Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

No Other Choice: Ketika Kehilangan Pekerjaan Mengubah Hidup Man-su

Amin Fauzie • Senin, 29 September 2025 | 17:25 WIB
Film Korea No Other Choice cocok bagi pecinta humor, drama, dan ketegangan dunia kerja modern, dibintangi Lee Byung Hun dan Son Ye Jin.
Film Korea No Other Choice cocok bagi pecinta humor, drama, dan ketegangan dunia kerja modern, dibintangi Lee Byung Hun dan Son Ye Jin.

RADARBONANG.ID - Bayangkan hidup yang sudah terasa sempurna, tiba-tiba berubah drastis dalam sekejap.

Inilah yang dialami Man-su (Lee Byung Hun), pria yang mengabdi puluhan tahun di sebuah perusahaan kertas.

Pagi itu, ia girang bukan kepalang saat menerima satu set daging mahal—hadiah yang ia kira apresiasi atas dedikasinya selama 25 tahun.

Namun, kado itu ternyata ucapan perpisahan.

“Aku merasa punya segalanya,” ucap Man-su sambil memeluk keluarganya, sebelum realita pahit menghantam.

Pemecatan mendadak membuat hidup Man-su berputar 180 derajat.

Bersama pengangguran lain, ia mengikuti terapi agar tetap berpikiran positif, yakin akan mendapat pekerjaan baru dalam tiga bulan.

Sementara itu, Miri (Son Ye Jin), sang istri, berjuang mengatur keuangan keluarga.

Wajahnya yang dulu trendi kini tampak kuyu.

Hobi tenis dan dansa dihentikan, langganan platform streaming dipotong, bahkan makanan di meja menjadi sederhana.

Miri mengambil pekerjaan paruh waktu di klinik gigi demi menopang keluarga.

Man-su sendiri mencoba berbagai pekerjaan serabutan dan berharap bisa kembali ke Moon Paper, perusahaan yang menurutnya paling tepat bagi seorang ahli kertas.

Namun, persaingan ketat membuatnya merasa terpojok.

Dalam kepepet, dia bahkan mempertimbangkan langkah ekstrem untuk memastikan dirinya menjadi kandidat terpilih.

Konflik semakin menarik dengan munculnya pesaing berat Man-su.

Ada Bummo (Lee Sung Min), yang stres hingga mabuk-mabukan, membuat istrinya Ara (Yeom Hye Ran) kesal. Interaksi mereka penuh humor, menampilkan chemistry antara aktris ekspresif dan suami yang canggung.

Lalu Sijo (Cha Seung Won), seorang pekerja toko sepatu yang gigih menafkahi putrinya, menunjukkan ketulusan dan kegigihan, mengingatkan penonton pada karakternya di serial omnibus “Our Blues”.

Film ini menampilkan Man-su sebagai orang realistis yang nekat, bukan pembunuh berdarah dingin.

Kekikukannya memunculkan humor, terutama dalam adegan kekacauan bersama Bummo dan Ara.

Lee Byung-hun tampil meyakinkan sebagai bapak-bapak canggung, jauh berbeda dari peran sadisnya di “Squid Game” atau tentara tangguh di “Mr. Sunshine”.

Son Ye Jin juga berhasil memerankan sosok istri dan ibu yang menjadi pilar keluarga di tengah krisis.

Sutradara Park Chan-wook menampilkan visual cantik yang menawan.

Wide shot menyorot ruang dengan kombinasi warna elegan, kamera statis menyorot karakter yang sibuk bergerak, menghidupkan narasi.

Film ini diangkat dari novel horor thriller The Ax karya Donald E. Westlake, yang sebelumnya diadaptasi menjadi film The Axe (2005) oleh Costa-Gavras.

Menonton No Other Choice terasa menyenangkan bahkan bagi penonton yang tak familiar dengan novelnya.

Tema kehilangan pekerjaan dan kegelisahan menghadapi dunia kerja modern tetap relevan, terlebih di era digital di mana industri kertas mulai tergantikan teknologi.

Park Chan-wook sendiri mengaku merasakan kegelisahan serupa sebagai sineas, menunggu proyek berikutnya.

Bagi penonton di Indonesia, isu yang diangkat terasa dekat, apalagi bagi para pencinta drama Korea.

Kesulitan mencari pekerjaan masih menjadi realita banyak keluarga.

No Other Choice bukan sekadar film tentang industri kertas atau ambisi, tapi juga refleksi universal tentang ketidakpastian hidup, keluarga, dan bagaimana kita bertahan ketika dunia tiba-tiba berubah. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Man su #film #son ye jin #Humor #korea #lee byung hun #No Other Choice