RADARBONANG.ID - Drama Korea terbaru Netflix berjudul Genie, Make a Wish menghadirkan kisah fantasi romantis yang mengguncang emosi penonton.
Kisah sang jin penghuni lampu ajaib yang diperankan Kim Woo-bin dan seorang manusia psikopat bernama Ka-young yang diperankan Bae Suzy sukses mengaduk emosi dari awal hingga akhir.
Menariknya lagi, ending Genie Make a Wish dimana sang Iblis yang awalnya sombong karena tercipta dari api, pada akhirnya menundukkan kepala mengakui kemurnian dan kesempurnaan manusia yang terbuat dari gumpalan tanah.
Ya, tak dipungkiri, chemistry Kim Woo-bin dan Bae Suzy dalam perpaduan kisah cinta, takdir, dan penebusan dosa di antara dunia manusia dan makhluk gaib benar-benar sempurna.
Ditambah, penulis naskah dari drama ini adalah Kim Eun-sook, penulis naskah legendaris yang sebelumnya sukses lewat Goblin dan Descendants of the Sun.
Kisah Awal: Cinta, Dosa, dan Tiga Permintaan
Kim Woo bin berperan sebagai Iblis, seorang jin yang pernah menolak perintah Tuhan untuk tunduk kepada manusia.
Akibat keangkuhannya, dia diusir ke neraka dan hanya bisa bebas jika mampu membuktikan bahwa manusia sejatinya serakah—cukup dengan menggoda satu dari tiga permintaan seseorang.
Namun, takdir berubah ketika ia bertemu seorang gadis budak dari Dinasti Goryeo (935–1392).
Bukannya membuat permintaan egois, gadis itu justru menggunakan tiga keinginannya untuk kebaikan orang lain.
Karena gagal membuktikan keserakahan manusia, Iblis pun dikurung di dalam lampu selama seribu tahun.
Pertemuan di Dubai: Awal Takdir Baru
Seribu tahun kemudian, lampu ajaib itu ditemukan oleh Ka-young (Bae Suzy), seorang mekanik asal Korea yang tengah berlibur di Dubai.
Uniknya, Ka-young digambarkan sebagai perempuan tanpa empati, yang belajar bersikap “normal” berkat didikan neneknya, Pan-geum (Kim Mi-kyung).
Tanpa disadari, Ka-young adalah reinkarnasi gadis Goryeo yang dulu membuat Iblis kehilangan kebebasannya.
Dengan dendam lama yang belum padam, Iblis bertekad untuk membuat Ka-young menderita—meski harus memenuhi tiga permintaannya terlebih dulu.
Tiga Permintaan yang Mengubah Takdir
Permintaan pertama Ka-young justru berbalik arah. Ia menantang Iblis untuk membuktikan apakah manusia memang serakah seperti yang diyakininya.
Keduanya lalu membuat taruhan yang menentukan nasib mereka berdua.
Dalam perjalanan membuktikan keserakahan manusia, Ka-young mengajukan permintaan kedua: membuat neneknya muda kembali.
Pan-geum pun berubah menjadi perempuan berusia 20-an dengan nama baru, Mi-ju (Ahn Eun-jin).
Dari sini, kisah fantasi mulai bercampur dengan drama keluarga dan romansa yang emosional.
Rahasia Masa Lalu dan Kematian yang Mengguncang
Seiring waktu, Iblis mulai memahami sisi lain Ka-young dan perlahan jatuh cinta padanya.
Namun tragedi tak terhindarkan ketika musuh lamanya, Khalid, membunuh Pan-geum dan sahabat mereka, Sade.
Ka-young pun menggunakan permintaan terakhirnya: ia ingin merasakan emosi manusia sepenuhnya, meski hanya untuk satu hari.
Akhir Tragis yang Berubah Jadi Bahagia
Keinginan itu ternyata membawa pengorbanan besar. Iblis, yang tak sanggup membunuh Ka-young seperti janjinya, memilih menyerahkan nyawanya kepada saudaranya, malaikat kematian Ejllael.
Sementara Ka-young yang hancur karena kehilangan orang-orang yang ia cintai, meninggal di padang pasir.
Namun kisah ini tak berakhir suram. Dalam episode terakhir Genie Make a Wish, Ka-young bereinkarnasi sebagai Jinniya, jin perempuan yang memiliki tiga permintaan untuk sahabatnya Min-ji.
Dalam momen yang mengharukan, Min-ji menggunakan salah satu permintaan itu agar Ka-young bisa kembali bersama Iblis.
Di akhir episode, keduanya hidup bahagia selamanya di dunia para jin.
Makna di Balik Akhir Cerita
Ending Genie Make a Wish bukan sekadar kisah cinta antara manusia dan makhluk gaib, tapi juga simbol perjalanan spiritual tentang pengampunan dan kemanusiaan.
Iblis yang awalnya percaya bahwa manusia diciptakan untuk serakah, akhirnya menemukan bahwa cinta bisa mengalahkan kutukan, bahkan melampaui kematian. (*)
Editor : Amin Fauzie