RADARBONANG.ID – Jika melihat peta Provinsi Jawa Timur saat ini, wilayah tersebut terdiri dari 38 kabupaten dan kota yang menjadi struktur administrasi resmi.
Namun di balik peta modern tersebut, tersimpan sejarah panjang mengenai berbagai wilayah yang dulu pernah berstatus sebagai kabupaten atau kadipaten tetapi kini telah hilang dari peta pemerintahan.
Sepanjang perjalanan sejarah, terutama sejak abad ke-18 hingga awal abad ke-20, wilayah Jawa Timur mengalami berbagai perubahan administratif.
Banyak daerah yang sebelumnya berdiri sebagai kabupaten atau kadipaten kemudian digabungkan, dihapus, atau diganti statusnya akibat kebijakan pemerintahan pada masa kerajaan, kolonial Belanda, hingga awal masa kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Gurih, Inilah 5 Khasiat Luar Biasa Santan bagi Tubuh yang Jarang Diketahui
Pada masa tersebut, wilayah-wilayah itu dipimpin oleh seorang bupati atau adipati yang memiliki kewenangan mengatur pemerintahan lokal.
Namun seiring perkembangan zaman dan perubahan sistem administrasi, banyak wilayah yang akhirnya kehilangan status kabupaten dan melebur ke dalam daerah lain.
Perubahan Wilayah Sejak Masa Kerajaan hingga Kolonial
Dalam sejarahnya, sistem pemerintahan di Jawa Timur pernah mengenal struktur kadipaten yang berada di bawah kekuasaan kerajaan besar seperti Majapahit maupun Mataram Islam.
Kadipaten ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan daerah sekaligus perpanjangan tangan kerajaan di wilayah tertentu.
Memasuki masa kolonial, pemerintah Hindia Belanda kemudian melakukan berbagai penataan ulang wilayah administratif.
Tujuannya adalah untuk mempermudah pengelolaan pemerintahan, pengawasan politik, serta pengumpulan pajak dari masyarakat.
Akibat kebijakan tersebut, sejumlah kabupaten kecil digabungkan dengan wilayah lain yang dianggap lebih strategis.
Ada pula daerah yang dihapus statusnya dan berubah menjadi kecamatan atau bahkan hanya menjadi nama desa.
Proses perubahan wilayah ini terus berlangsung hingga awal masa kemerdekaan Indonesia, ketika pemerintah melakukan penataan ulang wilayah administratif agar lebih sesuai dengan sistem pemerintahan modern.
Contoh Kabupaten dan Kadipaten yang Kini Hilang
Beberapa wilayah yang dahulu memiliki status sebagai kabupaten atau kadipaten kini hanya tersisa dalam catatan sejarah. Berikut beberapa contoh daerah di Jawa Timur yang pernah memiliki pemerintahan sendiri namun kemudian hilang atau berubah status:
-
Kadipaten Jipang – dahulu berpengaruh di kawasan utara Jawa Timur, kini wilayahnya menjadi bagian dari Kabupaten Bojonegoro dan sebagian Blora.
-
Kadipaten Sidayu – dulu merupakan pusat pemerintahan penting di pesisir utara, kini menjadi Kecamatan Sidayu di Kabupaten Gresik.
-
Kabupaten Bangil – pernah berdiri sebagai wilayah administratif sendiri sebelum akhirnya dilebur ke dalam Kabupaten Pasuruan.
-
Kabupaten Kraksaan – dahulu merupakan kabupaten tersendiri sebelum menjadi bagian dari Kabupaten Probolinggo.
-
Kabupaten Panarukan – wilayah administratif lama yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Situbondo.
-
Kabupaten Besuki – dahulu wilayah penting di kawasan Tapal Kuda sebelum akhirnya terbagi ke Situbondo dan Banyuwangi.
-
Kabupaten Blambangan – wilayah pemerintahan lama yang kemudian berkembang menjadi Kabupaten Banyuwangi.
-
Kabupaten Ngrowo – nama lama wilayah yang kemudian berkembang menjadi Kabupaten Tulungagung.
-
Kabupaten Lodoyo – dahulu memiliki pemerintahan sendiri, kini menjadi wilayah di bagian selatan Kabupaten Blitar.
-
Kabupaten Berbek – dulu menjadi pusat pemerintahan lokal sebelum wilayahnya bergabung dengan Kabupaten Nganjuk.
Kini Tinggal Jejak Sejarah
Meskipun status administratifnya telah hilang, jejak wilayah-wilayah tersebut masih dapat ditemukan hingga sekarang.
Beberapa di antaranya masih bertahan sebagai nama kecamatan, desa, atau kawasan tertentu.
Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sejumlah Wilayah Mulai Kering Sejak April
Selain itu, peninggalan sejarah seperti pendopo lama, makam para adipati, hingga situs budaya juga menjadi bukti bahwa daerah-daerah tersebut pernah memiliki peran penting dalam sejarah pemerintahan di Jawa Timur.
Fenomena ini menunjukkan bahwa peta wilayah yang ada saat ini sebenarnya merupakan hasil dari proses sejarah yang sangat panjang.
Berbagai perubahan politik, kebijakan pemerintahan, serta perkembangan sosial masyarakat telah membentuk struktur wilayah Jawa Timur hingga seperti yang dikenal sekarang.
Dengan memahami sejarah tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa wilayah administratif yang ada saat ini bukanlah sesuatu yang statis, melainkan hasil dari perjalanan sejarah yang terus berkembang dari masa ke masa.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah