Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Nassar Bikin Gempar, “Seperti Mati Lampu” Tampil Megah dalam Balutan Orkestra Erwin Gutawa a

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 29 Oktober 2025 | 22:41 WIB

Sosok penyanyi dangdut tampil berkelas dalam konser kolaborasi dengan orkestra Erwin Gutawa, memperlihatkan bahwa musik dangdut bisa tampil elegan.
Sosok penyanyi dangdut tampil berkelas dalam konser kolaborasi dengan orkestra Erwin Gutawa, memperlihatkan bahwa musik dangdut bisa tampil elegan.

RADARBONANG.ID – Penyanyi dangdut Nassar kembali mencuri perhatian publik lewat penampilan spektakulernya yang tak biasa.

Dalam sebuah pertunjukan musik spesial, pria yang dijuluki King Nassar itu membawakan lagu fenomenalnya, “Seperti Mati Lampu,” dengan format baru — diiringi orkestra megah yang dipimpin langsung oleh maestro musik Indonesia, Erwin Gutawa.

Kolaborasi dua nama besar dari dunia musik yang berbeda ini menciptakan momen yang tak hanya menghibur, tetapi juga menggugah rasa bangga.

Dalam balutan aransemen orkestra, lagu “Seperti Mati Lampu” menjelma menjadi karya musik yang elegan, penuh dinamika, dan sarat emosi.

Erwin Gutawa menata ulang komposisi musiknya dengan harmoni alat tiup, gesek, dan perkusi yang memperkaya warna dangdut tanpa mengaburkan jati dirinya.

Sementara itu, vokal Nassar yang khas — kuat, melengking, dan penuh ekspresi — berhasil menembus megahnya suara orkestra.

Setiap bait lagu seolah menjadi perjalanan emosional antara kesedihan dan kemegahan.

Penonton dibuat terpukau oleh perpaduan dua dunia musik yang selama ini dianggap bertolak belakang: dangdut dan orkestra.

Secara karakter, dangdut dikenal sebagai musik rakyat — lahir dari panggung-panggung terbuka, pesta rakyat, hingga konser di daerah pantura.

Musik ini membumi, hangat, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, orkestra identik dengan eksklusivitas dan kemegahan, sering dimainkan di gedung konser megah dengan tata cahaya dan kostum yang formal.

Namun di tangan Nassar dan Erwin Gutawa, dua dunia yang kontras itu justru berpadu dengan harmonis.

Erwin Gutawa menjelaskan, perpaduan tersebut bukan untuk “mengubah” dangdut menjadi sesuatu yang lain, melainkan memperlihatkan sisi lain dari musik yang kaya ini.

Nassar pun mengaku bangga bisa menyanyikan lagu yang membesarkan namanya dalam format yang sama sekali berbeda. 

Cuplikan penampilan tersebut kemudian viral di media sosial. Ribuan komentar positif bermunculan, memuji keberanian kolaborasi lintas genre ini.

Banyak yang menyebut, penampilan Nassar bersama orkestra Erwin Gutawa menjadi bukti bahwa musik dangdut mampu menembus batas-batas konvensional.

“Gila! Merinding dengarnya. Dangdut bisa sekeren ini,” tulis seorang pengguna X (Twitter). Penggemar lainnya menambahkan, “Kombinasi suara Nassar dan aransemen Erwin Gutawa benar-benar bikin bangga jadi penikmat musik lokal.”

Pengamat musik menilai, kolaborasi ini menjadi momen penting dalam evolusi musik Indonesia.

Dangdut yang kerap dianggap “musik rakyat pinggiran” kini bisa berdiri sejajar dengan format musik klasik yang biasanya eksklusif.

Ini bukan sekadar hiburan, tapi simbol penyatuan dua dunia yang berbeda dalam satu ruang apresiasi yang sama.

Melalui pertunjukan ini, Nassar dan Erwin Gutawa berhasil membuktikan bahwa musik tidak mengenal batas kelas, genre, atau latar budaya.

Selama diolah dengan kualitas dan rasa, setiap nada bisa menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.

Penonton yang hadir malam itu berdiri memberi tepuk tangan panjang setelah lagu berakhir — sebuah penghormatan untuk dua seniman yang berani menghapus sekat antara panggung rakyat dan panggung istana.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Nassar #Erwin Gutawa #kolaborasi musik Indonesia #Seperti Mati Lampu orkestra #dangdut dan orkestra