RADARBONANG.ID - Indonesia semakin produktif merilis film horor berkualitas yang berhasil menarik perhatian penonton.
Perubahan ini tentu disambut positif, terutama setelah 2010-an, ketika hanya segelintir film horor Indonesia yang meraih respons positif dan laris di bioskop.
Kini, tak hanya di layar lebar, karya-karya horor Tanah Air juga bisa dinikmati di Netflix.
Platform streaming populer ini memberikan akses mudah bagi pecinta horor untuk menikmati film-film lokal, selama mereka memiliki langganan aktif.
Penasaran film horor Indonesia apa saja yang tayang di Netflix? Berikut rekomendasinya untuk Anda!
1. Agak Laen
Film Agak Laen diproduksi oleh rumah produksi Imajinari dan disutradarai oleh Muhadkly Acho.
Rilis pada Februari 2024, film ini menawarkan komedi konyol dari petualangan empat penjaga di sebuah rumah hantu.
Dibintangi oleh para aktor terkenal seperti Boris Bokis, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga, kisahnya berfokus pada usaha keempat penjaga untuk menakut-nakuti para pengunjung.
Namun, alih-alih menciptakan suasana yang menyeramkan, rumah hantu tersebut justru gagal memberikan ketakutan yang diharapkan.
Hantu-hantu yang mereka tampilkan tidak berhasil membuat pengunjung merasa terintimidasi.
Suatu ketika, situasi berbalik ketika seorang pengunjung mengalami gagal jantung hingga meninggal dunia.
Keempat penjaga, dalam upaya untuk menyelamatkan reputasi tempat tersebut, mencoba menguburkan mayatnya dan memanfaatkan insiden itu untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Sejak kejadian tragis tersebut, banyak pengunjung mulai mengklaim mengalami berbagai pengalaman mistis selama berada di rumah hantu itu.
Keberuntungan pun berpihak pada keempat penjaga, dengan peningkatan jumlah pengunjung yang datang.
Namun, masalah mulai muncul ketika identitas sosok yang meninggal tersebut ternyata adalah orang penting, menambah ketegangan dan komplikasi dalam cerita.
2. Perempuan Tanah Jahanam
Film Perempuan Tanah Jahanam yang dirilis pada 2019 ini disutradarai oleh Joko Anwar dan mendapat sambutan positif di tingkat internasional dengan judul Impetigore.
Tidak hanya alur ceritanya yang mengerikan, tetapi juga akting kuat dari para pemerannya seperti Tara Basro, Ario Bayu, Marissa Anita, Christine Hakim, dan Asmara Abigail membuat film ini istimewa.
Kisahnya berpusat pada Maya (diperankan oleh Tara Basro), seorang wanita yang bekerja keras di kota bersama sahabatnya, Dini (Marissa Anita).
Suatu hari, Maya mendengar kabar tentang kemungkinan warisan dari desa asal keluarganya yang penuh misteri.
Berangkat dengan harapan, Maya dan Dini mengunjungi desa terpencil tersebut.
Namun, sesampainya di sana, mereka mendapati bahwa penduduk desa memiliki niat jahat dan menaruh dendam lama terhadap Maya.
Penduduk desa percaya bahwa Maya adalah satu-satunya jalan untuk menghentikan kutukan mengerikan yang telah menghantui mereka bertahun-tahun.
Dalam perjalanannya, Maya dipaksa menghadapi rahasia kelam masa lalu keluarganya yang terhubung dengan kutukan itu, menghadirkan kengerian yang tak terlupakan.
3. Sabrina
Film horor Indonesia berikutnya yang tayang di Netflix adalah Sabrina, rilisan 2018 karya sutradara Rocky Soraya.
Sebagai bagian dari The Doll Universe, film ini menjadi spinoff dari The Doll 2, menghadirkan kengerian yang baru.
Dibintangi Luna Maya, Christian Sugiono, Sara Wijayanto, dan Jeremy Thomas, Sabrina mengisahkan teror yang dibawa oleh boneka berhantu yang menjadi pusat rangkaian peristiwa supranatural menyeramkan.
Cerita berfokus pada Maira (Luna Maya), yang menikmati kehidupan bahagia bersama suaminya, Aiden (Christian Sugiono), seorang pembuat mainan yang menciptakan boneka bernama “Sabrina.”
Namun, kebahagiaan mereka berubah ketika anak angkat Maira, Vanya, mulai bertingkah aneh dan mengklaim bahwa almarhum ibunya mencoba berkomunikasi dengannya melalui boneka Sabrina.
Awalnya, Maira dan Aiden mengabaikan hal tersebut, namun kejadian-kejadian aneh mulai menghantui rumah mereka.
Untuk mengatasi gangguan ini, mereka meminta bantuan Bu Laras (Sara Wijayanto), seorang paranormal.
Semakin dalam mereka menyelidiki, semakin jelas bahwa roh jahat yang merasuki Sabrina tidak hanya sekadar mengganggu—ia berniat mencelakakan seluruh keluarga.
4. Pengabdi Setan
Pengabdi Setan menjadi salah satu film horor Indonesia paling fenomenal sejak dirilis.
Disutradarai oleh Joko Anwar, film ini adalah remake dari film horor klasik 1980 dengan judul sama dan diproduksi oleh Rapi Films.
Diperankan oleh Tara Basro, Bront Palarae, Ayu Laksmi, dan Endy Arfian, Pengabdi Setan berhasil menarik lebih dari 4 juta penonton di bioskop serta mendapat pengakuan internasional.
Cerita berfokus pada Rini (Tara Basro) dan keluarganya yang tinggal di rumah tua terpencil.
Setelah kematian sang ibu (Ayu Laksmi) akibat penyakit misterius, Rini dan keluarganya mulai mengalami kejadian supranatural yang mencekam.
Gangguan yang terus meningkat memaksa Rini untuk mencari jawaban, hingga ia menemukan bahwa ibunya terlibat dalam sekte pemuja setan.
Teror semakin memuncak ketika Rini menyadari bahwa salah satu anak dalam keluarga mereka akan dijadikan tumbal untuk membangkitkan arwah ibunya.
Perjalanan mencekam ini membawa mereka semakin dalam ke kegelapan masa lalu yang penuh rahasia.
Pengabdi Setan pun mengukir prestasi dengan menyabet berbagai penghargaan, termasuk Best Cinematography, Best Sound, dan Best Art Direction di Festival Film Indonesia.
5. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur
Suzzanna: Bernapas dalam Kubur adalah film horor yang dirilis pada 2018, disutradarai oleh Rocky Soraya dan Anggy Umbara.
Film ini didedikasikan untuk mengenang Suzzanna, aktris legendaris yang dijuluki “Ratu Horor” karena perannya dalam deretan film horor klasik Indonesia.
Dalam film ini, Luna Maya berperan sebagai Suzzanna, mengenakan riasan yang menampilkan kemiripan luar biasa dengan sosok mendiang Suzzanna.
Selain Luna Maya, film ini juga dibintangi oleh Herjunot Ali, Teuku Rifnu Wikana, dan Alex Abbad.
Ceritanya mengisahkan kehidupan Suzzanna (Luna Maya) yang bahagia bersama suaminya, Satria (Herjunot Ali).
Namun, kebahagiaan mereka berubah menjadi tragedi ketika sekelompok pekerja di rumah Satria merencanakan perampokan saat Satria sedang pergi.
Tanpa sengaja, Suzzanna melihat aksi perampokan tersebut, dan para perampok membunuhnya lalu menguburnya di halaman belakang rumahnya.
Namun, arwah Suzzanna tidak bisa beristirahat dengan tenang. Ia bangkit dari kubur dengan satu tujuan: membalas dendam.
Satu per satu, para pelaku dihantui oleh sosok Suzzanna yang kini kembali dengan kekuatan supranatural yang mencekam.
6. Sebelum Iblis Menjemput
Sebelum Iblis Menjemput adalah salah satu film horor Indonesia yang sukses besar pada tahun 2018.
Film garapan sutradara Timo Tjahjanto ini diproduksi oleh Sky Media dan Legacy Pictures, serta dibintangi oleh Chelsea Islan, Pevita Pearce, Ray Sahetapy, dan Karina Suwandi.
Terinspirasi dari film horor klasik The Evil Dead (1981), Sebelum Iblis Menjemput berfokus pada kekuatan jahat yang bangkit melalui ritual pemujaan setan.
Cerita ini mengikuti Alfie (Chelsea Islan), seorang wanita muda yang sudah lama menjauh dari ayahnya, Lesmana (Ray Sahetapy), sejak kematian misterius ibunya.
Ketika Lesmana mendadak jatuh sakit akibat kutukan dari ritual gelap yang ia lakukan demi kekayaan, Alfie terpaksa kembali ke rumah keluarganya.
Bersama saudara tirinya, Maya (Pevita Pearce), Alfie berusaha menggali rahasia gelap yang tersimpan dalam masa lalu keluarga mereka.
Di rumah tua keluarga itu, Alfie dan Maya dihadapkan pada kekuatan jahat yang mulai mengintai dan meneror, memaksa mereka menghadapi ketakutan masa lalu yang belum terungkap.
7. The Doll 3
The Doll 3 menjadi film horor Indonesia berikutnya yang kini bisa disaksikan di Netflix.
Disutradarai oleh Rocky Soraya, film ini merupakan lanjutan dari The Doll (2016) dan The Doll 2 (2017).
Dalam film kali ini, Jessica Mila, Winky Wiryawan, Montserrat Gizelle, dan Sara Wijayanto turut berperan, membawa nuansa horor yang semakin mencekam.
Cerita berfokus pada Tara (Jessica Mila), yang harus tinggal bersama adik laki-lakinya, Gian (Zizie Zidane), setelah orang tua mereka meninggal dunia.
Saat Gian meninggal, Tara yang tidak bisa menerima kepergiannya mencari cara untuk “memanggil” kembali sang adik.
Dengan bantuan seorang dukun, arwah Gian merasuki boneka bernama Bobby, membuat boneka itu hidup dan berperilaku seperti manusia.
Namun, kehadiran arwah Gian tidak membawa kebahagiaan. Ternyata, Gian menyimpan dendam terhadap beberapa orang, khususnya Aryan dan Mikha.
Boneka yang dihuni arwah Gian pun mulai mengancam dan meneror orang-orang di sekitar Tara, menciptakan rangkaian kejadian yang mengerikan.
The Doll 3, yang dirilis pada tahun 2022, mendapat sambutan beragam dari penonton dan semakin mengokohkan nama Rocky Soraya sebagai sutradara, produser, dan penulis naskah dalam dunia film horor Indonesia.
8. Ghost Writer
Ghost Writer, disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk dan diproduksi oleh Starvision Plus, berhasil menjadi salah satu film horor komedi yang sukses di Indonesia.
Dibintangi oleh Tatjana Saphira, Ge Pamungkas, dan Deva Mahenra, film ini menyajikan kisah yang unik dan menghibur.
Cerita berpusat pada Naya (Tatjana Saphira), seorang penulis yang sedang kesulitan menemukan ide untuk novel barunya.
Saat pindah ke sebuah rumah tua, Naya menemukan buku harian milik penghuni sebelumnya, yaitu arwah penasaran bernama Galih (Ge Pamungkas).
Galih meminta Naya menuliskan kisah hidupnya yang belum selesai, dan sejak saat itu, dimulailah konflik yang penuh humor dan ketegangan.
Meski awalnya dihantui oleh Galih, Naya perlahan menyadari bahwa tidak semua arwah membawa keburukan.
Dia mulai memahami sisi emosional di balik kehadiran Galih, yang mengajarkannya tentang makna keluarga dan penerimaan diri.
Film ini mengombinasikan unsur jump scare dengan komedi cerdas, menciptakan perpaduan sempurna antara tawa dan ketegangan.
Ghost Writer cocok bagi penonton yang menyukai film horor dengan sentuhan komedi yang segar.
9. Modus Anomali
Modus Anomali adalah film horor thriller psikologis karya sutradara Joko Anwar yang kini dapat dinikmati di Netflix.
Dibintangi oleh Rio Dewanto, Hannah Al Rashid, dan Marissa Anita, film ini menyajikan kisah mencekam dan penuh teka-teki.
Cerita berpusat pada John (Rio Dewanto), seorang pria yang terbangun di tengah hutan tanpa ingatan tentang bagaimana ia bisa sampai di sana.
Ketika ia mencoba menemukan jalan keluar, ia mendapati bahwa keluarganya—termasuk istri dan anaknya—hilang tanpa jejak.
Saat John menelusuri jejak dan mencari keluarganya, ia mengalami berbagai kejadian aneh yang mengancam nyawanya, membuatnya semakin tenggelam dalam misteri dan ketakutan.
Seiring waktu, potongan-potongan masa lalu mulai muncul di benaknya, dan ia menyadari bahwa dirinya terperangkap dalam sebuah permainan psikologis yang tak terduga.
Film berdurasi 1 jam 27 menit ini ditulis sendiri oleh Joko Anwar dan semakin mengukuhkan reputasinya dalam genre horor.
Menariknya, Modus Anomali dirilis di Netflix dengan judul internasional Ritual, jadi jangan heran jika Anda menemukannya dengan nama itu.
Film ini akan memaksa penonton terus menebak hingga akhir, membuatnya cocok bagi pecinta misteri psikologis yang menegangkan.
10. Pintu Terlarang
Pintu Terlarang, film horor yang dibintangi oleh Fachri Albar, Marsha Timothy, dan Ario Bayu, rilis pada tahun 2009 dengan Joko Anwar sebagai sutradara.
Film ini mendapat banyak pujian, bahkan berhasil meraih penghargaan Best Cinematography di Festival Film Indonesia.
Ceritanya mengisahkan sosok Gambir, seorang pemahat patung yang terlihat memiliki kehidupan sempurna.
Gambir menikmati puncak kariernya setelah menciptakan sebuah patung wanita hamil yang membuatnya terkenal.
Hidupnya tampak bahagia dengan istri yang penuh kasih dan lingkungan yang mendukung.
Namun, di balik kesuksesan itu, tersimpan rahasia kelam yang membawa teror mengerikan.
Setelah tragedi keguguran yang menimpa istrinya, Gambir melakukan hal tak terduga: ia menyimpan janin anaknya di dalam patung wanita hamil yang ia buat, mengikuti permintaan sang istri.
Sejak itu, Gambir dipaksa membuat patung serupa dan memasukkan janin dari klinik aborsi, atas tuntutan istrinya dan pihak di sekelilingnya.
Pintu Terlarang tidak hanya menarik perhatian di Indonesia, tetapi juga diputar di beberapa negara, memperkuat posisinya sebagai film horor yang unik dan mengguncang.
11. Sumala
Dirilis pada 26 September 2024, film Sumala termasuk salah satu karya terbaru dalam genre horor yang tayang di Netflix, disutradarai oleh Rizal Mantovani.
Film ini dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris ternama Indonesia, di antaranya Luna Maya yang berperan sebagai Sulastri, dan Darius Sinathrya sebagai Soedjiman, suami Sulastri.
Peran penting lainnya diisi oleh Makayla Rose Hilli, seorang aktris cilik, yang memerankan karakter kembar Kumala dan Sumala.
Ada juga Ivonne Dahler yang berperan sebagai Mbok Sum, dan Denino Basrial sebagai Sukir.
Dikisahkan, setelah menjalani sebelas tahun pernikahan tanpa kehadiran anak, Soedjiman mulai mendesak Sulastri untuk segera hamil.
Ancaman Soedjiman untuk menikah lagi demi mendapatkan keturunan membuat Sulastri merasa tertekan.
Dalam ketakutannya, Sulastri diam-diam pergi menemui seorang dukun dan berjanji pada iblis untuk mendapatkan buah hati.
Setelah menjalankan ritual dan meminum berbagai sesajen sebagai bagian dari perjanjian, Sulastri akhirnya hamil, membawa kebahagiaan bagi pasangan ini. Namun, kebahagiaan tersebut ternyata menyimpan misteri kelam.
Saat melahirkan, mereka dikaruniai anak kembar yang cantik, di mana satu anak berasal dari keturunan manusia dan yang lainnya dari iblis.
Anak iblis tersebut, yang bernama Sumala, langsung dibunuh oleh Soedjiman setelah melihat wujudnya yang menakutkan.
Sementara itu, anak yang satunya, Kumala, tumbuh sebagai putri dengan keterbelakangan mental.
Seiring Kumala beranjak dewasa, kejadian aneh dan misterius mulai terjadi. Setiap hari, kematian tragis menimpa anak-anak di desa, dan masyarakat mulai menuduh Kumala sebagai penyebabnya.
Di tengah ketakutan dan kebingungan, Kumala membela diri dengan mengatakan bahwa semua teror tersebut sebenarnya disebabkan oleh kakaknya, Sumala.
12. Lembayung
Lembayung adalah film horor Indonesia yang dirilis pada 19 September 2024, disutradarai oleh Baim Wong.
Film ini menceritakan kisah dua mahasiswi keperawatan, Pica dan Arum, yang menjalani praktek kerja lapangan di Klinik Lembayung.
Klinik tersebut memiliki sejarah kelam, dengan rumor mengenai seorang dokter yang bunuh diri di sana.
Ketika mereka menghadapi pasien misterius yang mengganggu, kejadian aneh dan tragis mulai menghantui mereka dan petugas rumah sakit lainnya.
Seiring dengan peristiwa mistis yang semakin intens, Arum mulai kerasukan, memaksa Pica untuk menggali lebih dalam misteri yang menyelimuti klinik.
Dalam upayanya untuk menyelamatkan sahabatnya, Pica harus mengungkap rahasia kelam di balik Klinik Lembayung sebelum semuanya terlambat.
Film ini dibintangi oleh Taskya Namya sebagai Pica, Yasamin Jasem sebagai Arum, serta Arya Saloka sebagai Dokter Teto.
13. Kuasa Gelap
Film Kuasa Gelap adalah sebuah karya horor yang tayang di Netflix mulai 3 Oktober 2024 di platform Netflix.
Cerita film yang dan disutradarai oleh Eman Prabowo ini berfokus pada Pastor Thomas, yang mengalami trauma mendalam setelah kecelakaan tragis yang merenggut nyawa ibu dan adiknya.
Dampak dari kehilangan tersebut membuatnya meragukan kepercayaannya dan akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pastor.
Namun, sebelum resmi meninggalkan perannya, ia diminta untuk melakukan tugas terakhir: melakukan eksorsisme pada seorang gadis bernama Kayla yang terjerat dalam kerasukan roh jahat akibat ritual jelangkung yang dilakukan bersama teman-temannya.
Seiring dengan upaya Pastor Thomas dan rekannya, Pastor Rendra, untuk menyelamatkan Kayla, film ini juga menampilkan pergulatan batin Thomas dalam mempertanyakan keyakinan dan imannya.
Kayla, yang awalnya ingin memanggil arwah ayahnya, malah terjebak dalam kekuatan jahat yang membuatnya berperilaku aneh dan berbahaya.
Iblis yang menguasai Kayla ternyata juga mengancam ibunya, Maya, yang menyimpan rahasia kelam dalam hidupnya.
Dalam proses eksorsisme ini, Pastor Thomas harus berjuang bukan hanya untuk menyelamatkan Kayla tetapi juga untuk menemukan kembali kepercayaannya kepada Tuhan.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor berbakat, termasuk Jerome Kurnia sebagai Pastor Thomas, Lukman Sardi sebagai Pastor Rendra, serta Astrid Tiar dan Lea Ciarachel.
14. Segoro 7
Segoro 7 disutradarai oleh Guntur Soehardjanto. Film ini mengisahkan tentang sekelompok teman yang melakukan perjalanan ke pantai untuk merayakan liburan.
Namun, suasana ceria berubah menjadi mencekam ketika mereka terjebak dalam mitos lokal tentang tujuh pulau yang dihuni oleh makhluk halus.
Penonton akan dibawa dalam perjalanan menegangkan saat para karakter berusaha melarikan diri dari kengerian yang mengintai mereka di sepanjang pantai.
Film ini menyajikan perpaduan antara horor dan mitos yang kaya, menggugah rasa penasaran akan kepercayaan masyarakat setempat.
Selain itu, film ini juga menyoroti tema persahabatan dan keberanian, saat para karakter harus saling mendukung untuk mengatasi ketakutan mereka.
15. Kemah Terlarang Kesurupan Massal
Film Kemah Terlarang Kesurupan Massal, yang diadaptasi dari novel karya Wakhid Nurrokhim, menceritakan peristiwa kesurupan massal yang terjadi di Yogyakarta pada tahun 2016.
Cerita ini berfokus pada Rini, seorang siswi SMA yang mengikuti kemah di hutan Wana Alus.
Rini bergabung dalam kemah ini untuk membuktikan keberaniannya sekaligus mendekati Miko, ketua panitia.
Namun, saat Rini kerasukan arwah Roro Putri, bencana terjadi dan memicu kesurupan massal di antara peserta lainnya.
Ketika kesurupan mulai melanda, Miko dan dewan ambalan bersama kuncen desa berusaha keras untuk menyelamatkan semua peserta dari teror gaib yang mengancam mereka.
Meskipun telah diperingatkan untuk tidak mengganggu sesajen yang ada, kejadian-kejadian mistis terus berlanjut, menciptakan situasi yang semakin tidak terkendali.
Film ini dibintangi oleh aktor-aktor berbakat seperti Fatih Unru dan Callista Arum, yang berperan sebagai karakter utama, Rini.
16. Sekawan Limo
Sekawan Limo adalah film horor-komedi yang disutradarai oleh Bayu Skak.
Film ini mengisahkan Misteri Gunung Madyopuro, lima sahabat, Bagas (Bayu Skak), Lenni (Nadya Arina), Dicky (Firza Valaza), Juna (Benidictus Siregar), dan Andrew (Indra Pramujito), berusaha mendaki Gunung Madyopuro.
Sebelum memulai perjalanan, penjaga pos pendakian memberi peringatan bahwa rombongan harus lengkap dan dilarang untuk menoleh ke belakang.
Namun, mereka tidak mengindahkan mitos tersebut, yang mengakibatkan mereka terus dihantui oleh sesuatu yang misterius selama perjalanan.
Ketika malam jatuh di malam 1 Suro, mereka menyadari bahwa salah satu dari mereka mungkin bukan manusia.
Ketegangan meningkat saat mereka mulai saling menuduh, menimbulkan pertanyaan yang menghantui mereka: siapa di antara mereka yang sebenarnya adalah hantu?
Suasana yang mencekam dan saling curiga di antara teman-teman ini menciptakan nuansa horor yang mendalam dan mengharukan.
17. Do You See What I See
Do You See What I See adalah film horor psikologis yang dirilis pada tahun 2024 dan disutradarai oleh Awi Suryadi.
Film ini terinspirasi dari siniar populer Do You See What I See Episode #64: First Love karya Mizter Popo.
Film ini berlatar belakang tahun 1996 dan mengisahkan seorang mahasiswi bernama Mawar (Diandra Agatha), yang memilih tinggal di sebuah kos untuk lebih dekat dengan kampusnya.
Setelah kehilangan kedua orang tuanya, Mawar merasa kesepian dan berbagi perasaannya kepada sahabat terdekatnya, Vey (Shenina Cinnamon).
Saat merayakan hari ulang tahunnya, Mawar berharap mendapatkan seorang kekasih yang dapat mencerahkan hidupnya, dan tak lama kemudian, doanya terwujud saat ia bertemu dengan Restu (Noval Tubagus).
Vey pun antusias setiap kali Mawar menceritakan tentang pria impiannya.
Namun, kehadiran Restu membawa dampak tak terduga. Seisi kos mulai mengalami serangkaian kejadian mistis dan menakutkan.
Vey menemukan petunjuk yang menunjukkan bahwa semua kejadian misterius ini berkaitan dengan Restu, yang ternyata memiliki sisi gelap yang mengancam keselamatan Mawar dan teman-temannya.
18. Malam Pencabut Nyawa
Malam Pencabut Nyawa disutradarai oleh Sidharta Tata. Dibintangi oleh Devano Danendra, Keisya Levronka, Mikha Hernan, Fajar Nugra, Budi Ros, Ratu Felisha.
Film ini mengikuti kisah seorang siswa SMA bernama Respati (Devano Danendra) yang mengalami insomnia menyusul kematian orang tuanya.
Dalam kondisi yang mengganggu tidurnya, Respati mulai bermimpi dan bertemu dengan orang-orang asing.
Namun, setelah terbangun, dia menemukan bahwa orang-orang yang dia temui dalam mimpinya ternyata ditemukan tewas dengan cara yang misterius saat sedang tidur.
Temannya, Wulan (Keisya Levronka), menjelaskan kepada Respati bahwa dia memiliki kemampuan khusus untuk menjelajahi Alam Mimpi.
Meskipun kemampuan ini berpotensi berbahaya, Respati merasa terdorong untuk menyelidiki misteri di Alam Mimpi yang tampaknya berhubungan dengan kematian tragis orang-orang di dunia nyata.
Dia bertekad untuk mengungkap kebenaran di balik kejadian-kejadian yang mengerikan ini.
Dengan alur cerita yang menarik dan elemen-elemen horor yang efektif, Malam Pencabut Nyawa menjadi salah satu film yang layak ditonton bagi pecinta genre horor.
19. Para Betina Pengikut Iblis
Para Betina Pengikut Iblis disutradarai oleh Rako Prijanto.
Film ini menampilkan sejumlah bintang berbakat, antara lain Mawar de Jongh, Hanggini, Sara Fajira, dan Adipati Dolken.
Dalam kisah ini, Sumi (Mawar de Jongh) merawat ayahnya, Karto (Derry Oktami), yang sedang sakit.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Sumi nekat membuka warung gulai yang menggunakan daging manusia sebagai bahan utamanya, mulai dari mayat yang baru dikubur hingga mayat segar.
Di sisi lain, Sari (Hanggini) bertransformasi menjadi dukun teluh yang menakut-nakuti penduduk desa setelah adiknya, Ningrum (Anindya Arioni), ditemukan mati dibunuh dan mayatnya menghilang dari kuburannya.
Dalam perjalanan mereka, Sumi dan Sari terperangkap dalam pengaruh jahat Iblis (Adipati Dolken), yang membuat mereka menjadi budak kekuatan gelap.
Film ini menawarkan perpaduan horor dan drama yang mendalam, menggambarkan ketegangan yang dialami para karakter saat menghadapi pilihan moral dan konsekuensi dari tindakan mereka.
20. Siksa Kubur
Siksa Kubur adalah film horor Indonesia yang disutradarai oleh Joko Anwar.
Film "Siksa Kubur" menampilkan sejumlah aktor dan aktris berbakat, antara lain Muzakki Ramdhan yang berperan sebagai Adil, dan Faradina Mufti yang memerankan Sita dalam versi dewasa.
Karakter Sita juga diperankan oleh Widuri Putri ketika dia masih remaja.
Selain itu, aktor senior seperti Slamet Rahardjo dan Christine Hakim turut berkontribusi dengan penampilan yang kuat dalam film ini.
Slamet Rahardjo berperan sebagai karakter yang kompleks, sedangkan Christine Hakim memerankan Nani, seorang perempuan tua yang terjebak dalam konflik yang berujung tragis.
Cerita dimulai ketika Sita Sita (Faradina Mufti) dan ibunya, Nani (Christine Hakim), harus menghadapi konsekuensi tragis setelah kepergian sang ayah.
Ketidakadilan yang dialami Sita menyebabkan jiwa-jiwa terkurung di alam kubur terbangkitkan.
Sita menyadari bahwa dia memiliki keterikatan dengan arwah-arwah ini dan harus mencari cara untuk membebaskan mereka, yang membawa dia pada petualangan mistis yang penuh ketegangan.
Sebagai karakter yang kuat, Sita mencerminkan perjuangan dan harapan di tengah kegelapan yang melingkupi hidupnya.
Dia berusaha memahami misteri yang mengelilingi keluarganya dan berupaya memecahkan teka-teki yang berkaitan dengan kubur yang angker.
Film ini menyajikan perjalanan emosional Sita dalam menghadapi ketakutan dan keputusasaan, sekaligus menggali tema tentang pengorbanan dan cinta.
Dengan elemen horor yang mendalam, "Siksa Kubur" berhasil menyentuh hati penonton melalui narasi yang kaya akan emosi dan makna.
Itulah deretan film horor Indonesia yang tayang di Netflix. So, dari daftar di atas, film mana yang menjadi favorit kalian? (*)