RADARBONANG.ID – Dunia hiburan Indonesia selalu menyimpan cerita menarik di balik layar, terutama ketika para pelaku industri berbagi pengalaman mereka secara terbuka. Hal itu pula yang terjadi saat presenter sekaligus sutradara Imam Darto hadir sebagai bintang tamu di kanal YouTube Taulany TV.
Dalam program Gado-Gado yang dipandu Andre Taulany bersama Gading Marten, Darto berbagi cerita mengenai perjalanan kariernya di industri hiburan, termasuk pengalaman saat terlibat dalam produksi film Komik 8.
Obrolan yang berlangsung santai dan penuh candaan itu justru memunculkan sejumlah pengakuan jujur dari Darto mengenai perjalanan kariernya yang tidak selalu berjalan mulus.
Darto Akui Penonton Komik 8 Belum Sesuai Target
Dalam perbincangan tersebut, Imam Darto secara terbuka membahas performa film Komik 8 yang menurutnya belum mencapai target penonton yang diharapkan. Ia mengaku sempat melakukan evaluasi terhadap jumlah penonton yang datang ke bioskop.
Menurut Darto, berdasarkan data yang ia lihat, jumlah penonton film tersebut berada di angka sekitar 385 ribu orang. Angka tersebut dinilai belum maksimal jika dibandingkan dengan ekspektasi awal ketika film tersebut diproduksi.
“Setelah gua survei kemarin, Komik 8 itu penontonnya sekitar 385 ribu. Padahal secara cerita, jujur ya gua harus jujur ngomong karena modal nekat,” ujar Darto dalam obrolan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa proyek film tersebut dibuat dengan semangat bereksperimen dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Namun seperti banyak proyek kreatif lainnya, hasil akhirnya tetap sangat dipengaruhi oleh respons penonton.
Tetap Ingin Berkarya di Industri Film
Meski mengakui bahwa hasil yang diperoleh belum sepenuhnya sesuai harapan, Darto menegaskan bahwa pengalaman tersebut tidak membuatnya kapok untuk terus berkarya di industri perfilman.
Menurutnya, dunia film adalah bidang yang penuh tantangan sekaligus peluang untuk terus belajar. Setiap proyek memiliki dinamika yang berbeda, mulai dari proses produksi hingga penerimaan penonton di pasar.
Ia percaya bahwa kegagalan atau hasil yang tidak sesuai ekspektasi merupakan bagian dari proses kreatif yang harus dijalani oleh para pelaku industri.
Bagi Darto, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran penting untuk proyek-proyek berikutnya agar bisa menghadirkan karya yang lebih matang.
Peran Penting Darto di Balik Solidnya The Prediksi
Selain membahas soal film, obrolan di program tersebut juga menyinggung komunitas motor selebriti yang cukup populer di Indonesia, yakni The Prediksi.
Andre Taulany dalam kesempatan itu memberikan pujian kepada Imam Darto yang dianggap memiliki peran besar dalam menjaga soliditas komunitas tersebut.
Menurut Andre, Darto sering menjadi sosok yang berada di balik layar dalam mengatur berbagai kegiatan, terutama ketika komunitas tersebut melakukan touring atau perjalanan bersama.
Kemampuan Darto dalam mengatur manajemen perjalanan dan koordinasi antaranggota dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat komunitas berisi 13 artis papan atas tersebut tetap kompak hingga saat ini.
Tanggapi Pujian dengan Sikap Rendah Hati
Mendengar pujian tersebut, Imam Darto justru menanggapinya dengan santai dan penuh kerendahan hati. Ia mengakui bahwa dalam sebuah komunitas memang harus ada orang yang berperan sebagai penggerak agar organisasi dapat berjalan dengan baik.
Namun ia juga menyadari bahwa peran tersebut sering kali membuatnya menjadi sasaran candaan dari anggota lainnya.
“Dalam sebuah komunitas atau organisasi memang harus ada orang yang menggerakkan. Orang tersebut harus berbesar hati dan ikhlas,” ujar Darto sambil tertawa.
Baca Juga: Ramadan Jadi “Bootcamp” Frugal Living: Saat Puasa Diam-Diam Mengajarkan Hidup Lebih Hemat
Tradisi Ramadan Kurma Keju di Keluarga Darto
Di akhir perbincangan, Darto juga berbagi cerita ringan tentang kehidupan pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa keluarganya memiliki tradisi unik saat bulan Ramadan, yaitu menikmati hidangan kurma yang dipadukan dengan keju saat berbuka puasa.
Menurutnya, kebiasaan tersebut berasal dari keluarga sang mertua yang kemudian menjadi tradisi baru di rumahnya.
Meski sederhana, momen tersebut menjadi salah satu cara bagi keluarganya untuk menikmati kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Cerita tersebut pun menutup perbincangan dengan suasana hangat, sekaligus menunjukkan sisi lain dari Imam Darto yang tidak hanya dikenal sebagai komedian dan presenter, tetapi juga sosok kreatif yang terus mencoba berbagai bidang di industri hiburan.
Editor : Muhammad Azlan Syah