Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

FVS Bukan VAR, Berikut Penjelasan Pierluigi Collina FIFA

Amin Fauzie • Selasa, 7 Oktober 2025 | 22:45 WIB
Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa  FVS bukanlah VAR.
Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa FVS bukanlah VAR.

RADARBONANG.ID - Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa Football Video Support (FVS) bukanlah versi modifikasi dari sistem Video Assistant Referee (VAR).

Menurutnya, FVS diciptakan bukan untuk menggantikan VAR, melainkan sebagai solusi teknologi perwasitan yang lebih sederhana dan terjangkau bagi liga-liga dengan keterbatasan infrastruktur.

Dalam keterangan resmi FIFA yang dirilis pada Selasa (7/10), Collina menjelaskan bahwa tujuan utama pengembangan FVS adalah untuk memperluas akses terhadap teknologi perwasitan ke seluruh dunia.

“FVS tidak boleh dianggap sebagai VAR atau versi modifikasinya, karena tidak melibatkan pejabat video yang memantau setiap insiden,” tegas Collina.

Dia menambahkan, “Kami sangat terdorong oleh hasil pertama dan berharap dapat membantu Asosiasi Anggota kami mendapatkan manfaat dari teknologi ini.”

Berbeda dengan VAR yang memerlukan jaringan kamera berteknologi tinggi, ruang kontrol khusus, dan tim wasit video profesional, sistem FVS dirancang dengan struktur yang jauh lebih minimalis.

Wasit di lapangan dapat meninjau keputusan penting hanya dengan satu atau dua kamera yang tersedia di stadion.

Menariknya, proses peninjauan dalam sistem FVS dilakukan atas permintaan pelatih kepala atau pejabat tim, menggunakan gerakan tangan dan kartu khusus untuk mengajukan review.

Dengan mekanisme ini, wasit tetap bisa memperbaiki keputusan yang keliru dalam momen-momen krusial—seperti gol, penalti, atau kartu merah langsung—tanpa mengganggu ritme pertandingan.

FVS menjadi bagian dari visi FIFA untuk mewujudkan sistem perwasitan yang inklusif dan adil di berbagai level kompetisi, mulai dari liga amatir hingga semi-profesional.

Teknologi ini membuka peluang bagi federasi-federasi kecil untuk mengakses bantuan video tanpa harus memenuhi standar teknis tinggi seperti VAR.

Langkah tersebut juga memperkuat misi FIFA dan IFAB dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap keputusan wasit, khususnya di kompetisi yang selama ini tidak memiliki dukungan teknologi.

FIFA berharap penerapan FVS dapat menjadi jembatan menuju profesionalisme di liga-liga domestik.

Dengan biaya operasional rendah dan kemudahan adaptasi, sistem ini diharapkan menjadi standar baru bagi kompetisi non-elite, sekaligus memperluas semangat keadilan dan transparansi dalam sepak bola dunia. (*)

Editor : Amin Fauzie
#sepak bola #var #teknologi #Pierluigi Collina #FVS #fifa #Football Video Support