Bukan Sekadar Bangunan Tua, Benteng Kuto Besak Simpan Jejak Pertahanan Kesultanan Palembang

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:18 WIB
Benteng Kuto Besak bukan hanya ikon wisata di tepian Sungai Musi. Temuan Bastion 1 kembali membuka cerita tentang sistem pertahanan Kesultanan Palembang. (traveloka)
Benteng Kuto Besak bukan hanya ikon wisata di tepian Sungai Musi. Temuan Bastion 1 kembali membuka cerita tentang sistem pertahanan Kesultanan Palembang. (traveloka)

RADARBONANG.ID — Benteng Kuto Besak atau BKB di Palembang, Sumatera Selatan, kembali menjadi perhatian setelah muncul temuan baru yang membuka cerita mengenai salah satu bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam.

Benteng yang selama ini menjadi salah satu ikon sejarah Kota Palembang tersebut menyimpan berbagai bagian bangunan yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat.

Salah satunya berkaitan dengan struktur pertahanan benteng yang disebut Bastion 1.

Temuan tersebut kembali menghidupkan pembahasan mengenai fungsi Benteng Kuto Besak pada masa lalu.

Kawasan yang kini dikenal sebagai salah satu destinasi heritage Palembang itu ternyata masih menyimpan sejumlah cerita yang menarik untuk ditelusuri.

Baca Juga: Jersey Ketiga Timnas Indonesia Segera Hadir? Tema Laut dan Ombak Bikin Suporter Garuda Penasaran

Benteng Kuto Besak Bukan Sekadar Bangunan Tua

Benteng Kuto Besak memiliki posisi penting dalam sejarah Palembang.

Bangunan tersebut berkaitan erat dengan Kesultanan Palembang dan pernah menjadi pusat pemerintahan sekaligus kawasan kediaman keluarga kesultanan.

Pembangunan Kuto Besak dimulai pada akhir abad ke-18 dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Benteng tersebut kemudian selesai dan diresmikan pada 1797.

Letaknya juga sangat strategis karena berada di tepian Sungai Musi.

Posisi tersebut membuat benteng memiliki fungsi penting dalam sistem pertahanan sekaligus menjadi bagian dari pusat kehidupan politik Kesultanan Palembang.

Dinding benteng yang kokoh dilengkapi sejumlah bastion.

Struktur tersebut menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan karena memungkinkan kawasan benteng melakukan pengawasan terhadap lingkungan di sekitarnya.

Bastion 1 Jadi Bagian yang Menarik Perhatian

Salah satu bagian yang kini kembali menjadi perhatian adalah Bastion 1.

Temuan mengenai bagian tersebut diungkap dalam peninjauan terbaru kawasan Benteng Kuto Besak.

Keberadaan bastion memperlihatkan bahwa pembangunan Kuto Besak tidak hanya berorientasi pada fungsi tempat tinggal atau pusat pemerintahan.

Benteng tersebut sejak awal juga dirancang dengan pertimbangan pertahanan.

Bastion merupakan bagian yang menonjol dari struktur benteng.

Posisi seperti ini memungkinkan penjaga memperoleh sudut pandang yang lebih luas terhadap area di luar tembok.

Karena itu, setiap bagian benteng dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana kawasan tersebut digunakan pada masa Kesultanan Palembang.

Dibangun untuk Menghadapi Ancaman

Sejarah Benteng Kuto Besak tidak dapat dipisahkan dari kondisi politik Palembang pada masa lalu.

Kesultanan tersebut berada di kawasan strategis yang menjadi jalur perdagangan dan memiliki hubungan dengan berbagai kekuatan di kawasan Nusantara.

Pembangunan benteng dengan struktur pertahanan yang kuat menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap pusat pemerintahan kesultanan.

Tembok tebal dan bastion menjadi bagian dari rancangan yang membuat kawasan tersebut memiliki karakter berbeda dari kompleks keraton biasa.

Benteng Kuto Besak juga menjadi salah satu contoh bangunan pertahanan yang dibangun oleh kekuatan lokal, bukan oleh pemerintahan kolonial Eropa.

Hal tersebut membuat keberadaannya memiliki nilai sejarah tersendiri dalam perkembangan arsitektur pertahanan di Indonesia.

Pernah Menjadi Pusat Kesultanan Palembang

Setelah selesai dibangun, Kuto Besak menjadi pusat pemerintahan dan kediaman keluarga Kesultanan Palembang.

Perpindahan pusat pemerintahan ke kawasan tersebut membuat Kuto Besak memiliki peran penting dalam kehidupan kesultanan.

Namun, perjalanan sejarah benteng tersebut kemudian berubah ketika Kesultanan Palembang jatuh ke tangan Belanda pada 1821.

Setelah itu, kawasan Kuto Besak diambil alih dan mengalami perubahan fungsi.

Perubahan tersebut membuat bangunan yang awalnya menjadi pusat kekuasaan kesultanan kemudian menjadi bagian dari kepentingan pemerintahan kolonial.

Jejak perubahan fungsi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Benteng Kuto Besak memiliki cerita panjang yang tidak berhenti pada masa pembangunan dan kejayaan kesultanan.

Revitalisasi Buka Peluang Wisata Sejarah

Temuan terbaru mengenai Bastion 1 juga muncul ketika pemerintah mendorong penguatan kawasan Benteng Kuto Besak sebagai destinasi heritage.

Revitalisasi disiapkan agar kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat yang dilewati wisatawan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah Palembang.

Upaya tersebut menjadi penting karena Palembang memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Kesultanan Palembang, perdagangan, Sungai Musi, hingga perkembangan kota modern.

Benteng Kuto Besak berada tidak jauh dari Jembatan Ampera dan tepian Sungai Musi.

Kawasan tersebut membuat wisatawan dapat menggabungkan kunjungan sejarah dengan berbagai destinasi lain di pusat Kota Palembang.

Dengan adanya penataan dan pengungkapan bagian-bagian bersejarah yang sebelumnya kurang dikenal, BKB berpotensi menjadi ruang edukasi sejarah yang lebih menarik.

Cerita Lama yang Kembali Terungkap

Temuan Bastion 1 menunjukkan bahwa bangunan bersejarah seperti Benteng Kuto Besak masih menyimpan banyak cerita yang dapat dipelajari.

Baca Juga: Sering Checkout Tengah Malam? Ini Alasan Barang Murah Justru Bisa Diam-Diam Bikin Boros

Usianya yang telah mencapai lebih dari dua abad tidak membuat nilai sejarahnya berhenti.

Justru, setiap bagian bangunan dapat membantu menjelaskan bagaimana Kesultanan Palembang membangun pusat kekuasaan sekaligus mempertahankan wilayahnya.

Kini, perhatian terhadap BKB tidak hanya soal bangunan tua atau lokasi wisata.

Benteng tersebut menjadi pengingat bahwa di balik kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat terdapat perjalanan panjang sejarah Palembang yang masih terus ditelusuri.

Jika revitalisasi dan pengungkapan sejarahnya terus berjalan, Benteng Kuto Besak tidak hanya akan dikenal sebagai latar foto di tepian Sungai Musi.

Lebih dari itu, BKB dapat menjadi salah satu pintu bagi generasi sekarang untuk memahami sejarah Kesultanan Palembang dari jejak bangunan yang masih bertahan hingga hari ini.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : goodnewsfromindonesia.id
Benteng Kuto Besak sejarah Benteng Kuto Besak Bastion 1 Kuto Besak Kesultanan Palembang wisata sejarah Palembang