RADARBONANG.ID – Dalam genre yang jarang disentuh perfilman Indonesia, Arti Cinta hadir sebagai film musikal penuh emosi garapan Monty Tiwa dan Tepan Kobain, yang tak hanya mengandalkan lagu-lagu manis, tapi juga membedah luka batin keluarga lewat nada dan lirik.
Diproduksi oleh Fish Eye Production, film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 Juli 2025.
Di balik gemerlap musik dan tarian, Arti Cinta adalah kisah getir tentang cinta yang tidak selalu manis, dan luka yang kerap datang dari orang yang paling dekat.
Cerita berpusat pada Guntur Sadewa (Tio Pakusadewo) dan Anna (Sita Nursanti), pasangan suami-istri yang di permukaan tampak harmonis.
Namun, di balik senyum dan rutinitas keluarga, tersimpan rahasia pahit: perselingkuhan yang disembunyikan rapat oleh sang suami.
Kisah rumah tangga mereka bukan hanya menggambarkan kehancuran kepercayaan, tapi juga memperlihatkan dampak yang harus ditanggung generasi berikutnya.
Julie, putri mereka, menjadi saksi sunyi luka yang tak kunjung sembuh.
Sutradara membawa penonton menyelami berbagai level cinta yang bisa terjadi dalam sebuah hubungan.
Konsep ini diungkapkan oleh produser Olga Lydia, yang menyebut bahwa setiap orang punya ukuran cinta masing-masing, bahkan jika cinta itu dibumbui pengkhianatan.
Musikal Tanpa Lipsync: Tantangan Langsung di Lokasi
Salah satu hal paling mencolok dari Arti Cinta adalah keberaniannya menampilkan lagu-lagu yang dinyanyikan secara langsung oleh para aktor saat proses syuting.
Bukan lipsync, bukan rekaman studio.
Mikrofon tersembunyi dan alunan minus-one dari earphone menjadi pendamping mereka di balik layar.
Bagi aktris Sita Nursanti, metode ini menjadi tantangan tersendiri.
Dia harus menyatu secara emosional dan teknis dengan setiap nada yang dilantunkan langsung di depan kamera.
Hal serupa dirasakan Karina Salim, yang menyoroti bahwa bermain dalam film ini tak cukup hanya dengan mendalami akting, tapi juga harus bisa menyelami emosi melalui lagu dan koreografi yang berjalan bersamaan.
Pendatang Baru di Dunia Musikal
Sementara itu, Windy Apsari yang untuk pertama kalinya terjun dalam film musikal, mengaku pengalaman ini sangat berbeda.
Meski belum memiliki dasar vokal yang kuat, ia berusaha menjawab tantangan lewat workshop intensif selama dua bulan.
Dalam film ini, dia tidak hanya berakting, tetapi juga menyanyi secara langsung.
Suatu hal yang sebelumnya terasa menakutkan, namun bisa dilalui berkat dukungan sesama pemain.
Windy juga berbagi bahwa adegan menyanyi bersama menjadi momen paling berkesan, karena kebersamaan dan rasa saling mendukung antar pemain justru membantunya lepas dari rasa gugup.
Perpaduan Drama, Musik, dan Luka yang Terbungkus Harmoni
Arti Cinta tak hanya menawarkan harmoni nada, tetapi juga ironi dalam hubungan manusia.
Sebuah rumah tangga yang tampak sempurna dari luar bisa saja menyimpan kepedihan dalam.
Di tengah lantunan lagu-lagu yang menyayat dan koreografi yang dinamis, film ini mengajak penonton merenungi: sejauh mana cinta bisa memaafkan?
Dengan jajaran pemeran solid seperti Tio Pakusadewo, Sita Nursanti, Samo Rafael, Marthino Lio, Karina Salim, Marini Soerjosoemarno, dan Windy Apsari, Arti Cinta bukan hanya musikal biasa.
Ia adalah refleksi tentang kesetiaan, luka, dan harapan yang dinyanyikan dalam bisikan dan jerit batin.
Bagi yang haus akan tontonan yang bukan hanya menyentuh telinga, tapi juga hati, film ini bisa jadi jawabannya.
Arti Cinta mulai diputar di bioskop seluruh Indonesia pada 17 Juli 2025.
Siapkan hati, dan biarkan musiknya berbicara. (*)
Editor : Amin Fauzie