RADARBONANG.ID - Fenomena torehan prestasi kebangkitan sepak bola Jepang dari dulu hingga saat ini.
Yang baru-baru ini, misalnya, Tim Nasional Jepang mampu menutup rangkaian kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan kemenangan gemilang 6-0 atas Timnas Indonesia di Panasonic Stadium, Suita, pada 10 Juni 2025.
Kemenangan ini menjadi penegasan dominasi Jepang di Grup C, dengan mereka menyelesaikan babak kualifikasi sebagai pemuncak grup.
Menurut Kyodo News, Daichi Kamada dan Takefusa Kubo mencetak gol penting dalam pertandingan tersebut.
Baca Juga: 7 Karakter Anime Ini Punya Kekuatan Dahsyat, Bahkan Bisa Taklukkan Dewa!
Dalam peringkat FIFA terbaru (per 3 April 2025), Jepang menempati peringkat ke-15 dunia dan tetap berada di puncak benua Asia.
Torehan ini mencerminkan pertumbuhan pesat mereka dari masa lalu yang didorong oleh fenomena budaya pop—yaitu anime Captain Tsubasa.
Dari Minat Anak Menuju Gelombang Sepak Bola
Sejak muncul pertama kali pada tahun 1983, Captain Tsubasa telah menjadi jembatan antara imajinasi anak-anak dengan dunia nyata sepak bola.
Saat itu, manga ini terbit di Weekly Shōnen Jump dengan oplah besar sekitar 2,5 juta eksemplar tiap minggu .
Data internal JFA menunjukkan lonjakan jumlah pemain muda yang terdaftar dalam sekolah sepak bola: dari sekitar 68.900 di tahun 1981 menjadi lebih dari 240.000 pada akhir 1980-an.
Ledakan minat ini adalah salah satu pemicu utama terbentuknya J.League pada 1992, yang kemudian menjadi fondasi bagi kebangkitan sepak bola Jepang hingga ke era timnas.
Tokoh Inspiratif dari Anime ke Lapangan Dunia Nyata
Anime ini tidak sekadar hiburan—ia menanamkan impian. Contohnya, Hidetoshi Nakata mengaku belajar banyak dari serial ini, termasuk teknik tendangan overhead yang legendaris.
Karier gemilangnya di Eropa—Scudetto bersama AS Roma dan dua kali nominasi Ballon d’Or—menjadi contoh nyata dari pengaruh kuat inspiratif tersebut.
Viralnya Captain Tsubasa Secara Global
Fenomena ini tak terbatas di Jepang. Di negara-negara seperti Spanyol, Italia, dan berbagai negara Amerika Latin, banyak pemain top yang mengakui bahwa mereka juga tumbuh dengan serial ini—termasuk Zidane, Del Piero, Fernando Torres, dan Lionel Messi.
Bahkan FIFA sempat menyelenggarakan pameran yang mengakui kontribusi anime ini terhadap sepak bola global.
Dari Minat ke Infrastruktur: Warisan Nyata Anime
Gelombang minat yang diciptakan anime ini memicu investasi serius: pembangunan akademi pemain muda, stadion modern, dan liga profesional yang terstruktur—semua bagian dari warisan J.League.
Proyek-proyek ini menjadi pelat dasar bagi tim nasional Jepang yang kini finis peringkat 15 dunia dan masih menjadi sumber harapan di kancah internasional.
Budaya Pop yang Mengubah Sejarah Olahraga
Captain Tsubasa bukan hanya cerita fiksi; ia adalah katalisator budaya yang membawa sepak bola ke rumah-rumah di Jepang dan banyak negara lainnya.
Melalui imajinasi anak-anak yang dibentuk sejak kecil, Jepang berhasil membangun generasi liga profesional, pemain kelas dunia, dan timnas yang kini dihormati di seluruh Asia—terdepan dalam peringkat FIFA, kini menikmati kemenangan telak 6-0 atas rival seperti Indonesia.
Ini bukan sekadar anime; Captain Tsubasa adalah blueprint kebangkitan sepak bola Jepang—dari imajinasi menjadi prestasi nyata. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah