RADARBONAG.ID - Oksigen saat ini dikenal sebagai unsur paling penting bagi kehidupan di bumi.
Manusia, hewan, dan sebagian besar makhluk hidup modern bergantung pada gas ini untuk bernapas dan bertahan hidup setiap hari.
Namun siapa sangka, miliaran tahun lalu oksigen justru pernah menjadi ancaman terbesar bagi kehidupan di planet bumi.
Dalam catatan sejarah geologi dan paleontologi, oksigen pernah memicu salah satu peristiwa kepunahan paling dahsyat yang dikenal dengan nama Great Oxidation Event atau Peristiwa Oksidasi Besar.
Baca Juga: Barcelona Dekati Anthony Gordon, Nasib Marcus Rashford dan Manchester United Kini Jadi Tanda Tanya
Peristiwa tersebut mengubah total atmosfer bumi purba dan memusnahkan sebagian besar organisme yang hidup pada masa itu.
Fakta ilmiah ini menjadi salah satu kisah paling ironis dalam sejarah evolusi kehidupan di bumi.
Terjadi Sekitar 2,4 Miliar Tahun Lalu
Great Oxidation Event diperkirakan terjadi sekitar 2,4 miliar tahun lalu, jauh sebelum munculnya manusia, dinosaurus, maupun tumbuhan modern.
Pada masa tersebut, atmosfer bumi sangat berbeda dibanding sekarang.
Kandungan oksigen masih sangat rendah, sementara udara bumi didominasi gas metana, karbon dioksida, dan berbagai senyawa kimia lain.
Sebagian besar organisme yang hidup saat itu merupakan makhluk anaerobik, yakni organisme sederhana yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup.
Bagi makhluk purba tersebut, oksigen justru merupakan zat beracun yang sangat berbahaya.
Namun kondisi bumi mulai berubah drastis setelah muncul organisme mikroskopis bernama sianobakteri.
Sianobakteri Mengubah Atmosfer Bumi
Sianobakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang hidup di lautan purba dan memiliki kemampuan melakukan fotosintesis.
Melalui proses tersebut, mereka memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan energi dan melepaskan oksigen sebagai produk sampingan.
Awalnya, jumlah oksigen yang dihasilkan masih kecil dan terserap oleh lautan serta batuan bumi.
Namun seiring berkembangnya populasi sianobakteri, produksi oksigen meningkat secara besar-besaran.
Perlahan tetapi pasti, gas oksigen mulai menumpuk di atmosfer bumi.
Fenomena inilah yang kemudian memicu perubahan besar terhadap sistem lingkungan planet.
Oksigen Menjadi Racun bagi Kehidupan Purba
Bagi organisme anaerobik yang mendominasi bumi saat itu, meningkatnya kadar oksigen menjadi bencana global.
Gas tersebut bersifat sangat reaktif dan korosif terhadap sistem biologis makhluk hidup purba yang belum mampu beradaptasi dengannya.
Akibatnya, terjadi kepunahan massal dalam skala sangat besar.
Sebagian besar organisme anaerobik tidak mampu bertahan menghadapi perubahan atmosfer yang berlangsung secara perlahan namun masif tersebut.
Para ilmuwan bahkan menyebut Great Oxidation Event sebagai salah satu tragedi biologis terbesar dalam sejarah bumi karena hampir menghapus sebagian besar kehidupan purba saat itu.
Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam evolusi planet bumi.
Awal Mula Kehidupan Modern
Meski menjadi malapetaka bagi kehidupan lama, peningkatan kadar oksigen justru membuka jalan bagi munculnya bentuk kehidupan yang lebih kompleks.
Atmosfer kaya oksigen memungkinkan evolusi organisme aerobik, yaitu makhluk hidup yang memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan energi secara lebih efisien.
Dari proses evolusi panjang selama miliaran tahun, akhirnya muncul berbagai bentuk kehidupan modern seperti tumbuhan, hewan, hingga manusia.
Dengan kata lain, gas yang awalnya menjadi penyebab kepunahan massal justru berubah menjadi fondasi utama kehidupan kompleks di bumi saat ini.
Tanpa Great Oxidation Event, kemungkinan besar kehidupan modern tidak akan pernah berkembang seperti sekarang.
Bumi dan Kehidupan Selalu Berubah
Kisah sejarah oksigen ini menunjukkan bahwa bumi merupakan planet yang terus mengalami perubahan dinamis sepanjang waktu.
Apa yang dianggap berbahaya pada satu era ternyata dapat menjadi unsur paling penting di masa berikutnya.
Perubahan lingkungan, atmosfer, dan ekosistem telah membentuk jalannya evolusi kehidupan selama miliaran tahun.
Fakta ini juga menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberlangsungan hidup seluruh makhluk di bumi.
Baca Juga: Tak Pakai Cat atau Tanah Liat, Patung Bibir Karya Mark Aeling Ini Dibuat dari 10 Ribu Pensil
Dari Racun Menjadi Nafas Kehidupan
Perjalanan oksigen dari zat mematikan menjadi sumber kehidupan merupakan salah satu transformasi terbesar dalam sejarah alam semesta.
Ironisnya, gas yang dahulu memicu kehancuran massal kini justru menjadi alasan utama manusia dan berbagai makhluk hidup dapat bertahan hidup setiap detik.
Peristiwa Great Oxidation Event akhirnya bukan hanya menjadi kisah ilmiah tentang masa lalu bumi, tetapi juga bukti bahwa evolusi kehidupan selalu dipenuhi perubahan yang tak terduga.
Dari bencana global miliaran tahun lalu, lahirlah fondasi dunia modern yang kini dihuni oleh jutaan spesies makhluk hidup.
Editor : Muhammad Azlan Syah