil 2025 yang digelar di Sirkuit Interlagos, São Paulo.
Pembalap muda asal Brasil, Gabriel Bortoleto, mengalami kecelakaan keras di lap pertama yang membuat seluruh sirkuit terdiam seketika.
Insiden itu terjadi hanya beberapa detik setelah start, ketika Bortoleto mencoba menyalip Lance Stroll di sisi luar tikungan pertama.
Mobil Sauber miliknya kehilangan grip di bagian belakang setelah bersenggolan dengan roda depan mobil Aston Martin milik Stroll.
Benturan kecil tersebut berujung fatal.
Mobil Bortoleto berputar dua kali sebelum menabrak pagar pembatas dengan kecepatan tinggi.
Tumbukan keras menyebabkan bagian belakang mobil hancur total dan menimbulkan kepulan asap tebal di area tikungan Senna S.
Petugas keselamatan langsung bereaksi cepat.
Bendera kuning dikibarkan di seluruh lintasan, dan safety car langsung dikeluarkan untuk menahan laju rombongan mobil.
Mobil medis FIA segera menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi sang pembalap.
Suasana tribun berubah hening ketika kamera menyorot mobil Sauber yang ringsek parah.
Namun beberapa menit kemudian, sorakan lega terdengar ketika Bortoleto terlihat keluar dari kokpit dengan dibantu marshal.
Ia tampak berjalan perlahan dan melambaikan tangan ke arah ribuan penggemar Brasil yang memenuhi tribun utama.
Setelah pemeriksaan awal di pusat medis sirkuit, tim Sauber memastikan bahwa Bortoleto dalam keadaan sadar penuh tanpa cedera serius.
Baca Juga: Start dari Pit Lane, Verstappen Tunjukkan Kelas Juara di GP Brasil 2025
“Hanya sedikit nyeri di bahu dan kaki, tapi saya baik-baik saja,” ujar Bortoleto kepada media lokal setelah keluar dari ruang medis.
“Rasanya menyakitkan harus berhenti di lap pertama, terutama di rumah sendiri. Tapi saya bersyukur masih bisa berdiri dan berbicara sekarang.”
Kecelakaan tersebut memaksa balapan dihentikan sementara selama lebih dari 10 menit untuk membersihkan puing-puing dari lintasan.
Beberapa mobil lain juga terkena dampak, termasuk Ferrari milik Carlos Sainz yang harus masuk pit lebih awal karena serpihan carbon fiber merusak sayap depan.
Lewis Hamilton juga dilaporkan mengalami kerusakan kecil pada suspensi, sementara Charles Leclerc kembali gagal finis karena masalah mesin yang muncul beberapa lap setelah restart.
Setelah lintasan dinyatakan aman, balapan dilanjutkan dengan Lando Norris tetap memimpin di depan Kimi Antonelli dan Max Verstappen.
Namun, momen Bortoleto tetap menjadi sorotan utama hari itu.
Media Brasil ramai menyoroti keberanian sang pembalap muda yang tetap tersenyum di tengah kekecewaan besar.
Dalam wawancara pascabalapan, ia menegaskan tekadnya untuk bangkit di seri berikutnya.
“Saya tidak ingin insiden ini menjadi akhir cerita saya di musim ini. Justru ini awal dari perjalanan yang lebih kuat,” ujar Bortoleto tegas.
Baca Juga: Lando Norris Menang di Brasil dan Perlebar Keunggulan 24 Poin di Klasemen
Manajer tim Sauber, Alessandro Alunni Bravi, juga memuji ketenangan dan profesionalisme sang pembalap muda.
“Gabriel menunjukkan semangat luar biasa. Ia sudah berkembang pesat sejak awal musim, dan insiden ini tidak akan mengubah pandangan kami terhadap potensinya,” katanya.
Bagi penggemar di Brasil, kejadian itu menjadi pengingat betapa tipisnya garis antara keberhasilan dan bahaya di dunia Formula 1.
Bortoleto yang baru menjalani musim penuh pertamanya di F1 menjadi simbol harapan baru bagi publik tuan rumah setelah era Felipe Massa dan Rubens Barrichello.
Meski gagal finis, dukungan tetap mengalir deras.
Tagar #ForçaBortoleto sempat menjadi trending di media sosial Brasil beberapa jam setelah balapan berakhir.
Momen itu menunjukkan bahwa kecintaan publik terhadap pembalap muda tersebut tak berkurang sedikit pun.
Kecelakaan ini juga kembali menegaskan pentingnya inovasi sistem keselamatan di F1 modern.
Berkat teknologi seperti halo dan struktur monokok serat karbon, banyak insiden fatal berhasil dihindari.
GP Brasil 2025 akhirnya dimenangkan oleh Lando Norris dari McLaren, namun di mata publik Brasil, hari itu bukan hanya soal kemenangan — melainkan bukti nyata bahwa keberanian dan keselamatan selalu berjalan beriringan di dunia Formula 1.
Editor : Adib Turmudzi