Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Menelusuri Cerita Rakyat Sungai Kapuas: Dari Naga Penjaga hingga Buaya Putih Sarassa dalam Folklor Nusantara

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB

Ilustrasi Puake, sosok misterius legenda naga, buaya, dan kura-kura penunggu Sungai Kapuas yang diyakini masyarakat Kalimantan Barat.
Ilustrasi Puake, sosok misterius legenda naga, buaya, dan kura-kura penunggu Sungai Kapuas yang diyakini masyarakat Kalimantan Barat.

RADARBONANG.ID – Sepanjang aliran Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia yang membentang lebih dari 1.100 km dari hulu di Pegunungan Muller hingga muara di Laut Natuna, berkembang sebuah legenda yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di sepanjang sungai ini.

Cerita itu dikenal dengan nama Puake – sosok misterius yang diyakini sebagai penunggu sungai, dengan wujud yang beragam antara naga raksasa, buaya putih, hingga kura-kura raksasa.

Menurut kepercayaan setempat, Puake bukan sekadar cerita fiksi, melainkan bagian tak terpisahkan dari kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat, terutama di wilayah Pontianak, Sanggau, dan pesisir sungai lainnya.

Baca Juga: Tips Memilih Baju Lebaran 2026 agar Tetap Stylish dan Hemat

Anak-anak dan orang dewasa sering kali mendengar kisah ini sejak kecil, sebagai pengingat untuk menghormati alam serta menjaga keselamatan.

Siapa Itu Puake?

Kata “Puake” sendiri berasal dari istilah puaka atau pauke dalam bahasa Melayu yang merujuk pada makhluk gaib atau penjaga yang menghuni ruang tertentu — di air, hutan, atau tanah.

Di Kalimantan Barat, istilah ini dipakai khusus untuk menyebut makhluk penunggu Sungai Kapuas.

Wujud Puake dapat berbeda-beda menurut cerita yang diceritakan secara lisan:

Fungsi Sosial dan Alamiah Legenda Puake

Legenda Puake bukan sekadar cerita seram, tetapi memiliki sejumlah makna dan fungsi sosial bagi masyarakat:

  1. Pendidikan dan Perlindungan Anak
    Cerita tentang Puake sering digunakan oleh orang tua untuk mengingatkan anak agar tidak bermain terlalu jauh di sungai saat waktu petang atau larut senja demi keselamatan mereka.

  2. Simbol Penjagaan Lingkungan
    Kepercayaan akan Puake sebagai penjaga sungai memberi pesan moral bahwa sungai harus dijaga kebersihannya. Ini menciptakan norma sosial di mana masyarakat menghormati dan merawat sungai sebagai sumber kehidupan.

  3. Penjelasan Fenomena Alam
    Karena ketidaktahuan terhadap banyak fenomena alam di masa lalu, seperti gelombang besar, pusaran air, atau banjir tiba-tiba, masyarakat sering mengaitkannya dengan aktivitas makhluk gaib seperti naga atau buaya penjaga di dasar sungai.

Legenda Naga dan Buaya: Asal Usul Penjaga Kapuas

Salah satu kisah legenda yang populer menggambarkan asal-usul Puake sebagai dua bersaudara — Naga dan Buaya — anak seorang raja di Kerajaan Kahayan Hilir di Pulau Mintin.

Naga yang sombong dan Buaya yang rendah hati berkonflik saat ayah mereka pergi bertapa.

Akhirnya, ayah mereka kembali dan menghukum kedua anaknya: Naga dikutuk menjadi naga sungguhan dan diperintahkan menjaga sungai, sementara Buaya menjadi buaya sungguhan yang tinggal di Pulau Mintin untuk menahan masuknya air asin dari laut.

Sejak saat itu, legenda Puake terus hidup dalam ingatan masyarakat, menjadi bagian dari warisan budaya Kalimantan Barat yang kaya dengan cerita rakyat dan misteri alam.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Buaya putih Sarassa #legenda naga dan buaya Kapuas #misteri penunggu Kapuas #naga penunggu sungai #Kalimantan Barat #legenda Puake Sungai Kapuas