Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Terukir di Dinding Candi Jabung, Legenda Sritanjung dan Perjalanan Menembus Batas Dunia Nyata dan Alam Gaib

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:52 WIB
Di dinding Candi Jabung terukir sosok wanita menunggang ikan raksasa. Bukan sekadar hiasan, relief ini menyimpan kisah cinta, fitnah, dan perjalanan menuju alam keabadian yang masih memikat hingga kini. (Sumber: Suara Jatim Post)
Di dinding Candi Jabung terukir sosok wanita menunggang ikan raksasa. Bukan sekadar hiasan, relief ini menyimpan kisah cinta, fitnah, dan perjalanan menuju alam keabadian yang masih memikat hingga kini. (Sumber: Suara Jatim Post)

RADARBONANG.ID – Di tengah hamparan sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit di Kabupaten Probolinggo, berdiri sebuah bangunan kuno yang hingga kini masih menyimpan banyak cerita menarik.

Candi Jabung, yang berada di Kecamatan Paiton, tidak hanya dikenal karena keindahan arsitektur bata merahnya, tetapi juga karena relief-relief unik yang menghiasi dindingnya.

Salah satu relief yang paling sering menarik perhatian pengunjung adalah pahatan seorang perempuan yang tampak menunggang seekor ikan berukuran besar.

Relief tersebut dipercaya menggambarkan sosok Sritanjung, tokoh legendaris yang sangat dikenal dalam khazanah sastra dan budaya Jawa kuno.

Bagi masyarakat awam, relief itu mungkin terlihat seperti karya seni biasa.

Namun bagi para sejarawan dan pemerhati budaya, pahatan tersebut menyimpan pesan filosofis yang mendalam tentang kesetiaan, pengorbanan, hingga perjalanan jiwa menuju alam keabadian.

Baca Juga: 35 Ribu Calon Manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Wajib Ikut Latihan Komcad Sebelum Bertugas, Ini Tujuannya

Candi Jabung, Warisan Berharga dari Masa Majapahit

Candi Jabung merupakan salah satu peninggalan penting dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Bangunan yang didominasi material bata merah ini telah berdiri selama berabad-abad dan menjadi saksi perkembangan peradaban Jawa Timur pada masa lampau.

Candi ini dikenal memiliki berbagai relief yang mengisahkan cerita-cerita moral, legenda, serta ajaran kehidupan yang berkembang di tengah masyarakat saat itu.

Tidak hanya berfungsi sebagai bangunan keagamaan, relief-relief pada candi juga menjadi media komunikasi visual yang digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai luhur kepada masyarakat.

Melalui pahatan yang detail dan penuh simbol, para seniman Majapahit berhasil meninggalkan jejak pemikiran yang masih dapat dipelajari hingga sekarang.

Siapa Sebenarnya Sritanjung?

Nama Sritanjung sangat lekat dengan legenda rakyat yang berkembang di wilayah Jawa Timur dan Banyuwangi.

Dalam kisah tersebut, Sritanjung dikenal sebagai perempuan yang memiliki kesetiaan luar biasa kepada suaminya.

Namun kehidupannya berubah tragis setelah ia menjadi korban fitnah yang membuat dirinya dituduh melakukan perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.

Meski telah berusaha membuktikan kesuciannya, Sritanjung tetap menerima perlakuan yang tidak adil hingga akhirnya kehilangan nyawa.

Dalam berbagai versi cerita, kematian Sritanjung justru menjadi awal dari pembuktian kebenaran. Kesuciannya terungkap dan fitnah yang menimpanya akhirnya terbantahkan.

Karena itu, tokoh Sritanjung sering dianggap sebagai simbol ketulusan, kesetiaan, dan kemenangan kebenaran atas ketidakadilan.

Makna Sosok Wanita Menunggang Ikan Raksasa

Relief yang menggambarkan Sritanjung menunggang seekor ikan besar menjadi salah satu bagian paling menarik di Candi Jabung.

Dalam kajian filologi dan arkeologi, adegan tersebut tidak sekadar menceritakan perjalanan fisik, melainkan melambangkan perjalanan spiritual menuju dimensi lain setelah kematian.

Ikan besar yang ditunggangi Sritanjung dipercaya sebagai simbol kendaraan spiritual yang membawanya menyeberangi batas antara dunia manusia dan alam keabadian.

Sebagian masyarakat setempat mengidentifikasi ikan tersebut menyerupai ikan lele karena bentuk bagian kepala dan patil yang terlihat pada relief.

Terlepas dari jenis ikannya, simbol tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar representasi hewan biasa.

Dalam tradisi simbolik Jawa kuno, air sering dikaitkan dengan proses penyucian, perubahan, dan perpindahan dari satu fase kehidupan menuju fase berikutnya.

Simbol Perjalanan Jiwa Menuju Alam Keabadian

Para ahli budaya menilai bahwa adegan menunggang ikan raksasa merupakan bentuk visualisasi perjalanan jiwa setelah meninggalkan kehidupan duniawi.

Perjalanan tersebut menggambarkan proses pelepasan diri dari penderitaan dunia menuju keadaan yang lebih suci dan damai.

Konsep semacam ini banyak ditemukan dalam berbagai karya sastra Jawa kuno yang mengangkat tema kehidupan, kematian, dan hubungan manusia dengan alam semesta.

Melalui relief tersebut, masyarakat pada masa Majapahit diajak memahami bahwa kehidupan tidak berhenti pada kematian, melainkan berlanjut menuju fase spiritual yang lebih tinggi.

Berkaitan dengan Fungsi Sakral Candi Jabung

Keberadaan relief Sritanjung diyakini memiliki hubungan erat dengan fungsi utama Candi Jabung pada masa lalu.

Sejumlah penelitian menyebut bahwa candi ini dibangun sebagai tempat pendarmaan atau penghormatan kepada Bhre Gundal, salah satu bangsawan perempuan dari lingkungan Kerajaan Majapahit.

Dalam konteks tersebut, kisah Sritanjung dianggap sangat relevan karena mengandung pesan tentang penyucian jiwa, kesetiaan, serta harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik setelah kematian.

Relief ini kemungkinan sengaja dipilih untuk memperkuat makna spiritual yang ingin disampaikan melalui keberadaan candi.

Bukti Tingginya Imajinasi dan Spiritualitas Leluhur Jawa

Relief Sritanjung menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Majapahit memiliki kemampuan luar biasa dalam memadukan seni, sastra, dan nilai-nilai spiritual ke dalam sebuah karya visual.

Baca Juga: EA Resmi Bentuk Divisi Iklan Khusus, Pemain The Sims hingga EA Sports FC Bakal Makin Sering Melihat Brand di Dalam Game

Melalui pahatan sederhana di dinding candi, mereka mampu menyampaikan pesan moral yang kompleks dan tetap relevan hingga berabad-abad kemudian.

Cerita tentang fitnah, kesetiaan, pengorbanan, dan pencarian keadilan yang tergambar dalam kisah Sritanjung masih dapat dipahami oleh masyarakat modern saat ini.

Tak heran jika relief tersebut terus menjadi daya tarik bagi wisatawan, peneliti, maupun pecinta sejarah yang berkunjung ke Candi Jabung.

Di balik keindahan bata merah yang telah bertahan ratusan tahun, tersimpan warisan pemikiran leluhur yang mengajarkan bahwa kebenaran dan ketulusan pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.

Relief Sritanjung bukan hanya karya seni, melainkan jendela yang membuka pemahaman tentang cara pandang masyarakat Jawa kuno terhadap kehidupan, kematian, dan keabadian.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sejarah Majapahit #Relief Sritanjung #Candi Jabung #legenda Sritanjung #wisata sejarah Probolinggo