RADARBONANG.ID – Cristiano Ronaldo resmi memperpanjang kontrak dengan Al-Nassr.
Tapi yang bikin heboh bukan cuma durasinya—melainkan nominalnya yang bikin pusing kepala: Rp 10,9 miliar per hari!
Ya, Anda tidak salah baca. CR7 kini bukan hanya top skor Saudi Pro League, tapi juga manusia dengan gaji harian tertinggi dalam sejarah sepak bola dunia.
Kontrak dua tahunnya ditaksir mencapai £492 juta atau lebih dari Rp 10 triliun.
"Babak baru dimulai. Semangat yang sama, mimpi yang sama. Mari kita ciptakan sejarah bersama." tulis Cristiano Ronaldo di akun X pribadinya, Kamis (26/6).
Menurut Daily Mail, rincian kontraknya seperti ini:
- Gaji pokok: £488.000/hari (Rp 10,9 M)
- Bonus tanda tangan: £24,5 juta, naik jadi £38 juta bila kontraknya jalan penuh dua tahun
- Saham 15 persen di Al-Nassr senilai £33 juta
- Status sebagai ‘Duta Besar Impian’ Arab Saudi, dengan potensi total pemasukan menyentuh £500 juta lebih
Singkatnya, Ronaldo sekarang nggak cuma jadi bintang lapangan, tapi juga bagian dari pemilik klub. Sultan beneran!
Jangan salah, kontrak mahal ini bukan cuma karena nama besar. Ronaldo masih tajam!
Musim lalu, dia bikin 35 gol dalam 41 laga, dan menyabet gelar top skor Saudi Pro League.
Kini koleksi golnya di Al-Nassr sudah tembus 99 dari 111 laga, dan total 938 gol di sepanjang karier profesionalnya.
Hanya tinggal 62 gol lagi menuju angka mistis 1.000 gol, sebuah pencapaian langka yang belum pernah disentuh pemain aktif mana pun.
Kehadiran Ronaldo di Arab Saudi bukan sekadar pencitraan liga pensiunan, tapi bagian dari strategi besar Saudi untuk mengubah wajah sepak bola global.
Dia membawa gelombang bintang Eropa lain: Benzema, Kanté, Mahrez, hingga pelatih ternama.
Tapi tak sedikit pula yang mengkritik langkah ini. Sebagian menyebutnya “beli sorotan dengan uang minyak”, dan menyayangkan bahwa megabintang seperti Ronaldo justru menghabiskan masa senjanya jauh dari liga kompetitif.
Namun melihat performa dan pencapaian Ronaldo, kritik itu seperti tendangan yang meleset dari gawang. CR7 membuktikan usia hanyalah angka, dan dominasinya belum habis. (*)
Editor : Amin Fauzie