Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kisah Nabi Musa Membelah Laut, Benarkah Bisa Dijelaskan Sains?

M Robit Bilhaq • Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:14 WIB
Mukjizat atau sains?. Ilmuwan mulai mengungkap kemungkinan logis di balik kisah Nabi Musa membelah laut! (Sumber: AI, Ilustrasi Nabi Musa membelah lautan)
Mukjizat atau sains?. Ilmuwan mulai mengungkap kemungkinan logis di balik kisah Nabi Musa membelah laut! (Sumber: AI, Ilustrasi Nabi Musa membelah lautan)

RADARBONANG.ID - Peristiwa Nabi Musa membelah laut merupakan salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah keagamaan.

Diceritakan dalam berbagai kitab suci, momen ini menggambarkan bagaimana laut terbelah, membuka jalan bagi Bani Israel untuk melarikan diri dari kejaran pasukan Firaun.

Selama ribuan tahun, kisah ini diyakini sebagai mukjizat yang melampaui logika manusia.

Namun, di era modern, sejumlah ilmuwan mulai mencoba melihatnya dari sudut pandang berbeda—bukan untuk meniadakan keajaiban, melainkan mencari kemungkinan penjelasan rasional di baliknya.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Minuman Soda Bisa Memadamkan Api dalam Kondisi Darurat?

Pendekatan Ilmiah terhadap Peristiwa Bersejarah

Sejumlah peneliti mengungkap bahwa fenomena yang tampak luar biasa ini mungkin saja terjadi melalui kombinasi faktor alam yang sangat spesifik.

Mereka menyoroti peran kondisi cuaca ekstrem dan karakter geografis wilayah laut yang dilintasi.

Melalui simulasi komputer, para ilmuwan menemukan bahwa angin kencang dengan kecepatan tinggi—bahkan hingga sekitar 100 km per jam—dapat mendorong air laut ke satu arah, terutama di wilayah perairan dangkal.

Proses ini dikenal sebagai fenomena “wind setdown”.

Ketika kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang cukup lama dan arah angin tepat, air bisa tersibak dan menciptakan jalur daratan sementara.

Jalur ini bahkan diperkirakan bisa membentang hingga beberapa kilometer—cukup untuk dilewati oleh sekelompok besar manusia.

Koridor Daratan yang Hanya Muncul Sesaat

Yang membuat fenomena ini semakin menarik adalah sifatnya yang sementara.

Saat angin berhenti atau melemah, air akan kembali dengan sangat cepat dan kuat.

Dalam skenario ini, jalur yang sebelumnya kering akan langsung tertutup kembali oleh air.

Bahkan, arus baliknya bisa menyerupai gelombang besar yang mampu menghancurkan apa pun yang ada di jalurnya.

Inilah yang oleh sebagian ilmuwan dianggap sebagai kemungkinan penjelasan atas tenggelamnya pasukan Mesir yang mengejar Bani Israel.

Peran Waktu yang Sangat Presisi

Oseanografer seperti Carl Drews menyebut bahwa kunci dari peristiwa ini terletak pada “sinkronisasi sempurna” antara kondisi alam dan waktu.

Menurutnya, fenomena ini tidak akan terjadi setiap saat. Dibutuhkan kombinasi langka antara arah angin, kekuatan hembusan, serta bentuk dasar laut yang mendukung.

Dengan kata lain, jika memang peristiwa ini terjadi secara alami, maka itu tetap merupakan kejadian yang sangat langka dan hampir mustahil terulang dengan kondisi yang sama.

Di Mana Lokasi Sebenarnya?

Salah satu perdebatan menarik adalah lokasi terjadinya peristiwa ini.

Banyak yang selama ini mengaitkannya dengan Teluk Aqaba, yang dikenal memiliki kedalaman sangat ekstrem.

Namun, sejumlah penelitian modern justru mengarah pada Teluk Suez sebagai lokasi yang lebih masuk akal secara ilmiah.

Teluk Suez memiliki karakter perairan yang jauh lebih dangkal, dengan kedalaman rata-rata sekitar 20 hingga 30 meter.

Selain itu, kontur dasar lautnya relatif landai, sehingga lebih memungkinkan terjadinya fenomena penyibakan air akibat angin kencang.

Kondisi geografis ini membuat skenario penyeberangan massal menjadi lebih realistis dibandingkan wilayah laut dalam.

Sejarah Pernah Mencatat Fenomena Serupa

Menariknya, peristiwa serupa pernah terjadi dalam sejarah.

Pada tahun 1789, Napoleon Bonaparte dilaporkan berhasil menyeberangi sebagian wilayah di Teluk Suez saat air surut.

Meskipun bukan akibat angin ekstrem seperti dalam teori ilmiah, kejadian ini menunjukkan bahwa perubahan kondisi air laut memang bisa menciptakan jalur sementara yang dapat dilalui manusia.

Teori Lain: Pengetahuan Alam yang Mendalam

Beberapa ilmuwan seperti Bruce Parker berpendapat bahwa Nabi Musa mungkin memiliki pemahaman mendalam tentang pola pasang surut laut serta fenomena alam lainnya.

Dengan pengetahuan tersebut, ia bisa menentukan waktu yang tepat untuk menyeberang.

Sementara itu, pasukan Mesir yang tidak memahami kondisi tersebut justru terjebak saat air kembali naik.

Pendapat ini diperkuat oleh Nathan Paldor yang menyebut bahwa angin dari arah tertentu, jika bertiup cukup lama, mampu membuka jalur di dasar laut.

Antara Iman dan Ilmu Pengetahuan

Meski berbagai teori ilmiah telah dikemukakan, banyak pihak menegaskan bahwa sains tidak serta-merta meniadakan makna mukjizat.

Sebaliknya, penjelasan ilmiah justru bisa dilihat sebagai cara untuk memahami bagaimana keajaiban tersebut terjadi dalam kerangka hukum alam.

Baca Juga: Waktu Luang Banyak, Tapi Habis di Layar: Kebiasaan Digital yang Diam-Diam Menguras Waktu

Bagi sebagian orang, mukjizat bukan berarti melawan hukum alam, tetapi justru terjadi melalui mekanisme alam yang sangat kompleks dan terjadi pada waktu yang tepat.

Misteri yang Tak Pernah Sepenuhnya Terpecahkan

Hingga kini, peristiwa Nabi Musa membelah laut tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah manusia.

Apakah itu murni mukjizat ilahi? Atau kombinasi langka dari fenomena alam?

Jawabannya mungkin akan selalu berada di antara dua dunia—iman dan sains.

Dan justru di situlah daya tariknya: sebuah kisah kuno yang terus hidup, menginspirasi, sekaligus memicu rasa ingin tahu manusia lintas generasi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Nabi Musa membelah laut #penjelasan ilmiah mukjizat #teori laut terbelah #kisah Nabi Musa sains #fenomena wind setdown