RADARBONANG.ID – Lagu kebanggaan “You’ll Never Walk Alone” kini terdengar lebih lirih di Anfield.
Pasalnya, Liverpool tengah terjerembap dalam periode kelam di Premier League musim 2025/2026, setelah menelan empat kekalahan beruntun yang membuat mereka merosot di klasemen dan kehilangan kepercayaan diri.
Empat Kekalahan Beruntun Liverpool di Premier League 2025/2026
-
27 September 2025 – Crystal Palace 2–1 Liverpool (Selhurst Park)
-
4 Oktober 2025 – Chelsea 2–1 Liverpool (Stamford Bridge)
-
19 Oktober 2025 – Liverpool 1–2 Manchester United (Anfield)
-
25 Oktober 2025 – Brentford 3–2 Liverpool (Gtech Community Stadium)
Dari empat kekalahan itu, tiga terjadi di laga tandang dan hanya satu di kandang, dengan total 9 kali kebobolan, 5 gol tercipta, dan 0 poin.
Catatan ini menjadi periode terburuk Liverpool sejak Februari 2021, sekaligus menandai awal masa sulit bagi pelatih baru Arne Slot.
Anfield Tak Lagi Jadi Benteng Kokoh
Dulu, Anfield dikenal sebagai benteng yang sulit ditaklukkan. Tapi kini, kekalahan dari Manchester United di kandang sendiri menandakan penurunan drastis dalam daya saing tim.
Pertahanan yang rapuh, kehilangan fokus di menit akhir, serta serangan yang kurang tajam membuat The Reds tampak kehilangan identitasnya.
Kehilangan beberapa pemain kunci seperti Trent Alexander-Arnold dan Alexis Mac Allister karena cedera membuat sistem permainan Slot belum berjalan maksimal.
Filosofi possession football yang coba ia terapkan masih sering gagal menghadapi pressing cepat dan permainan fisik khas lawan-lawan Premier League.
Fans Mulai Frustrasi, Media Inggris Soroti Slot
Kekalahan beruntun ini memicu reaksi keras dari suporter. Di platform X (Twitter), muncul tagar #SlotOut yang sempat jadi trending, meski banyak juga fans yang masih bersikap realistis dan menilai bahwa Slot perlu waktu beradaptasi.
Beberapa akun fanbase menulis dengan nada getir, “You’ll Never Win Again,” memelesetkan slogan legendaris klub.
Di Instagram, beredar meme bergambar Arne Slot dengan tulisan: “System still loading. Please wait, Liverpool 2.0 in progress.”
Media Inggris seperti BBC Sport dan The Guardian menilai bahwa Liverpool kehilangan intensitas permainan dan belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan gaya baru sang pelatih.
Baca Juga: João Pedro dan Sindrom CWC: Spesialis Turnamen yang Lupa Cara Menyerang?
Slot dalam Tekanan, Laga Berat Sudah Menanti
Arne Slot kini berada dalam situasi sulit. Empat kekalahan beruntun membuat atmosfer ruang ganti dikabarkan mulai menurun, sementara tekanan dari fans terus meningkat.
Meski manajemen klub masih memberikan dukungan penuh, Slot dituntut segera menemukan formula terbaik untuk mengembalikan ritme permainan tim.
Dengan pertemuan lagi dengan Crystal Palace sudah menanti di awal November, publik menanti apakah pelatih asal Belanda itu bisa membalikkan keadaan — atau justru akan menambah catatan kelam dengan kekalahn lagi dalam sejarah awal kepemimpinannya di Anfield.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah