RADARBONANG.ID - Michelle Ziudith kembali mengasah bakat aktingnya dalam film terbaru Puang Bos, karya sutradara Adink Liwutang.
Kali ini, dia memainkan karakter Pertiwi, cinta lama Dewa Rucci, yang diperankan Ibrahim Risyad.
Michelle, dikenal lewat film-film romantis seperti Magic Hour dan London Love Story, kini berperan sebagai gadis Bulukumba yang dekat dengan alam dan tradisi pembuatan kapal pinisi.
Pertiwi dibesarkan dalam budaya pinisi, di mana kayu yang mereka olah digunakan untuk kapal.
Demi peran ini, aktris kelahiran Medan 1995 tersebut tak hanya mendalami emosi karakter, tetapi juga berlatih dialek Makassar untuk membawa keaslian pada tokoh Pertiwi.
Meski bukan dari Sulawesi Selatan, Michelle berusaha keras memahami logat khas tersebut.
"Tantangan terbesarnya memang bahasa dan logat. Saya harus terus membiasakan diri selama syuting," kata Michelle dalam konferensi pers Gala Premier film Puang Bos di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/11).
Michelle berlatih dengan pelatih bahasa serta dibimbing oleh lawan mainnya, komika asli Makassar, Arif Brata.
"Fasih sekali dengan logat Makassar. Kehadiran Arif sangat membantu saya untuk lebih menjiwai karakter Pertiwi," tuturnya.
Film Puang Bos, yang akan dirilis pada 14 November 2024, tidak hanya menyoroti tema budaya tetapi juga menggali konflik keluarga dalam bisnis pembuatan kapal Pinisi.
Dewa Rucci, pewaris keluarga yang diperankan Ibrahim Risyad, lebih memilih mengikuti hobi bermotornya daripada meneruskan tradisi keluarga, dan konflik pun memanas dengan adanya kelangkaan kayu Na’nasa—bahan penting untuk membuat kapal Pinisi.
Kembali Bertemunya Dewa Rucci pada cinta lamanya, Pertiwi, menambah dinamika cerita.
Dukungan para aktor pendukung seperti Arif Brata dan para pemain lokal memperkaya keaslian film.
Michelle mengungkapkan bahwa berperan di film Puang Bos merupakan pengalaman berharga dan penuh tantangan.
Bagi Michelle, Film ini juga membuka wawasan budaya yang belum pernah dia pelajari sebelumnya.
"Selain syutingnya yang seru, ceritanya juga sangat menantang,” ungkapnya. (*)
Editor : Amin Fauzie