RADARBONANG.ID – Di tengah perkembangan Kota Balikpapan yang semakin modern, masih ada kawasan yang menyimpan jejak masa lalu ketika industri minyak mulai membentuk wajah kota.
Tempat tersebut adalah Rumah Dahor Heritage di Jalan Dahor, Baru Ilir, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur.
Bangunan rumah panggung ini telah berusia lebih dari satu abad.
Rumah Dahor dibangun sekitar 1920 oleh Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), perusahaan minyak Belanda yang saat itu mengembangkan industri perminyakan di Balikpapan.
Dahulu, kawasan tersebut merupakan kompleks perumahan bagi pekerja perusahaan minyak.
Kini, sebagian bangunan yang tersisa menjadi warisan sejarah sekaligus destinasi wisata edukasi yang memperkenalkan perjalanan Balikpapan sebagai kota minyak.
Baca Juga: Viva Cosmetics Tetap Pertahankan Kemasan Jadul di Tengah Gempuran Tren Modern, Ini Alasannya
Rumah Panggung di Tengah Kota Modern
Hal pertama yang menarik perhatian dari Rumah Dahor adalah bentuk bangunannya.
Rumah tersebut menggunakan konsep rumah panggung dengan material utama kayu ulin, salah satu jenis kayu yang dikenal kuat dan banyak ditemukan di Kalimantan.
Model rumah panggung bukan sekadar pilihan estetika.
Pada masa lalu, kawasan Rumah Dahor berada tidak jauh dari pesisir.
Posisi rumah yang dibuat lebih tinggi membantu mengantisipasi air laut ketika pasang.
Ketinggian bangunan juga memberikan keuntungan lain bagi para penghuni.
Dahulu, dari kawasan rumah tersebut para pekerja dapat melihat ke arah kilang minyak dan pesisir Balikpapan.
Kondisi lingkungan sekitar juga masih jauh berbeda dengan sekarang karena kawasan tersebut belum dipenuhi bangunan modern seperti saat ini.
Arsitektur Rumah Dahor kemudian memperlihatkan perpaduan antara konstruksi rumah panggung lokal dengan unsur bangunan kolonial.
Jendela dan pintunya berukuran besar. Beberapa bagian dihiasi kaca yang membuat bangunan terasa terang dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Material kayu ulin juga menjadi salah satu alasan bangunan tersebut mampu bertahan hingga lebih dari seratus tahun.
Dulu Kompleks Rumah Pekerja Minyak
Rumah Dahor pada awalnya bukan bangunan yang berdiri sendirian.
Kawasan tersebut merupakan kompleks perumahan pekerja BPM.
Jumlah bangunannya pernah mencapai puluhan rumah dengan bentuk yang relatif serupa.
Seiring perkembangan kota dan pembangunan kawasan industri, jumlah rumah yang bertahan semakin berkurang.
Sumber ANTARA pada 2025 menyebut kini terdapat sembilan rumah yang dikelola bersama Pertamina dan komunitas Dahor Heritage.
Sementara sumber lain mencatat terdapat sekitar 10 bangunan yang masih bertahan dengan fungsi berbeda.
Rumah Dahor 01 menjadi bangunan yang dikenal sebagai cagar budaya sekaligus ruang edukasi.
Beberapa bangunan lainnya dimanfaatkan untuk fungsi publik dan kegiatan yang berkaitan dengan sejarah serta pendidikan.
Kondisi tersebut membuat kawasan Rumah Dahor tidak hanya mempertahankan bentuk fisiknya.
Cerita mengenai kehidupan para pekerja minyak pada masa kolonial juga berusaha dipertahankan melalui berbagai dokumentasi.
Nama Dahor Berkaitan dengan Sejarah Minyak
Nama Rumah Dahor juga tidak muncul secara kebetulan.
Nama tersebut berkaitan dengan sejarah industri minyak di Kalimantan.
Menurut penjelasan pengelola, Dahor merupakan nama sumur minyak di Tabalong, Kalimantan Selatan, yang memiliki hubungan dengan perusahaan minyak BPM.
Hubungan tersebut memperlihatkan betapa eratnya kawasan ini dengan perkembangan industri minyak.
Balikpapan sendiri berkembang sebagai kota industri karena aktivitas perminyakan yang telah berlangsung sejak masa sebelum Indonesia merdeka.
Karena itu, Rumah Dahor dapat menjadi salah satu tempat untuk memahami bagaimana aktivitas industri tersebut ikut membentuk perkembangan kota.
Pengunjung tidak hanya melihat rumah tua.
Mereka juga dapat melihat hubungan antara tempat tinggal pekerja, kawasan kilang, dan perkembangan Balikpapan sebagai kota minyak.
Selamat dari Perang Dunia II
Rumah Dahor juga menyimpan cerita mengenai masa Perang Dunia II.
Balikpapan menjadi wilayah strategis karena keberadaan industri minyaknya.
Ketika Jepang menguasai Balikpapan, kawasan kilang kemudian menjadi sasaran serangan Sekutu. Berbagai infrastruktur minyak mengalami kerusakan akibat pertempuran dan pengeboman.
Namun, Rumah Dahor termasuk bangunan yang berhasil bertahan dari peristiwa tersebut.
Jejak sejarah itu kini dapat dilihat melalui dokumentasi yang dipamerkan di kawasan Rumah Dahor.
Foto-foto lama, dokumen, serta berbagai informasi mengenai perkembangan industri minyak menjadi bagian dari pengalaman wisata di tempat tersebut.
Karena itu, berkunjung ke Rumah Dahor terasa seperti melihat potongan perjalanan Balikpapan dari masa ke masa.
Kini Jadi Wisata Sejarah
Setelah melewati perjalanan panjang, Rumah Dahor kini tidak hanya dipertahankan sebagai bangunan lama.
Kawasan tersebut dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan bersama komunitas Dahor Heritage.
Keduanya berupaya menjadikan kawasan ini sebagai ruang edukasi sekaligus destinasi wisata sejarah.
Rumah Dahor memiliki koleksi dokumentasi yang berkaitan dengan sejarah minyak Balikpapan.
Beberapa rumah juga dimanfaatkan sebagai museum, taman baca, dan perpustakaan mini.
Tempat tersebut bahkan kerap dikunjungi siswa dan mahasiswa untuk mempelajari sejarah.
Kegiatan masyarakat juga dapat dilakukan di kawasan tersebut, mulai dari kegiatan seni hingga aktivitas edukasi.
Bagi wisatawan, daya tarik Rumah Dahor justru terletak pada suasana yang berbeda dari destinasi wisata modern.
Tidak ada wahana besar atau bangunan futuristis.
Yang ditawarkan adalah pengalaman melihat langsung rumah panggung berusia lebih dari satu abad, memahami kehidupan pekerja minyak pada masa lalu, sekaligus mengenal sejarah Balikpapan sebagai salah satu kota penting dalam industri perminyakan Indonesia.
Bukan Sekadar Rumah Tua
Rumah Dahor menunjukkan bahwa wisata sejarah tidak selalu harus berada di dalam museum dengan koleksi benda-benda kuno.
Sebuah bangunan bisa menjadi museum itu sendiri.
Setiap tiang, jendela, lantai kayu, dan bentuk rumah menyimpan cerita mengenai kehidupan masyarakat pada masa berbeda.
Baca Juga: Rp 67,5 Miliar APBN Terbuang Sia-sia Imbas Ribuan Calon Manajer Kopdes Mengundurkan Diri
Rumah Dahor juga memperlihatkan bagaimana unsur arsitektur lokal dapat berpadu dengan pengaruh kolonial.
Di satu sisi terdapat bentuk rumah panggung yang menyesuaikan kondisi lingkungan Kalimantan.
Di sisi lain, terdapat elemen bangunan kolonial yang memperlihatkan konteks sejarah pembangunannya.
Perpaduan itulah yang membuat Rumah Dahor memiliki daya tarik tersendiri.
Di tengah Balikpapan yang terus berkembang, keberadaan bangunan tersebut menjadi pengingat bahwa kota modern tidak muncul begitu saja.
Ada perjalanan panjang di belakangnya.
Dan salah satu bagian dari perjalanan itu masih berdiri kokoh dalam bentuk rumah panggung di kawasan Dahor.
Editor : Muhammad Azlan Syah