Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Fadli Zon Ungkap Strategi Indonesia Jadi Country of Honor di Cannes, Produksi Film Lokal Disebut Makin Berkembang

Muhammad Azlan Syah • Senin, 18 Mei 2026 | 15:46 WIB
Indonesia kini membidik target besar di dunia perfilman internasional. Pemerintah ingin RI menjadi Country of Honor di Festival Film Cannes 2028. (Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Indonesia kini membidik target besar di dunia perfilman internasional. Pemerintah ingin RI menjadi Country of Honor di Festival Film Cannes 2028. (Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

RADARBONANG.ID – Industri perfilman Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat di kancah internasional.

Kini, pemerintah bahkan membidik target besar dengan mengincar status “Country of Honor” atau tamu kehormatan di ajang bergengsi Festival Film Cannes 2028.

Target tersebut diungkap langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat menghadiri kegiatan terkait Festival Film Cannes 2026 di Jakarta.

Pemerintah disebut sedang melakukan proses bidding atau pengajuan resmi agar Indonesia mendapat posisi spesial di festival film paling prestisius di dunia tersebut.

Baca Juga: OpenAI Hadirkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT Pro, Pengguna Kini Bisa Pantau Rekening dan Investasi

Menurut Fadli Zon, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan visibilitas sineas dan karya film Indonesia di mata dunia.

Ingin Talenta Film Indonesia Lebih Mendunia

Pemerintah menilai industri perfilman nasional kini memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global.

Fadli Zon menyebut produksi film Indonesia saat ini sudah mencapai lebih dari 250 judul per tahun dengan antusiasme penonton bioskop domestik yang masih tinggi.

Karena itu, Indonesia ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jaringan internasional, membuka peluang kerja sama produksi, hingga memperkuat posisi perfilman nasional di pasar dunia.

Status Country of Honor di Festival Film Cannes dinilai akan memberi panggung besar bagi sineas Indonesia untuk tampil lebih menonjol di industri perfilman internasional.

Selain memperkenalkan film, langkah ini juga diharapkan bisa memperkuat promosi budaya, pariwisata, hingga potensi ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia.

Pemerintah Janji Permudah Perizinan Syuting

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi penguatan ekosistem perfilman nasional.

Salah satu fokus utama adalah penyederhanaan proses perizinan syuting di berbagai daerah Indonesia.

Menurut Fadli Zon, daerah harus melihat aktivitas syuting sebagai bentuk promosi budaya dan pariwisata, bukan justru mempersulit proses produksinya.

Ia menilai banyak negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura sudah lebih dulu memberikan kemudahan dan insentif bagi industri perfilman internasional.

Karena itu, Indonesia juga ingin mulai menerapkan kebijakan serupa agar lebih kompetitif sebagai lokasi produksi film dunia.

Wacana Tax Rebate untuk Film Asing

Selain kemudahan perizinan, pemerintah juga sedang mempertimbangkan pemberian insentif berupa tax rebate atau pengembalian pajak bagi produksi film asing yang syuting di Indonesia.

Rencana tersebut nantinya akan dibahas bersama Kementerian Keuangan sebagai bagian dari strategi menarik rumah produksi internasional.

Skema tax rebate sendiri sudah banyak diterapkan negara lain untuk meningkatkan daya tarik industri perfilman mereka.

Jika diterapkan di Indonesia, kebijakan ini diharapkan bisa memperbesar investasi sektor perfilman sekaligus membuka lapangan kerja baru di industri kreatif.

Delegasi Indonesia Tampil Menonjol di Cannes 2026

Pada Festival Film Cannes 2026, Indonesia juga mencatat sejumlah pencapaian penting.

Sebanyak empat film pendek karya sineas Indonesia tampil dalam program Next Step Studio di La Semaine de la Critique dan menjalani world premiere pada 14 Mei 2026.

Indonesia bahkan menjadi negara fokus pertama dalam program tersebut.

Selain itu, sutradara Kamila Andini berhasil mencatat prestasi membanggakan setelah meraih penghargaan Women in Cinema yang digelar oleh Red Sea Film Foundation dalam rangkaian Festival Film Cannes 2026.

Fadli Zon juga mengungkapkan ada sekitar 60 delegasi Indonesia yang hadir di Cannes tahun ini, mulai dari sineas, produser, hingga pelaku industri film lainnya.

Sebagian di antaranya terlibat dalam kompetisi utama, produksi kolaborasi internasional, hingga kegiatan pasar film Marché du Film.

Cannes Jadi Festival Film Paling Bergengsi Dunia

Festival Film Cannes dikenal sebagai salah satu festival film paling bergengsi di dunia sejak pertama kali digelar pada 1946.

Baca Juga: Islandia Gunakan Zebra Cross 3D untuk Perlambat Kendaraan, Efek Ilusi Optiknya Bikin Takjub

Ajang yang berlangsung di kota Cannes itu menjadi tempat berkumpulnya sineas, rumah produksi, distributor, hingga investor perfilman dari berbagai negara.

Setiap tahunnya, Cannes menjadi barometer perkembangan industri film global sekaligus tempat lahirnya banyak karya sinema berpengaruh dunia.

Karena itu, status Country of Honor dianggap sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat citra industri kreatif nasional di level internasional.

Jika target tersebut berhasil tercapai pada 2028, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan eksposur besar dalam industri perfilman global sekaligus memperluas peluang kerja sama budaya dan ekonomi kreatif lintas negara.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Indonesia Cannes 2028 #country of honor Cannes #Festival Film Cannes 2026 #Fadli Zon film Indonesia #industri film indonesia