RADARBONANG.ID – Nama Reza Rahadian selama ini identik dengan aktor papan atas yang selalu total di depan kamera.
Tapi kini, ia membuat langkah besar dan berani: debut sebagai sutradara lewat film terbarunya berjudul Pangku.
Tak tanggung-tanggung, film perdananya langsung menang empat penghargaan internasional di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
Langkah ini membuat publik kagum — bagaimana bisa seorang aktor yang sudah mapan justru nekat pindah ke belakang kamera dan langsung mencetak prestasi sebesar itu?
Dari Aktor ke Sutradara: “Saya Mau Bertumbuh Lagi”
Dalam wawancara yang digelar usai pemutaran filmnya, Reza mengaku bahwa dunia penyutradaraan sudah lama ia impikan.
Menurutnya, proses menjadi sutradara bukan tentang ambisi semata, tapi tentang menemukan ruang baru untuk berekspresi.
Ia menyebut penyutradaraan sebagai “medium kedua dalam hidup saya untuk tumbuh.”
Tentang “Pangku”: Film yang Bikin Tertegun
Pangku bukan film ringan. Ceritanya mengangkat realitas keras perempuan di jalur Pantura, yang bekerja di warung kopi “pangku” demi bertahan hidup.
Tokoh utamanya, Sartika (Claresta Taufan), adalah perempuan muda yang terpaksa menjadi pelayan kopi setelah hidupnya porak-poranda.
Ia bekerja di warung milik Maya (Christine Hakim), sosok pemilik warung yang keras tapi menyimpan sisi manusiawi.
Film ini terasa begitu “Reza Rahadian” — artistik, emosional, dan jujur. Tak heran kalau kritikus di Busan menyebutnya sebagai “debut penyutradaraan paling berani dari Indonesia dalam satu dekade terakhir.”
Debut Langsung Panen Penghargaan
Baru tayang perdana di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, Pangku langsung memborong empat penghargaan bergengsi, termasuk KB Vision Audience Award dan FIPRESCI Award.
Prestasi ini mengukuhkan Reza sebagai sosok multitalenta — bukan cuma aktor, tapi kini juga sutradara yang diakui dunia.
Publik Indonesia pun ikut bangga. Banyak warganet menyebut, “Reza Rahadian bukan cuma aktor hebat, tapi storyteller sejati.”
Perjuangan di Balik Layar
Meski sudah berpengalaman di industri film, Reza mengaku debutnya di kursi sutradara tidak mudah.
Ia turun langsung dalam hampir semua proses — dari riset sosial di Pantura, pemilihan lokasi, hingga penyusunan musik.
Ia juga menyebut Christine Hakim sebagai mentor sekaligus sosok inspiratif selama proses syuting.
Dampak untuk Perfilman Indonesia
Keberhasilan Pangku di kancah internasional bukan cuma pencapaian pribadi, tapi juga bukti bahwa film Indonesia mampu bersaing secara global tanpa harus meninggalkan akar lokalnya.
Isu perempuan dan kemiskinan yang diangkat terasa relevan dan universal — sesuatu yang jarang disentuh dengan jujur di layar lebar.
Siap Tayang di Bioskop November Ini
Buat kamu yang penasaran, Pangku akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 6 November 2025.
Setelah sukses di Busan, film ini dijadwalkan juga masuk ke beberapa festival film lain di Eropa dan Asia Tenggara.
Debut Reza Rahadian di dunia penyutradaraan adalah momen bersejarah bagi perfilman Indonesia.
Ia membuktikan bahwa keberanian mengambil langkah baru bisa berbuah luar biasa. Dari aktor serba bisa menjadi sutradara yang menggetarkan hati, Reza sekali lagi menunjukkan: bakat sejati selalu menemukan jalannya untuk bersinar.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah