RADARBONANG.ID - Band black metal asal Purwokerto, SANTET, mencuri perhatian setelah resmi mengumumkan bahwa mereka akan tampil di dua negara Eropa pada akhir November 2025.
Pengumuman ini menjadi momentum penting bagi band yang sudah bertahun-tahun mengibarkan bendera musik ekstrem Indonesia, terutama di ranah underground.
Tur Eropa kali ini menjadi bukti bahwa musik keras dari kota kecil dapat menembus panggung internasional.
Jadwal Tur dan Kota yang Dikunjungi
Dalam jadwal resmi, SANTET dijadwalkan tampil di Oslo, Norwegia, pada 21 November 2025, dan disusul penampilan di Stockholm, Swedia, pada 22 November 2025.
Baca Juga: Minyak Sereh untuk Relaksasi: Tips Membuat Minyak Rumahan dari Sumber Daya Alam
Dua kota ini dikenal sebagai pusat perkembangan black metal dunia, sehingga menjadi panggung yang sangat strategis bagi band Indonesia yang ingin memperluas audiens global.
Selain tampil, SANTET juga disebut akan melakukan sesi temu fans, wawancara media, dan kemungkinan kolaborasi dengan beberapa musisi metal dari negara setempat.
Ini menunjukkan bahwa tur tersebut bukan hanya sekadar konser, tetapi juga sebagai batu loncatan menuju pengakuan internasional yang lebih kuat.
Karier Panjang dan Dedikasi SANTET
SANTET bukan nama baru di dunia metal. Band ini telah berdiri sejak lebih dari satu dekade lalu dan dikenal sebagai salah satu pionir black metal Indonesia yang membawa identitas budaya lokal ke dalam konsep musik dan visual mereka.
Dengan karakter musik yang gelap, agresif, namun sarat nuansa mistis Jawa, SANTET sukses membangun identitas unik yang membedakannya dari band-band metal lainnya.
Selama kariernya, mereka sudah tampil lebih dari seratus kali — mulai dari panggung kecil, festival metal di berbagai kota besar Indonesia, hingga tampil di sejumlah panggung internasional Asia.
Namun, tur Eropa 2025 ini merupakan level berbeda yang menandai perkembangan signifikan dalam perjalanan musik mereka.
Album Baru yang Mendapat Apresiasi
Kesuksesan SANTET menembus Eropa tak lepas dari perilisan album ke-12 mereka yang bertajuk Cruelty in the Sorcerer’s Land.
Album ini dirilis awal 2025 dan mendapat respons positif dari komunitas metal internasional.
Materi lagu yang lebih matang, kualitas produksi yang meningkat, serta tema gelap yang semakin kuat membuat album tersebut menjadi salah satu rilisan terbaik dalam diskografi mereka.
Album ini juga menjadi salah satu alasan promotor Eropa memberikan ruang bagi SANTET untuk tampil.
Dengan segmentasi black metal yang kuat di kawasan Skandinavia, musik mereka dianggap memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat genre tersebut.
Perjuangan dari Kota Kecil ke Tur Eropa
Kesempatan tampil di Eropa tentu bukan terjadi dalam semalam.
Vokalis sekaligus pendiri band, Budi Blackustadz, pernah menceritakan bagaimana perjalanan panjang SANTET dimulai dari latihan di garasi kecil, tampil di acara komunitas metal lokal, hingga akhirnya mendapat perhatian promotor internasional.
Mereka juga aktif membangun hubungan dengan komunitas metal global, mengikuti festival daring, serta memperluas jangkauan karya lewat platform digital.
Konsistensi inilah yang akhirnya membuka jalan hingga mereka bisa menapakkan kaki di panggung Oslo dan Stockholm.
Makna Tur Eropa untuk Skena Metal Indonesia
Bagi SANTET, tur Eropa ini bukan hanya pencapaian personal, melainkan pembuktian bahwa musik ekstrem Indonesia memiliki kualitas dan daya saing.
Jika mereka berhasil memikat hati penonton Eropa, hal ini dapat membuka peluang bagi band metal Indonesia lainnya untuk tampil di panggung internasional.
Tur ini juga menjadi bentuk diplomasi budaya. Melalui musik black metal yang dibungkus unsur mistis lokal, SANTET membawa identitas Indonesia ke mata dunia — sebuah kontribusi penting di tengah minimnya representasi Indonesia dalam industri musik global.
Baca Juga: Kematian Mendadak Saat Olahraga: Penyebab, Risiko, dan Langkah Pencegahannya
Harapan dan Tantangan ke Depan
Meski antusiasme penggemar sangat besar, tur internasional tetap memiliki tantangan. Mulai dari manajemen waktu, kondisi fisik, hingga perbedaan kultur penonton Eropa.
Namun, dengan pengalaman SANTET yang sudah tampil di berbagai negara Asia dan persiapan matang jelang tur, mereka optimis dapat memberikan penampilan terbaik.
Tur Eropa 2025 ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian pertunjukan internasional lainnya, serta membuka jalur kolaborasi baru bagi SANTET di masa depan.
SANTET berhasil menunjukkan bahwa band dari kota kecil pun mampu melangkah sejauh benua lain.
Dengan penampilan yang dijadwalkan di Oslo dan Stockholm, album terbaru yang diapresiasi, serta identitas kuat yang mereka bawa, band ini siap mencetak sejarah bagi skena black metal Indonesia.
Tur ini bukan hanya panggung, melainkan babak baru yang membuktikan bahwa musik ekstrem Nusantara bisa berdiri tegak di tengah kerasnya industri metal dunia.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah