RADARBONANG.ID - Dewa United Heka harus mengubur mimpinya di ajang Mobile Legends: Bang Bang Development League Indonesia (MDL ID) Season 12.
Langkah mereka terhenti di babak progressive round setelah menelan tiga kekalahan beruntun yang membuat tim dipastikan gagal melaju ke fase playoff.
Kekalahan terakhir dialami saat menghadapi IXON Esports. Dalam laga yang berlangsung sengit, Anak Dewa dipaksa mengakui keunggulan lawan dengan skor telak 0-3.
Sebelumnya, tim asuhan Berzaghi juga tumbang ketika berhadapan dengan Alter Ego X dan Kagendra.
Rangkaian hasil negatif itu menjadi penutup perjalanan mereka di musim ini.
Padahal, performa Dewa United di babak penyisihan grup sempat menghadirkan harapan besar.
Sejumlah kemenangan penting berhasil mereka raih, sehingga posisi di klasemen cukup stabil untuk menembus babak progressive round.
Konsistensi para pemain muda bahkan sempat menumbuhkan optimisme bahwa Anak Dewa bisa melangkah lebih jauh.
Sayangnya, momentum positif itu tidak mampu berlanjut. Dari empat laga di progressive round, Dewa United hanya mengoleksi satu kemenangan.
Catatan tersebut tidak cukup untuk bersaing merebut tiket ke fase gugur.
Meski harus tersingkir lebih awal, pengalaman musim ini tetap dipandang penting oleh manajemen Dewa United Heka.
Setiap pertandingan menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat mental bertanding sekaligus mempererat kekompakan tim.
Manajemen juga menegaskan bahwa kegagalan kali ini bukan akhir dari perjalanan.
Dengan mayoritas pemain muda, Dewa United berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan persiapan agar tampil lebih matang pada musim mendatang.
Kekalahan musim ini akan dijadikan motivasi untuk bangkit dan mencetak prestasi lebih baik di MDL ID berikutnya.
Secara keseluruhan, perjalanan Dewa United Heka di MDL ID Season 12 bisa disebut penuh dinamika.
Mereka memulai dengan meyakinkan di fase grup lewat kemenangan demi kemenangan, namun harus menyerah di progressive round.
Rekor positif di grup menunjukkan potensi besar roster muda, sementara kegagalan di fase selanjutnya jadi bukti bahwa pengalaman dan konsistensi masih perlu diasah agar mampu bersaing dengan tim-tim papan atas lainnya. (*)
Editor : Amin Fauzie