Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Band Metal Austria Belphegor Mendarat di Solo, Minta Difoto di Pohon Pisang: Cerita Unik di Balik Konser Rock in Solo

Muhammad Azlan Syah • Selasa, 25 November 2025 | 01:05 WIB

Baru tiba di Solo, para musisi Austria ini justru memilih pohon pisang sebagai spot foto mereka, dengan alasan karena di Austraslia tidak ada
Baru tiba di Solo, para musisi Austria ini justru memilih pohon pisang sebagai spot foto mereka, dengan alasan karena di Austraslia tidak ada

RADARBONANG.ID - Kedatangan band metal ekstrem asal Austria, Belphegor, di Solo, Jawa Tengah, untuk tampil di Rock In Solo Festival 2025 tidak hanya menghebohkan para penggemar musik keras, tetapi juga memunculkan cerita tak terduga yang langsung menjadi perbincangan publik.

Dari seluruh persiapan mereka menyambut konser, ada satu hal yang membuat banyak orang mengernyit heran sekaligus tersenyum: permintaan mereka untuk berfoto di bawah pohon pisang.

Belphegor, yang dikenal dengan citra panggung gelap, makeup ekstrem, serta musik berisi tema ritualistik dan okultisme, rupanya punya rasa penasaran tinggi terhadap elemen-elemen lokal Indonesia.

Baca Juga: Uters Dancer Taiwan Sukses Gelar “Formosa Warrior Culture Festival II”

Begitu mendarat di Solo, pihak band melalui Liaison Officer (LO) menyampaikan sebuah permintaan yang terdengar sederhana, namun jelas tidak biasa: “Tolong carikan pohon pisang, kami ingin foto di sana.”

Permintaan itu bukan candaan. Personel Belphegor rupanya sudah lama penasaran dengan pohon pisang yang di Austria jarang, bahkan hampir tidak ditemui. Iklim Eropa yang dingin membuat tanaman tropis sulit tumbuh.

Karena itu, kesempatan berada di Indonesia mereka manfaatkan untuk merasakan atmosfer yang berbeda — lengkap dengan latar alam yang eksotis.

Pihak panitia Rock In Solo menyambut keinginan itu dengan santai. Mereka mengajak para personel menyusuri area yang memiliki pohon pisang, lalu mengabadikan momen tersebut.

Foto yang kemudian diunggah di akun resmi Rock In Solo menunjukkan para personel Belphegor dengan dandanan metal khas mereka, berdiri garang di depan pohon pisang yang rimbun.

Kontras yang tercipta antara estetika ekstrem metal dan suasana tropis membuat foto itu langsung viral.

Di balik kesan “seram” yang selama ini melekat, Belphegor justru menunjukkan sisi santai yang memecah stereotip.

Setelah sesi foto, mereka sempat mampir ke Indomaret, membeli camilan, kopi kaleng, hingga rokok.

Para penggemar lokal yang kebetulan melihat mereka pun mengabadikan momen tersebut, tak percaya bahwa band sekelas Belphegor sedang memilih snack seperti warga pada umumnya.

Tak puas dengan satu kunjungan, mereka kemudian singgah ke Alfamidi untuk membeli tambahan logistik.

Sederet aktivitas sederhana itu menunjukkan sisi manusiawi mereka, jauh dari suasana panggung penuh kegelapan dan suara gitar yang menggema.

Bahkan, beberapa penggemar berseloroh bahwa band ini “lebih Indonesia dari orang Indonesia” karena hobi mampir minimarket.

Di sisi lain, permintaan foto di pohon pisang dinilai sebagian pihak memiliki nuansa simbolik.

Belphegor, yang dikenal dekat dengan konsep mistisisme dan estetika gelap, disebut-sebut tertarik pada pohon pisang karena di budaya Jawa pohon ini sering dikaitkan dengan cerita rakyat, mitos, atau tempat yang dianggap angker.

Meski tidak pernah dikonfirmasi langsung oleh band, banyak penggemar metal menganggap hal itu sebagai bentuk penghargaan mereka terhadap budaya lokal.

Baca Juga: Royalti Dangdut Diusulkan Menyentuh Acara Hajatan hingga Panggung Kampung

Bagi Rock In Solo, momen ini menjadi bukti bahwa musisi internasional tidak hanya datang untuk tampil, tetapi juga ingin merasakan langsung suasana, budaya, dan kehidupan sehari-hari masyarakat kota tuan rumah.

Interaksi mereka dengan lingkungan sekitar juga membuat para penggemar merasa lebih dekat, seolah jurang antara artis metal dunia dan penonton lokal bisa hilang dalam hitungan menit.

Belphegor dijadwalkan tampil sebagai salah satu headliner Rock In Solo 2025, dan kehadiran mereka sudah dinanti ribuan penonton.

Namun sebelum suara gitar pertama dipetik, band ini sudah menciptakan cerita yang tidak kalah menarik: bahwa bahkan musisi metal ekstrem pun bisa terpikat oleh kesederhanaan sebuah pohon pisang di sudut kota Solo.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#wisata unik Solo #Rock in Solo #pohon pisang #budaya lokal Solo #band metal