Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Wayang Thengul Bojonegoro Kembali Dihidupkan, Kesenian Lokal yang Hampir Terlupakan

Muhammad Azlan Syah • Sabtu, 27 Desember 2025 | 23:05 WIB

Dalang Wayang Thengul Bojonegoro memainkan tokoh wayang kayu khas dengan ekspresi kuat dan gerak kaku yang menjadi ciri unik kesenian tradisional Jawa Timur yang kini kembali dihidupkan.
Dalang Wayang Thengul Bojonegoro memainkan tokoh wayang kayu khas dengan ekspresi kuat dan gerak kaku yang menjadi ciri unik kesenian tradisional Jawa Timur yang kini kembali dihidupkan.

RADARBONANG.ID – Di tengah arus budaya populer dan hiburan digital yang kian mendominasi, kesenian tradisional Wayang Thengul dari Kabupaten Bojonegoro perlahan kembali menemukan ruang hidupnya.

Kesenian khas Jawa Timur ini sempat berada di ambang kepunahan, namun kini mulai dihidupkan kembali lewat upaya pelestarian seniman lokal dan dukungan masyarakat.

Wayang Thengul merupakan salah satu jenis wayang kayu yang berkembang di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.

Berbeda dengan wayang kulit yang lebih dikenal luas, Wayang Thengul memiliki ciri khas pada bentuk tokohnya yang menyerupai boneka tiga dimensi dengan kepala besar, mata menonjol, serta gerak yang kaku namun ekspresif.

Baca Juga: Tak Biasa! Cara Peternak Lepaskan Gas Sapi Kembung yang Bisa Nyala Api

Kata “thengul” sendiri merujuk pada bentuk leher wayang yang terlihat kaku dan menonjol.

Dahulu, Wayang Thengul kerap dipentaskan dalam berbagai hajatan masyarakat, mulai dari bersih desa, selamatan, hingga perayaan panen.

Cerita yang dibawakan umumnya bersumber dari kisah Panji, legenda lokal Jawa Timur, serta cerita rakyat yang sarat pesan moral. Namun seiring waktu, minat masyarakat terhadap kesenian ini menurun drastis.

Masuknya hiburan modern, minimnya regenerasi dalang, serta terbatasnya ruang pertunjukan membuat Wayang Thengul perlahan tersisih.

Tidak sedikit generasi muda Bojonegoro yang bahkan tidak mengenal kesenian ini.

Kondisi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran bahwa Wayang Thengul hanya akan menjadi catatan sejarah tanpa penerus.

Upaya kebangkitan Wayang Thengul mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah seniman dan pegiat budaya di Bojonegoro berinisiatif menggelar kembali pementasan, baik dalam skala kecil di desa-desa maupun dalam agenda festival budaya daerah.

Wayang Thengul juga mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari edukasi budaya lokal.

Salah satu dalang Wayang Thengul, yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia pedalangan, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menarik minat generasi muda.

Untuk menjawab tantangan tersebut, sejumlah inovasi dilakukan. Cerita Wayang Thengul kini mulai disesuaikan dengan isu-isu kekinian tanpa meninggalkan pakem tradisi.

Bahasa pengantar pun dibuat lebih komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh penonton lintas usia. Bahkan, beberapa pementasan mulai menggabungkan unsur musik modern sebagai daya tarik tambahan.

Baca Juga: Jempol Aktif, Dompet Reaktif: Fenomena Melek Digital tapi Buta Finansial di Kalangan Gen Z

Pemerintah daerah Bojonegoro turut berperan dalam proses pelestarian ini. Wayang Thengul kerap dilibatkan dalam acara resmi daerah dan promosi pariwisata budaya.

Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan penonton sekaligus mengangkat identitas budaya lokal.

Pengamat budaya menilai kebangkitan Wayang Thengul bukan sekadar upaya melestarikan kesenian lama, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap homogenisasi budaya.

Di tengah globalisasi, keberadaan kesenian lokal seperti Wayang Thengul menjadi penanda kuat identitas daerah yang tidak boleh hilang.

Meski belum sepenuhnya kembali ke masa kejayaannya, geliat Wayang Thengul hari ini memberi harapan baru.

Selama masih ada seniman yang setia merawat, serta generasi muda yang mau belajar dan mengenal, Wayang Thengul Bojonegoro diyakini akan tetap hidup—bukan hanya sebagai warisan, tetapi sebagai kesenian yang terus berkembang mengikuti zamannya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#wayang kayu #pelestarian budaya lokal #kesenian tradisional Bojonegoro #Wayang Thengul Bojonegoro #budaya Jawa Timur