Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Chelsea dan Kutukan Terbalik: Tak Diperhitungkan, Malah Angkat Trofi

Muhammad Azlan Syah • Senin, 20 Oktober 2025 | 23:15 WIB

Skuad Chelsea merayakan gelar juara Premier League musim 2016/2017 di bawah asuhan Antonio Conte — trofi liga terakhir yang mereka raih hingga kini.
Skuad Chelsea merayakan gelar juara Premier League musim 2016/2017 di bawah asuhan Antonio Conte — trofi liga terakhir yang mereka raih hingga kini.

RADARBONANG.ID – Ada satu hal yang tak pernah berubah dari Chelsea: mereka justru berbahaya ketika diragukan.

Dalam sejarah panjang sepak bola modern, The Blues sering kali melangkah ke final tanpa status unggulan—namun keluar sebagai juara. Sebuah kutukan terbalik yang membuat mereka disegani lawan-lawannya di Eropa.

Sejak era Roman Abramovich hingga kini di bawah Todd Boehly, Chelsea berulang kali membuktikan bahwa mental juara lebih kuat dari prediksi apa pun.

Baca Juga: Masihkah MU Raksasa? Refleksi Fans Setia di Tengah Musim yang Mengecewakan

Klub asal London Barat ini menjadikan keraguan publik sebagai bahan bakar untuk meraih kejayaan di saat genting.

Dari Liga Inggris hingga Eropa

Dalam pentas domestik, Chelsea telah menjuarai Liga Inggris enam kali, terakhir pada musim 2016/2017 di bawah asuhan Antonio Conte.

Mereka juga pernah menjadi kampiun pada era Jose Mourinho (2004/2005 dan 2005/2006) serta Carlo Ancelotti (2009/2010).

Namun, daya magis Chelsea paling terasa di pentas Eropa. Ketika banyak yang tak memperhitungkan mereka, justru saat itulah sejarah tercipta.

Musim 2011/2012, di bawah pelatih sementara Roberto Di Matteo, Chelsea mengalahkan Bayern Munich lewat drama adu penalti di Allianz Arena—kemenangan yang masih dikenang sebagai salah satu final paling dramatis dalam sejarah Liga Champions.

Sembilan tahun berselang, pada 2020/2021, mereka kembali mengulang keajaiban. Kali ini bersama Thomas Tuchel, Chelsea menaklukkan Manchester City 1–0 di Porto melalui gol tunggal Kai Havertz. Lagi-lagi, mereka datang bukan sebagai favorit, tapi sebagai pemenang sejati.

Chelsea merayakan gelar juara FIFA Club World Cup 2025 usai menaklukkan PSG 3-0. Datang tanpa status favorit, The Blues justru tampil dominan dan jadi juara dunia.
Chelsea merayakan gelar juara FIFA Club World Cup 2025 usai menaklukkan PSG 3-0. Datang tanpa status favorit, The Blues justru tampil dominan dan jadi juara dunia.

Raih Gelar Dunia di Tengah Keraguan

Puncak pembuktian terbaru datang pada FIFA Club World Cup 2025, ketika Chelsea kembali menorehkan sejarah dengan menjuarai turnamen tersebut setelah menundukkan raksasa Brasil Palmeiras.

Kemenangan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Chelsea masih punya DNA juara, meski sedang menjalani masa transisi skuad muda dan pelatih baru.

Musim Ini: Masih Diragukan, Tapi Siapa Tahu?

Memasuki musim 2025/2026, Chelsea kembali menghadapi skeptisisme publik. Dengan skuad muda di bawah arahan Enzo Maresca, banyak pihak menilai The Blues belum cukup matang untuk menantang gelar Premier League ataupun bersaing di Liga Champions.

Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa ketika dunia sepak bola menertawakan peluang mereka, Chelsea justru bersiap menulis babak baru kejayaan.

Dalam “kutukan terbalik” khas Stamford Bridge, keraguan bukan penghalang—melainkan awal dari sebuah kejutan besar.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Chelsea underdog #sejarah juara Chelsea #Chelsea Liga Champions #chelsea FIFA Club World Cup 2025