Mengapa Makam Sunan Bonang Ada di Tiga Tempat? Simak Kisah Sejarah dan Versi yang Berkembang di Masyarakat

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:28 WIB
Makam Sunan Bonang di Tuban bukan sekadar destinasi wisata religi. Di balik ramainya peziarah, tersimpan kisah dakwah melalui seni, sejarah penyebaran Islam, hingga misteri lokasi makam yang masih menjadi perbincangan. (iainutuban.ac.id)
Makam Sunan Bonang di Tuban bukan sekadar destinasi wisata religi. Di balik ramainya peziarah, tersimpan kisah dakwah melalui seni, sejarah penyebaran Islam, hingga misteri lokasi makam yang masih menjadi perbincangan. (iainutuban.ac.id)

RADARBONAG.ID – Nama Sunan Bonang begitu lekat dengan sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Sebagai salah satu anggota Wali Songo, beliau dikenal menggunakan pendekatan budaya dan kesenian dalam berdakwah sehingga ajaran Islam dapat diterima masyarakat Jawa dengan damai.

Namun, di balik besarnya pengaruh Sunan Bonang, terdapat satu kisah yang hingga kini masih menjadi perdebatan, yakni mengenai lokasi makam beliau.

Berbeda dengan tokoh Wali Songo lainnya yang memiliki satu situs pemakaman yang jelas, makam Sunan Bonang justru diyakini berada di tiga lokasi berbeda.

Baca Juga: Gaji Baru Masuk Sudah Habis? Ini Alasan Literasi Keuangan Jadi Life Skill Wajib bagi Gen Z di Era Belanja Digital

Ketiga tempat tersebut berada di Kabupaten Tuban, Pulau Bawean (Gresik), dan Lasem (Rembang). Masing-masing memiliki cerita sejarah yang berkembang di tengah masyarakat dan menjadi tujuan ziarah hingga sekarang.

Makam Sunan Bonang di Tuban Paling Banyak Diziarahi

Lokasi yang paling dikenal masyarakat berada di belakang kompleks Masjid Agung Tuban, tepatnya di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.

Kompleks makam ini menjadi salah satu destinasi wisata religi paling ramai di Jawa Timur. Ribuan peziarah datang setiap pekan, terutama saat bulan Ramadan, Maulid Nabi, hingga musim libur panjang.

Bagi masyarakat Tuban, makam tersebut diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Sunan Bonang.

Keberadaannya juga menjadi ikon wisata religi yang memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, mulai dari pedagang oleh-oleh, kuliner, hingga jasa penginapan.

Versi Bawean: Tempat Sunan Bonang Wafat Saat Berdakwah

Versi lain menyebutkan bahwa Sunan Bonang wafat ketika sedang berdakwah di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Menurut kisah yang berkembang, para murid di Bawean ingin memakamkan beliau di pulau tersebut karena menjadi lokasi wafatnya sang wali.

Namun, murid-murid Sunan Bonang dari Tuban juga menginginkan gurunya dimakamkan di kampung halamannya.

Cerita tutur kemudian menyebutkan bahwa jenazah Sunan Bonang dibawa ke Tuban oleh para muridnya.

Sementara masyarakat Bawean percaya jenazah beliau tetap berada di pulau tersebut. Dari sinilah muncul keyakinan bahwa makam Sunan Bonang juga berada di Bawean.

Bahkan, di Bawean terdapat lebih dari satu lokasi yang dikaitkan dengan makam Sunan Bonang berdasarkan tradisi masyarakat setempat.

Lasem Juga Memiliki Jejak Sejarah Sunan Bonang

Selain Tuban dan Bawean, Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang juga memiliki situs yang dipercaya sebagai makam Sunan Bonang.

Masyarakat setempat meyakini Sunan Bonang pernah menetap dan berdakwah di kawasan tersebut.

Di lokasi itu juga terdapat Pasujudan Sunan Bonang, yaitu tempat yang dipercaya digunakan beliau untuk beribadah ketika menyebarkan Islam di wilayah pesisir utara Jawa.

Kepercayaan tersebut membuat kawasan Lasem juga rutin dikunjungi peziarah, meskipun jumlahnya tidak sebanyak di Tuban.

Mengapa Muncul Tiga Versi Makam?

Perbedaan lokasi makam Sunan Bonang tidak lepas dari minimnya catatan sejarah yang benar-benar dapat memastikan lokasi pemakamannya.

Sebagian besar informasi berasal dari cerita tutur, babad, dan tradisi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, masing-masing daerah memiliki versi sejarah yang diyakini sebagai bagian dari perjalanan dakwah Sunan Bonang.

Para sejarawan pun umumnya memilih bersikap hati-hati. Hingga kini belum ditemukan bukti arkeologis maupun dokumen sejarah yang dapat memastikan secara mutlak lokasi makam asli Sunan Bonang.

Tuban Tetap Menjadi Pusat Wisata Religi Sunan Bonang

Meski terdapat beberapa versi mengenai lokasi makam, kompleks Makam Sunan Bonang di Tuban tetap menjadi tujuan ziarah yang paling dikenal masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Lebih Dari Sekadar Ulama, 7 Fakta Menarik tentang Sunan Bonang yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Selain faktor sejarah yang diyakini masyarakat, letaknya yang berada di pusat kota dan menjadi bagian dari jalur wisata religi Wali Songo membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai lokasi makam, satu hal yang tidak terbantahkan adalah besarnya peran Sunan Bonang dalam menyebarkan Islam di Nusantara.

Melalui pendekatan budaya, seni gamelan, dan tembang Jawa, beliau berhasil menyampaikan ajaran Islam dengan damai dan mudah diterima masyarakat.

Warisan dakwah itulah yang hingga kini terus dikenang, menjadikan nama Sunan Bonang tetap hidup dalam sejarah sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : regional.espos.id
Sunan Bonang Tuban makam Sunan Bonang Bawean makam Sunan Bonang Lasem sejarah Sunan Bonang Makam Sunan Bonang